Pistons Perlu Fokus pada Kedalaman Sayap, Bukan Hanya Bintang Besar
Pada offseason NBA 2026, Detroit Pistons memiliki contoh jelas yang bisa diikuti: tim New York Knicks yang mengalahkan mereka dari playoff setahun yang lalu. Seperti Knicks, Detroit sedang membangun tim di sekitar point guard superstar dan seorang center All-NBA yang cukup kontroversial.
Investasi di Sayap
Saat Pistons menghadapi pertanyaan mengenai langkah berikutnya setelah keluar dari putaran kedua playoff, Knicks memberikan jawaban: fokus pada pengembangan kedalaman sayap. Dengan mengandalkan superstar point guard Jalen Brunson dan center berbakat Karl-Anthony Towns, Knicks berhasil mencapai final NBA 2026. Di samping duo dinamis ini, ada tiga sayap yang memiliki kemampuan passing, dribbling, shooting, dan pertahanan yang sangat baik: OG Anunoby, Mikal Bridges, dan Josh Hart.
Ketiga pemain tersebut menunjukkan performa impresif selama postseason, bergantian dalam peran mencetak poin utama, sambil tetap berkomitmen pada pertahanan, menciptakan peluang untuk rekan satu tim, dan memimpin serangan.
Potensi yang Harus Dikembangkan
Sementara itu, Pistons sedang mencari pemain yang dapat meringankan beban point guard Cade Cunningham dalam hal serangan. Beberapa pihak mendorong tim untuk mendatangkan sayap bintang yang dapat memenuhi kebutuhan ini. Namun, manajemen Pistons perlu prioritaskan kedalaman skuad dibandingkan sekadar mengejar nama besar.
Kedalaman Sebagai Kunci
Dalam era yang semakin mengedepankan kedalaman tim, Pistons seharusnya mencontoh langkah Knicks dengan memperkuat posisi sayap dengan pemain dua arah berkualitas tinggi. Selama playoffs 2026, Pistons hanya memiliki empat pemain yang rata-rata mencetak setidaknya 10 poin per game, dan satu-satunya yang mencuri perhatian adalah Jalen Duren dengan 10,2 poin dan akurasi tembakan 51,4 persen.
Jika dibandingkan, Knicks memiliki lima pemain dengan rata-rata setidaknya 10 poin per game, di mana empat di antaranya memiliki akurasi tembakan lebih dari 45 persen. Selain itu, Knicks memiliki tiga pemain yang mencetak setidaknya 17 poin per game, sementara Pistons hanya memiliki dua pemain, dengan Tobias Harris yang mencetak hanya 42,5 persen dari lapangan.
Pelajaran dari Knicks
Tiga pemain Knicks yang mencetak 17 poin per game memiliki akurasi tembakan yang lebih baik, yaitu setidaknya 47,6 persen dari lapangan dan 34,0 persen dari jarak tiga poin. Ini menunjukkan bagaimana investasi Knicks di posisi sayap memberikan dampak besar, dengan mampu mengandalkan para pemain berkualitas tinggi dalam pertandingan fisik.
Ketika Pistons bersiap untuk menghadapi draf NBA 2026, free agency, dan pasar perdagangan untuk meningkatkan tim, kedalaman yang dimiliki Knicks seharusnya menjadi contoh nyata tentang apa yang perlu diperkuat di Detroit.
(BA/GN)
sumber : pistonpowered.com
Leave a comment