Xavi Espart merupakan salah satu pemain La Masia yang baru saja menjalani debut bersama tim utama FC Barcelona pada musim yang baru saja berakhir. Meskipun penampilannya sebagian besar sebagai pemain pengganti, bek kanan berusia 19 tahun ini berhasil menarik perhatian dengan kemampuan yang ia tunjukkan di lapangan.
Antusiasme semakin meningkat ketika pelatih Bayern Munich, Julian Nagelsmann, membandingkannya dengan Joshua Kimmich, salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah klub tersebut.
Musim Penting bagi Espart
Espart kini menghadapi musim panas yang krusial untuk melanjutkan perkembangan usai musim yang mengejutkan, dan berusaha meyakinkan pelatih untuk mendapatkan tempat tetap di skuad utama. Dalam kesempatan musim panas ini, ia memiliki dua peluang besar, satu dengan klub dan satu dengan tim nasional.
Kesempatan pertama adalah di Kejuaraan Eropa U-19, di mana ia akan mewakili Spanyol setelah menunjukkan performa apik di UEFA Youth League dan bermain untuk Barça Atletic di bawah arahan Juliano Belletti sebelum menjalani debut seniornya.
Selanjutnya, ia juga akan menghadapi pramusim, di mana ia berharap dapat mendapatkan kepercayaan pelatih menjelang kampanye baru dan menjadikannya sebagai pilihan tetap dalam tim senior.
Ketidakpastian Kounde Bisa Menguntungkan Espart
Ketidakpastian mengenai masa depan Jules Kounde bisa menjadi keuntungan bagi Espart. Jika bek asal Prancis tersebut hengkang, Barcelona akan memiliki opsi terbatas di posisi bek kanan. Eric Garcia diharapkan menjadi pilihan utama untuk posisi tersebut musim depan, sedangkan Ronald Araujo bisa mengisi peran itu jika diperlukan. Sementara itu, masa depan Hector Fort masih belum jelas.
Situasi ini bisa membuka jalan bagi Espart untuk mengukuhkan posisinya di tim utama, mengikuti jejak pemain-pemain dari generasi emas La Masia 2007 yang juga melahirkan Lamine Yamal, Pau Cubarsi, dan Marc Bernal.
(SA/GN)
sumber : barcauniversal.com
Leave a comment