Pemain Terbaik yang Tidak Tampil di Piala Dunia 2026
1. Gianluigi Donnarumma (Kiper, Italia)
Kapten Italia berusia 27 tahun ini dianggap sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Setelah bergabung dengan Manchester City, ia dengan cepat beradaptasi dengan tuntutan Premier League, terutama dalam penguasaan bola yang ia asah saat bermain di Paris Saint-Germain. Meskipun menunjukkan keberanian saat menahan tendangan penalti di Euro 2020, Donnarumma tidak berhasil menyelamatkan satu pun penalti dalam playoff Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.
2. Jon Aramburu (Bek Kanan, Venezuela)
Pemain berusia 23 tahun ini mencuri perhatian setelah penampilan mengesankan di Copa América 2024, bermain baik sebagai bek kiri maupun bek kanan. Gaya permainan defensif yang agresif dan etos kerja yang tak kenal lelah membuatnya menjadi aset penting bagi Real Sociedad. Sayang, Venezuela gagal mendapatkan tiket ke playoff Piala Dunia antar konfederasi setelah tertinggal dua poin.
3. Edmond Tapsoba (Pertahanan Tengah, Burkina Faso)
Pemain Bayer Leverkusen ini telah membuktikan dirinya sebagai salah satu bek penguasaan bola terbaik di Eropa, berperan penting dalam kesuksesan domestik tim di bawah asuhan Xabi Alonso musim 2023-24. Meski dikenal dengan komposur dan jangkauan umpan yang luar biasa, Burkina Faso gagal memenuhi ambisi mereka untuk pertama kalinya berpartisipasi di Piala Dunia.
4. Riccardo Calafiori (Pertahanan Tengah, Italia)
Setelah tahun yang gemilang di Bologna, Calafiori pindah ke Arsenal pada tahun 2024 dan langsung memikat perhatian dengan gol menawannya melawan Manchester City. Defender serbaguna ini berkontribusi besar dalam kemenangan Arsenal di liga, menjadikannya salah satu dari tiga pemain Italia yang meraih medali Premier League. Ia kini fokus pada pemulihan setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia.
5. Milos Kerkez (Bek Kiri, Hongaria)
Terkenal karena lari serangannya dan kemampuan menyilang, defender berusia 22 tahun ini merupakan contoh bek modern yang menyerang. Kerkez telah menjadi pemain konsisten di Premier League sejak bergabung dengan Bournemouth, meskipun Hongaria tidak bisa lolos, finish di posisi ketiga di grup yang dimenangkan oleh Portugal.
6. Carlos Baleba (Gelandang Bertahan, Kamerun)
Menjadi kekuatan baru di jantung lini tengah Brighton, Baleba dianggap sebagai salah satu gelandang bertahan elite, memiliki kemampuan memutus permainan dan cepat dalam transisi. Meskipun waktu bermain yang luar biasa dan perkembangan teknisnya, gelandang muda berbakat Afrika ini tidak akan tampil di Piala Dunia kali ini.
7. Marcelino Núñez (Gelandang, Chili)
Pemain pengatur serangan ini menjadi jantung kreatif untuk Ipswich dan tim nasionalnya. Dikenal karena visi dan kemampuannya dalam situasi set-piece, Núñez memberikan sentuhan teknik yang sering kali hilang di lini tengah Chili. Sementara generasi emas Chili mulai meredup, Núñez menjadi harapan untuk masa depan La Roja.
8. Dominik Szoboszlai (Gelandang, Hongaria)
Szoboszlai menjadi salah satu sorotan di Liverpool saat mereka mempertahankan gelar Premier League, dikenal karena kemampuan set-piece-nya, termasuk gol-gol melawan Arsenal dan Manchester City di musim ini. Sebagai kapten dan penggerak kreatif Hongaria, absennya ia di Piala Dunia merupakan kerugian bagi tim, mengingat kontribusi golnya selama kualifikasi.
9. Ademola Lookman (Sayap, Nigeria)
Setelah mencetak hat-trick di final Liga Europa untuk Atalanta pada 2024, Lookman menarik perhatian banyak klub dengan kecepatan dan penyelesaian akhir yang klinis. Ia juga bersinar di Piala Afrika 2025 dengan tiga gol dan empat assist, tetapi Super Eagles gagal lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1990.
10. Victor Osimhen (Striker, Nigeria)
Osimhen dikenal sebagai salah satu striker paling klinis dan menjadi ancaman bagi setiap defender. Kini memimpin lini depan di Galatasaray, ia tetap menjadi pencetak gol produktif dengan delapan gol selama kualifikasi, meskipun melewatkan lima pertandingan karena cedera, yang menjadi penyebab Nigeria kehilangan poin.
11. Khvicha Kvaratskhelia (Sayap, Georgia)
Pemain berusia 25 tahun ini tiba di Paris Saint-Germain dengan reputasi tinggi, dikenal karena sikapnya yang bekerja keras. Kvaratskhelia mampu mengubah jalannya pertandingan dan kini menjadi dua kali juara Liga Champions. Meskipun ia mencetak dua gol selama kualifikasi, Georgia tidak lolos dan finis di posisi ketiga grup mereka.
Subs/Honorable Mentions
- Jan Oblak (Slovenia)
- Illia Zabarnyi (Ukraina)
- Matty Cash (Polandia)
- Konstantinos Karetsas (Yunani)
- Alex Iwobi (Nigeria)
- Christian Eriksen (Denmark)
- Bryan Mbeumo (Kamerun)
- Serhou Guirassy (Guinea)
- Robert Lewandowski (Polandia)
Dari deretan pemain ini, absennya mereka di Piala Dunia 2026 tentu memberikan dampak besar bagi tim nasional masing-masing. Para pemain ini kemungkinan besar akan menjadi sorotan saat liga domestik berlangsung.
(PL/GN)
sumber : www.theguardian.com
Leave a comment