Millwall FC Luncurkan “Pride Playbook” untuk Mendukung Sepakbola Inklusif
Millwall FC bersama tim LGBTQ+ mereka, Millwall Romans, dan agensi PR The Romans, baru saja merilis buku panduan bernama “The Pride Playbook.” Panduan ini, didukung oleh berbagai organisasi dan individu seperti Football v Homophobia dan pemain gay Zander Murray, dirancang untuk membantu klub-klub profesional dalam mendukung tim sepak bola inklusif di lingkungan mereka.
Dorongan Untuk Perubahan
Klub-klub sepak bola profesional didorong untuk meninjau kembali dukungan mereka terhadap sepakbola inklusif untuk LGBTQ+. Inisiatif baru ini, hasil kolaborasi antara Millwall FC dan The Romans PR, mengungkap kesenjangan antara harapan fans dan kenyataan di dunia sepak bola profesional di Inggris.
Penelitian menunjukkan bahwa hampir 70% fans LGBTQ+ dan sekutunya percaya bahwa tiga atau lebih klub profesional sudah memiliki tim LGBTQ+ resmi. Namun, kenyataannya lebih kompleks. Hanya beberapa klub profesional dan fondasi komunitas yang memberikan dukungan terhadap tim sepak bola inklusif lokal.
Model Millwall FC
Model yang diterapkan oleh Millwall FC adalah mengintegrasikan tim yang mereka dukung, yaitu Millwall Romans FC, secara resmi ke dalam struktur klub dan mempromosikannya sebagai bagian dari keluarga klub.
Inisiatif inklusi klub di London tenggara ini dimulai pada bulan Juni 2020. Setelah enam tahun, mereka kini berbagi pengetahuan melalui “The Pride Playbook”, yang disusun oleh The Romans, agensi PR dan sosial yang merupakan sponsor utama Millwall Romans.
Panduan Praktis untuk Klub-Klub
Panduan ini berisi langkah-langkah praktis untuk membantu klub profesional membangun, mendanai, dan mendukung tim inklusif mereka sendiri. Seruan untuk perubahan ini hadir di saat yang penting, terutama terkait keselamatan fans, mengingat adanya peningkatan insiden homofobia dan transfobia di beberapa pertandingan sepak bola.
Data menunjukkan, 47% responden menginginkan klub memberikan dukungan pelatihan dan coaching, sementara 41% fans di Inggris percaya setiap klub di empat liga teratas seharusnya memiliki tim inklusif. Angka ini meningkat menjadi 83% di kalangan komunitas LGBTQ+.
Peluang Pendapatan Baru
Bagi klub yang ingin mengembangkan basis fansnya, ini juga merupakan peluang finansial menarik. Sekitar 65% orang dewasa LGBTQ+ di Inggris menyatakan akan lebih mungkin hadir di pertandingan jika klub memiliki inisiatif yang lebih baik untuk LGBTQ+. Analisis memperkirakan bahwa dengan menyambut fans ini, klub bisa memperoleh tambahan hingga £428 juta dalam pendapatan dari penjualan tiket, makanan, dan minuman setiap musim.
“The Pride Playbook” mengombinasikan wawasan dari pengalaman Millwall dengan panduan yang disusun oleh Football v Homophobia (FvH), GFSN, dan lainnya untuk membantu klub membangun lingkungan yang lebih aman dan inklusif bagi semua pemain.
Kata Zander Murray
Zander Murray, salah satu dari sedikit pemain yang terbuka sebagai gay di dunia sepak bola profesional, menekankan pentingnya dukungan klub terhadap tim-tim ini. “Dengan keluar sebagai pemain profesional, saya merasakan kekuatan dari visibilitas, tetapi saya juga melihat banyak hambatan yang masih ada bagi orang LGBTQ+ dalam olahraga ini,” ujarnya.
Murray menambahkan, “Terkejut melihat banyak fans masih mengalami homofobia, terutama melihat Millwall satu-satunya klub yang sepenuhnya mengintegrasikan tim LGBTQ+.” Dia menyerukan klub-klub papan atas untuk secara resmi mengadopsi dan mendanai tim inklusif.
Kesimpulan
Dengan peluncuran “The Pride Playbook,” Millwall FC berharap dapat mendorong lebih banyak klub untuk mengadopsi model inklusi yang sama, sehingga setiap pemain, di setiap level, tahu mereka memiliki tempat aman dalam permainan ini.
Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi PridePlaybook.co.uk.
(PL/GN)
sumber : sportsmedialgbt.com
Leave a comment