Seorang Pria Dihukum karena Mengemudi di Bawah Pengaruh Alkohol Usai Merayakan Kemenangan Arsenal
Max Phillip, seorang warga St Michael’s Close, Hockering, mengaku bersalah atas tuduhan mengemudi di bawah pengaruh alkohol setelah merayakan kemenangan Arsenal di Premier League. Ia muncul di Pengadilan Magistrat Lynn pada hari Kamis.
Kejadian di Jalan A47
Pada tanggal 18 Mei, saat polisi melakukan pemeriksaan kecepatan di A47 di Little Fransham, Phillip terlihat melaju dengan kecepatan melebihi batas 40 mph.
Pemeriksaan dan Temuan
Phillip kemudian dihentikan di jalur parkir terdekat, di mana tes napas dilakukan. Hasil tes menunjukkan kadar alkohol sebesar 59 mcg per 100 ml napas, sementara batas legalnya adalah 35 mcg.
Keadaan yang Meringankan
Pada saat pembelaan, pengacara George Sorrell menyampaikan bahwa Phillip sebelumnya bekerja sebagai insinyur senior, namun harus mengundurkan diri untuk merawat putrinya yang berusia 17 tahun, yang mengalami masalah kesehatan mental setelah kehilangan ibunya dua tahun lalu.
Sorrell menjelaskan bahwa Phillip tidak biasa mengonsumsi alkohol, namun karena merupakan penggemar Arsenal, ia merayakan kemenangan timnya bersama teman-teman. Saat merayakan, ia menerima telepon dari putrinya dan terdorong untuk mengemudikan mobilnya pulang.
Sorrell menambahkan, “Tidak ada indikasi mengemudi yang buruk, dan dia sangat merasa menyesal.”
Konsekuensi Hukum
Pada tahun 2018, Phillip juga pernah dihukum karena mengemudi di bawah pengaruh alkohol. Dalam sidang kali ini, ia dijatuhi hukuman larangan mengemudi selama 36 bulan dan denda sebesar £230. Selain itu, ia juga diharuskan membayar biaya administrasi sebesar £92 dan biaya pengadilan sebesar £110.
Dampak Insiden
Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam berkendara, terutama setelah merayakan peristiwa tertentu. Di tengah kebahagiaan merayakan kemenangan, keselamatan di jalan tetap harus menjadi prioritas utama.
(PL/GN)
sumber : www.lynnnews.co.uk
Leave a comment