Tantangan Mauricio Pochettino Bersama Trio Superstar PSG
Mendatangkan tiga penyerang terbaik dunia untuk berlaga di Liga Champions mungkin terdengar seperti skenario dalam permainan Football Manager. Namun, itulah kenyataan yang dihadapi Mauricio Pochettino selama masa jabatannya di Paris Saint-Germain. Lini depan tim Prancis yang diisi oleh Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe, setidaknya di atas kertas, merupakan salah satu trio penyerang paling kuat yang pernah ada. Namun, kenyataannya tidak selalu seindah itu.
Pochettino dan Tantangan Manajemen Trio Penyerang
Ketika Pochettino mengambil alih PSG pada Januari 2021, klub ini menghadapi kesulitan di Liga Champions meskipun telah mengeluarkan banyak uang untuk mendatangkan pemain. Ia berbagi pandangannya mengenai tantangan yang dihadapinya saat melatih trio fenomenal ini.
“Anda harus melihat pengelolaan ekspektasi,” jelas Pochettino. “Messi, Neymar, dan Mbappe membuat semua orang mengantisipasi versi terbaik dari mereka, namun Anda memerlukan struktur di belakangnya. Para pemain ini lahir untuk menjadi yang terbaik, bukan untuk berbagi assist, gol, dan berita utama. Mengelola hal itu tidaklah mudah,” tambahnya.

Pochettino mengakui bahwa meskipun ia telah memenangkan gelar Ligue 1 2021/22 dan Coupe de France, tantangan terbesar adalah mengatasi dinamika di antara ketiga pemain bintang ini. “Melatih mereka sungguh menyenangkan,” lanjut Pochettino. “Masalahnya, mereka semua istimewa, dan membagi sorotan itu membutuhkan kerendahan hati. Mereka berperilaku dengan luar biasa dan tahu cara berbagi ruang serta perhatian, baik di dalam maupun di luar lapangan.”
Namun, ia menegaskan, sebagai staf, mereka kadang mengalami kesulitan karena pujian tidak selalu dibagikan secara merata. “Hal ini menyentuh ego pemain. Tanpa ego, tidak ada satu pun dari mereka yang akan mencapai level sekarang ini. Ego bukanlah hal negatif; tanpa ego, Anda tidak bisa bertahan dan menjadi yang terbaik,” ujar Pochettino.
Pochettino menekankan bahwa menyatukan ketiga pemain tersebut di lapangan adalah tantangan tersendiri. “Menyatukannya dua kali seminggu itu rumit,” ungkapnya. Salah satu kritik yang sering muncul adalah mengenai kurangnya kerja keras mereka dalam menguasai bola, tetapi Pochettino mengklarifikasi, ia tidak pernah meminta Messi, Mbappe, dan Neymar untuk lebih menekan. “Pembicaraan tentang itu tidak pernah terjadi – itu tidak pantas. Anda tidak bisa meminta mereka untuk menekan seperti pemain dengan profil berbeda,” tegasnya.

Pochettino menyadari bahwa meskipun ia tidak berhasil meraih gelar Liga Champions, pengalamannya melatih tiga penyerang terbaik dunia merupakan tantangan yang berharga. Namun, dinamika di dalam tim dan pengelolaan ego menjadi hal yang krusial dalam mencapai kesuksesan di level tertinggi.
(SA/GN)
sumber : www.fourfourtwo.com
Leave a comment