Musim Berliku Noni Madueke di Arsenal
Musim 2025-26 telah menjadi perjalanan yang penuh liku bagi tim Arsenal, namun sedikit pemain yang mengalami pasang surut lebih banyak daripada Noni Madueke. Pada bulan Mei lalu, pemain internasional Inggris ini membantu Chelsea meraih gelar UEFA Conference League di Polandia sebelum meninggalkan kampanye FIFA Club World Cup di AS lebih awal untuk bergabung dengan Arsenal pada bulan Juli. Saga transfer yang menggambarkan isu-isu terkini dalam dunia sepak bola ini melibatkan petisi dari para penggemar Arsenal yang tidak ingin klub mendatangkan pemain Chelsea lainnya.
Reaksi Madueke terhadap Petisi Penggemar
Terkait reaksi tersebut, Madueke menyampaikan kepada wartawan:
“Semua hal itu tidak penting. Kami tidak terlalu memikirkan itu. Kami harus fokus pada performa di lapangan. Biarkan hak membanggakan itu untuk para penggemar.”
Peran dan Kolaborasi di Arsenal
Seperti Madueke, Arsenal tetap pada pendiriannya. Keberadaannya memberi backup yang sangat dibutuhkan untuk bintang mereka, Bukayo Saka, sekaligus menjadi MC dalam perayaan gelar juara mereka pada dini hari 20 Mei.
Berbicara tentang bagaimana menghadapi persaingan di musim ini, Madueke menyatakan:
“Ini terasa berbeda, tetapi B (Saka) adalah pemain top. Kami berjuang di semua lini—baik untuk Inggris maupun Arsenal—dan kami tahu arah tujuan kami sama.”
Madueke telah memulai 27 dari 42 penampilan yang dilakoninya. Sementara Saka telah tampil dalam 48 laga, dengan 36 di antaranya sebagai starter. Keduanya mengalami masalah cedera, dan saat Saka pertama kali absen karena cedera hamstring pada bulan September, para penggemar mulai mendukung pemain yang baru beralih dari London Barat ke London Utara.
Pembuktian Kemampuan di Lapangan
Dalam pertandingan melawan Nottingham Forest, permainan agresif Madueke sangat diapresiasi oleh para penonton di Emirates Stadium, hingga mereka mulai meneriakkan namanya meski skor masih 0-0. Beberapa detik kemudian, tendangan sudut yang ia dapatkan disambut baik oleh Martin Zubimendi yang berhasil mencetak gol pertama Arsenal.
Kemenangan 3-2 Arsenal atas Bournemouth di bulan Januari menunjukkan bagaimana Madueke dan Saka dapat memengaruhi pertandingan dengan kontribusi yang berbeda dari sisi kanan. Madueke juga tampil menonjol ketika Saka mengalami cedera saat pemanasan menjelang pertandingan melawan Leeds United, dengan langsung mencetak gol dari tendangan sudut dan memberikan assist untuk Zubimendi.
Kondisi Terkini dan Tantangan di Timnas
Baik Saka maupun Madueke tidak ikut dalam skuad Inggris di bulan Maret karena masalah cedera masing-masing. Namun, Madueke pulih tepat waktu untuk menyelesaikan kedua leg perempat final Liga Champions melawan Sporting CP. Dari perspektif Inggris, manajer Thomas Tuchel menyebut Madueke terbiasa memberikan dampak meskipun dari bangku cadangan, serta mereka yang datang dari musim penuh trofi menjadi alasan pemilihannya untuk Piala Dunia.
Musim mereka bisa semakin baik dengan final Liga Champions Arsenal melawan Paris Saint-Germain akhir pekan ini. Madueke, yang diperkirakan fit untuk pertandingan besar ini, tidak berada di klub saat kedua tim bertemu di semifinal tahun lalu, tetapi sebagian besar momen terbaiknya terjadi di Eropa setelah bergabung.
Perkembangan di Bawah Arahan Arteta
Ketika ditanya tentang peningkatan permainan yang didapatnya dari manajer Arsenal, Madueke menuturkan:
“Dia telah membantu saya untuk lebih disiplin. Dia mengajari saya untuk peduli pada detail-detail kecil yang sangat berpengaruh dalam meraih kemenangan.”
Sementara Eberechi Eze, rekan satu timnya yang juga bergabung musim panas ini, berbicara mengenai tuntutan tinggi dari manajer baru mereka. Declan Rice juga menyatakan bahwa ia sering menikmati melihat para pemain baru beradaptasi dengan taktik yang diterapkan di lapangan.
Tantangan dan Harapan di Musim Pertama
Meskipun telah memberikan kontribusi penting, musim debut sang winger menunjukkan beberapa masalah adaptasi. Konsistensi permainannya menjadi catatan, di mana pendekatan langsungnya kadang membuatnya sulit untuk mengeksekusi umpan akhir yang tepat. Namun, untuk bisa bermain seperti itu, seorang winger harus memiliki kebebasan untuk berbuat kesalahan.
Ketika merenungkan musim ini, Madueke menyebutkan momen favoritnya adalah gol pertamanya untuk Arsenal, yang terjadi dalam kemenangan 3-1 atas Bayern Munich pada bulan November. Gol terbaiknya secara objektif adalah tendangan jarak jauh yang membawa Arsenal unggul 1-0 dalam pertandingan away melawan Club Brugge di bulan Desember.
Ia juga mencetak gol pada hari terakhir musim Liga Primer, tetapi pikirannya sudah beralih ke Budapest jauh sebelum pertandingan di Selhurst Park yang cerah itu.
“Pasti lebih baik kami memenangkan Liga Primer sebelum final Liga Champions, tetapi kami tidak tahu apakah kami akan memikirkan itu,” ungkapnya.
“Liga Primer akan menjadi hal yang tidak relevan (dalam final) dan kami akan fokus sepenuhnya pada Liga Champions untuk membawa trofi itu ke London Utara.”
“Tekanan Liga Champions tentu ada, tetapi tekanan selalu ada bersama kami. Ini Arsenal Football Club. Salah satu tim terbesar di Inggris. Liga Champions adalah yang terbesar. Jadi, kami sangat menantikan itu.”
“Melakukan ini untuk pertama kalinya dalam sejarah klub akan menjadi luar biasa. Dukungan dalam beberapa minggu terakhir sangat luar biasa. Suara sorak dari para penggemar yang menyemarakkan bus tim memberi kami dorongan yang sangat kami butuhkan. Merayakannya dengan seluruh penggemar Arsenal akan menjadi hal terbaik.”
(LC/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment