Olimpiade 2028: Los Angeles Bertekad Jadi Model Event Berkelanjutan di Tengah Ancaman Iklim
Lebih dari lima miliar orang diperkirakan akan menyaksikan gelaran Olimpiade 2028. Namun, di balik kemegahan panggung olahraga dunia itu, aspek perubahan iklim mungkin belum mendapat perhatian yang layak. Seiring Los Angeles bersiap menjadi tuan rumah, kota ini dihadapkan pada tantangan krusial: mampukah persiapan Olimpiade kali ini meningkatkan ketahanan iklim, mendorong pola mobilitas baru, membentuk ulang kebijakan kota, dan membayangkan kembali gelaran olahraga di masa depan?
Target Ambisius Olimpiade Ramah Lingkungan
Para penyelenggara Olimpiade 2028 menyatakan bahwa event ini bisa menjadi model bagaimana sebuah acara global yang lebih berkelanjutan dapat terwujud. Mereka berjanji untuk hanya menggunakan venue yang sudah ada atau bersifat sementara, serta meminimalkan penggunaan mobil selama perhelatan berlangsung. Ini merupakan langkah progresif yang bertujuan mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan secara signifikan.
Tantangan di Balik Janji Besar
Meskipun komitmen keberlanjutan telah diutarakan, sejumlah pertanyaan kritis tetap mengemuka: Apakah upaya-upaya ini cukup untuk memperkuat ketahanan kota menghadapi potensi bencana iklim berikutnya? Bisakah Olimpiade terus menjadi panggung kehebatan atletik di tengah perubahan iklim global yang semakin nyata? Dan bagaimana upaya pemulihan pasca kebakaran hutan yang kerap melanda California dapat berinteraksi dengan tekanan untuk menyajikan pertunjukan global yang luar biasa tanpa cela? Pertanyaan-pertanyaan ini menyoroti kompleksitas antara ambisi olahraga dan realitas lingkungan.
Diskusi Mendalam Para Ahli
Pertanyaan-pertanyaan krusial ini telah menjadi topik utama dalam sebuah diskusi panel yang menghadirkan tiga jurnalis ahli. Mereka adalah Carolina Kyllmann, koresponden CLEW yang baru saja kembali dari Los Angeles dengan investigasi langsungnya mengenai persiapan kota; Joe Lo, jurnalis Climate Home News yang kerap melaporkan ancaman perubahan iklim terhadap para atlet dan masa depan olahraga; serta Alissa Walker, jurnalis berbasis di Los Angeles dari Torched, yang fokus mengulas perencanaan event raksasa kota dan perubahan infrastruktur perkotaan di sana. Diskusi mendalam ini sebelumnya merupakan bagian dari rangkaian acara London Climate Action Week (LCAW).
Kesimpulan dari diskusi semacam ini sangat vital, mengingat Olimpiade 2028 bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang warisan yang akan ditinggalkan bagi Los Angeles dan dunia. Keberhasilan dalam menyeimbangkan gelaran olahraga akbar dengan tanggung jawab iklim akan menjadi tolok ukur penting bagi masa depan event-event global.
(OL/GN)
sumber : www.cleanenergywire.org
Leave a comment