Cesc Fabregas Jelaskan Strategi Pemilihan Pemain di Como
Cesc Fabregas, pelatih Como 1907, mengungkapkan cara ia memilih pemain dan memperingatkan bahwa persiapan taktis di Serie A begitu rumit hingga terkadang sulit untuk memahami situasi dalam pertandingan.
Fabregas, yang memiliki pengalaman luas bermain di klub-klub seperti Arsenal, Barcelona, Chelsea, dan AS Monaco, kini membawa pengalaman itu ke karier kepelatihannya yang menarik di Como. Dalam waktu dua tahun, ia berhasil membawa Como dari Serie B hingga kualifikasi Liga Champions, berkat dukungan Presiden Mirwan Suwarso dan kemitraan data dengan Jamestown Analytics.
Namun, Fabregas menekankan pentingnya sentuhan manusiawi dalam timnya. “Hal pertama yang kami perhatikan adalah individu. Dalam pertemuan pertama dengan seorang pemain, saya tidak berbicara tentang sepak bola. Saya hanya ingin mengenal kehidupan pribadi mereka,” ungkapnya.
Mengenal Pemain Como
“Saya ingin memahami mentalitas mereka, menjelaskan siapa kami, bagaimana cara kami bekerja. Pemain dan keluarga mereka lebih penting daripada siapa pun,” lanjutnya. Ia percaya bahwa kepercayaan yang diberikan kepada pemain akan menghasilkan performa terbaik, bahkan lebih baik dibandingkan jika memilih pemain hanya berdasarkan data.
Fabregas menjelaskan bahwa ia tidak terburu-buru meninggalkan Como, di mana ia memiliki kontrol penuh atas aspek olahraga. Ia mengkritik praktik beberapa klub yang sering merekrut pemain tanpa konsultasi dengan pelatih. “Pelatih adalah orang yang perlu membentuk pemain tersebut,” tegasnya.
Serie A, bagi Fabregas, merupakan “universitas sepak bola” bagi pelatih. Dalam waktu singkat, ia mencatat adaptasi tim lawan terhadap gaya bermain Como. “Banyak tim lebih fokus menciptakan pertahanannya untuk menghentikan kami ketimbang menyerang,” katanya.
Fabregas menyoroti tantangan yang dihadapi timnya, mengingat mereka tidak memiliki kekuatan fisik yang sama dengan tim-tim lainnya. “Kami adalah tim yang berbakat dan memiliki kemampuan teknis, tapi secara fisik kami bukan yang terkuat,” ujarnya.
Ia percaya bahwa untuk menang di Italia, perlu perhatian ekstra terhadap detail, karena tuntutan taktis sangat tinggi. “Analisis saya menunjukkan bahwa tim-tim di Liga Primer, La Liga, dan Bundesliga memiliki pendekatan pertahanan yang berbeda dibandingkan dengan tim di Italia,” tambahnya.
Melihat tantangan yang dihadapi Como di Serie A, Fabregas menekankan pentingnya pemahaman akan individu dan dinamika tim. Kontribusinya dalam membawa Como berprestasi di level tinggi menunjukkan bahwa filosofi dan pendekatan personal dalam sepak bola dapat membawa dampak positif yang signifikan.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment