Donyell Malen: Dari Aston Villa Menuju Kesuksesan di AS Roma
Donyell Malen mengungkapkan beberapa fakta menarik, seperti julukan yang tidak terduga, pelajaran dari Thierry Henry di Arsenal, dan alasan mengapa ia bersinar di Roma setelah periode sulit di Aston Villa. Dia mengklaim, “Saya bisa saja menjadi top scorer Serie A.”
Striker ini menunjukkan penampilan luar biasa usai kepindahannya pada Januari lalu dari Aston Villa, dengan mencetak 15 gol dalam 20 penampilan kompetitif untuk klub barunya, ditambah tiga assist. Hal ini membuat Roma segera mengaktifkan opsi pembeliannya senilai total €27 juta, termasuk biaya pinjaman.
Awal Menjanjikan Malen di Roma

“Seandainya saya datang di awal musim, saya rasa saya bisa mendapatkan gelar Capocannoniere di Serie A. Namun, dalam sepak bola semuanya mungkin saja terjadi. Saya tiba di Januari dan hanya berusaha memberikan yang terbaik untuk Roma,” ungkap Malen dalam sebuah esai.
“Teman-teman saya kadang memanggil saya D9, seperti R9 untuk Ronaldo, tapi hanya ketika saya bermain baik. Jika saya bermain jelek, mereka memanggil saya dengan sebutan lain…”
Dari 15 golnya, 14 di antaranya tercipta dalam 18 penampilan Serie A, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak klub Roma sepanjang musim.

Meskipun hanya bermain setengah musim, Malen mencetak hanya tiga gol lebih sedikit dibandingkan dengan Lautaro Martinez, yang meraih gelar Capocannoniere.
“Saya tidak percaya ada rahasia taktis dalam awal yang hebat ini. Sepak bola adalah soal momen; selama bertahun-tahun saya bekerja keras tanpa henti, jadi saat kesempatan muncul, saya pastikan siap.”

Asal usul Malen bermula dari akademi sepak bola Ajax, sebelum melanjutkan perjalanan kariernya melalui Arsenal, PSV Eindhoven, Borussia Dortmund, dan akhirnya Aston Villa pada Januari 2025.
“Teman-teman saya di Ajax sering menyebut saya Boer Malen, yang artinya Petani Malen. Mereka terkejut ada seseorang yang berasal dari lingkungan pedesaan. Saya juga mengundang mereka ke pesta di rumah, karena punya kebun besar, tetapi banyak yang tersesat di perjalanan,” jelas Malen.
“Beralih ke London, yang merupakan kota besar dengan klub raksasa seperti Arsenal, menjadi pengalaman yang sangat membantu saya baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi. Saya mendapat kesempatan bekerja dengan Thierry Henry, yang menunjukkan cara bergerak dan mencetak gol. Itu adalah pengalaman yang sangat istimewa.”
Walau kesulitan di Aston Villa, kedatangan ke Roma membawa perubahan positif yang signifikan.
“Saat tiba di Roma, saya merasakan sesuatu yang istimewa. Saya menyukai para penggemar, kota, cuaca, dan makanannya. Teman-teman saya bercanda karena saya menghabiskan banyak waktu di pusat kota,” tambah Malen.
Tak lama setelah mendarat di bandara, penggemar sudah menanti dan meneriakkan namanya. “Saya langsung merasa seperti bagian dari keluarga, dan saya sangat menghargai itu.”
Saat ini, Malen berharap untuk mengukir jejak yang sama dengan legenda Roma, Francesco Totti, yang mungkin akan kembali ke klub sebagai direktur di masa depan. “Ketika orang bertanya siapa pemain Italia favorit saya, saya langsung berpikir pada Francesco Totti. Saya mengikuti Serie A karena banyak pemain Belanda di sini, tetapi Totti adalah sesuatu yang spesial.”
(SA/GN)
sumber : football-italia.net
Leave a comment