Hoyos dan Suárez Bantu Striker Temukan Performanya Sebelum Jeda Piala Dunia
Germán Berterame, striker yang sempat sangat diharapkan, mengalami masa sulit bersama Inter Miami. Klub tersebut membayar Monterrey, tim Liga MX, biaya transfer sebesar $15 juta untuk jasa Berterame, serta memberinya kontrak pemain terakhir yang tersedia dalam tim.
Sayangnya, Berterame tidak berkontribusi signifikan dalam dua laga seri Las Garza melawan Nashville SC di Piala Champions CONCACAF. Hasil tersebut menjadi semakin mengecewakan, karena setelah Inter Miami meraih Piala MLS 2025 pada bulan Desember, manajemen klub menyatakan bahwa Piala Champions merupakan prioritas utama mereka untuk tahun 2026. Para penggemar merasa kecewa karena mereka mempercayai Berterame akan membantu Miami menjadi tim MLS keempat yang memenangkan Piala Champions sejak 1962.
Statistik Mengecewakan
Buruknya performa Berterame terlihat jelas, hanya mencetak 1 gol dan 1 assist dari sembilan penampilan pertamanya di MLS, sambil menyia-nyiakan banyak kesempatan yang seharusnya dapat diselesaikan. Hal ini membuat banyak pendukung dan pakar menyarankan agar Berterame dijual atau diperdagangkan, mengingat penampilannya dianggap tidak sebanding dengan harga transfernya.
Peningkatan di Bawah Hoyos
Meskipun begitu, ada harapan bagi Berterame setelah pelatih Guillermo Hoyos mengambil alih tim menggantikan Javier Mascherano yang mengundurkan diri. Sejak itu, ia mencetak 6 gol dan 2 assist dalam enam penampilan terakhirnya, termasuk 4 gol dan 1 assist dalam tiga pertandingan sebelum jeda Piala Dunia.
Perbaikan performa Berterame tampaknya berkait erat dengan kedatangan Luis Suárez ke tim. Kehadiran pemain veteran itu tampaknya mengurangi tekanan pada Berterame dan membantunya beradaptasi dengan gaya permainan Lionel Messi.
Dukungan dan Motivasi
Kepercayaan diri adalah elemen penting bagi seorang striker, dan performa terkini Berterame menunjukkan bahwa ia mulai menemukan kembali percaya dirinya. Selain itu, dukungan dari pelatih tim nasional Meksiko, Javier Aguirre, yang mengecewakan Berterame dengan tidak menyertakannya dalam skuad final Piala Dunia, mungkin juga menjadi motivasi tersendiri.
Jika Berterame bisa mempertahankan tren mencetak golnya seperti Suárez, ia berpotensi mencapai total 23 gol pada akhir musim. Dengan kerja kerasnya dalam bertahan dan kemampuannya yang berkembang, Berterame kini mulai terlihat seperti pemain yang sepadan.
Dampak Terhadap Tim
Berterame mungkin menjadi korban dari ekspektasi tinggi saat ia direkrut, khususnya untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Suárez. Meskipun segala tuntutan yang ada, ia masih memiliki potensi besar dan berada di puncak karier sepak bolanya. Oleh karena itu, mari kita beri kesempatan kepada Berterame untuk membuktikan dirinya hingga akhir musim ini.
(SA/GN)
sumber : onefootball.com
Leave a comment