Home Sepakbola Champions League Robin van Persie tinggalkan Feyenoord, klub cari pelatih baru.
Champions League

Robin van Persie tinggalkan Feyenoord, klub cari pelatih baru.

Share
Share

Robin van Persie Tinggalkan Kursi Pelatih Feyenoord: Klub Rotterdam Mencari Pengganti Setelah Analisis Internal

Robin van Persie resmi tidak lagi menjabat sebagai pelatih kepala Feyenoord. Klub asal Rotterdam ini mengumumkan pada hari Minggu, 7 Juni 2026, bahwa mereka akan memulai musim 2026/2027 dengan pelatih baru setelah menginformasikan keputusan tersebut dalam sebuah pertemuan dengan manajemen klub. Keputusan ini mengakhiri periode yang dimulai pada Februari 2025, saat mantan striker Feyenoord, Arsenal, dan Manchester United tersebut mengambil alih tim utama dengan kontrak sampai pertengahan 2027. Dalam pengumumannya, klub tidak menyebutkan nama penggantinya, tetapi mengindikasikan bahwa pelatih baru diharapkan akan diperkenalkan dalam beberapa minggu ke depan. Keputusan ini muncul setelah Feyenoord berhasil meraih tiket ke Liga Champions, namun penilaian klub menunjukkan bahwa perkembangan tim dan tren hasil tidak cukup untuk melanjutkan jalur yang ada.

Rigaux: Keputusan Sulit, tetapi Memerlukan Perubahan

Direktur teknik, Dévy Rigaux, dalam pengumuman klub menyatakan bahwa Van Persie telah “memberikan segalanya untuk klub” selama 18 bulan terakhir dan layak mendapatkan penghargaan atas cara dia membawa tim menduduki posisi kedua dalam musim yang penuh tantangan. Feyenoord melihat posisi kedua sebagai hal penting karena memastikan partisipasi di UEFA Champions League, yang memiliki arti sportiv dan finansial bagi klub. Rigaux menekankan bahwa analisis internal yang mendalam telah dilakukan, mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk perkembangan performa tim utama dan tren penurunan dalam perolehan poin. Penilaian klub menyebutkan bahwa tren ini berlaku baik di pertandingan Eropa maupun di Eredivisie. Kesimpulan manajemen adalah lebih baik menunjuk pelatih baru untuk memulai musim yang akan datang.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Feyenoord tidak menganggap keputusan ini sebagai reaksi terhadap satu hasil buruk, melainkan kesimpulan dari penilaian sportiv yang lebih luas. Dalam istilah sepak bola, menempati posisi kedua di liga Belanda tidak terlihat seperti kegagalan, terutama jika itu memberikan tempat di kompetisi elit Eropa. Namun, komunikasi klub menyiratkan bahwa dewan telah melihat gambaran yang lebih besar: kontinuitas performa, ritme perolehan poin, perkembangan permainan, dan penilaian apakah staf pelatih yang ada dapat memimpin tim menuju ambisi klub dalam jangka panjang. Dalam konteks ini, kepergian Van Persie menjadi tanda bahwa Feyenoord ingin menyelesaikan masalah pelatih lebih awal, sebelum persiapan, jendela transfer, dan tantangan Eropa memasuki fase paling intensif. Klub juga menghindari nada yang lebih keras dan menyoroti kontribusi pelatih dalam pengumuman tersebut, menjadikan keputusan ini sebagai langkah strategis ketimbang konfrontasi publik.

Posisi Kedua Tidak Cukup untuk Melanjutkan Kerja Sama

Berdasarkan tabel resmi Eredivisie, Feyenoord menutup musim di posisi kedua dengan 65 poin, tertinggal dari juara PSV yang meraih 84 poin. Tim Rotterdam ini mencatat 19 kemenangan, 8 hasil imbang, dan 7 kekalahan dalam 34 putaran liga, dengan selisih gol 70:44. Di belakang Feyenoord terdapat N.E.C. Nijmegen, FC Twente, Ajax, FC Utrecht, dan AZ, yang menunjukkan bahwa klub masih mempertahankan posisi di papan atas sepak bola Belanda. Namun, jarak 19 poin di belakang PSV jelas menunjukkan perbedaan antara peringkat dan pertarungan nyata untuk meraih gelar. Perbedaan ini menjadi bagian penting dari konteks keputusan dewan yang harus dipahami.

Baca juga:  FPL | "Pilihan FPL GW34: Sepuluh Pemain Dengan Bonus Poin Maksimal!"

Musim Feyenoord dapat ditafsirkan dari dua sisi. Di satu sisi, posisi kedua dan kualifikasi untuk Liga Champions merupakan standar minimal yang bisa dihargai oleh klub besar, terutama dalam lingkungan kompetitif di mana pendapatan Eropa dan eksposur internasional sangat penting untuk perencanaan skuat. Di sisi lain, penilaian resmi klub menunjukkan bahwa tabel liga bukan satu-satunya kriteria. Jika analisis internal menyimpulkan bahwa performa menurun, ritme perolehan poin memburuk, dan perkembangan tim tidak berjalan sesuai harapan, maka posisi kedua bukan argumen yang cukup kuat untuk melanjutkan kerja sama. Di klub-klub besar, termasuk Feyenoord yang penting di konteks Belanda, penilaian terhadap pelatih sering kali tidak hanya tergantung pada peringkat akhir, tetapi juga arah pergerakan tim.

Van Persie Tiba sebagai Ikon Klub dan Tanda Tangan Hingga 2027

Van Persie dilantik sebagai pelatih Feyenoord pada 23 Februari 2025, saat klub mengumumkan kesepakatan dengan sc Heerenveen untuk pemindahannya ke Rotterdam secara langsung. Pengumuman resmi saat itu menyatakan bahwa pelatih asal Rotterdam ini akan menandatangani kontrak hingga pertengahan 2027 dan segera memulai kerja di kompleks pelatihan 1908. Kehadirannya memiliki simbolisme yang kuat karena dia adalah pemain yang berasal dari akademi Feyenoord, debut di tim utama sebagai remaja, dan memenangkan UEFA Cup bersama klub pada tahun 2002. Setelah karier bermainnya, ia memulai jalur kepelatihan di dalam klub, bekerja dengan kelompok umur yang lebih muda, khususnya dengan para penyerang, sebelum kembali ke De Kuip dari Heerenveen. Feyenoord pada saat itu memperkenalkannya sebagai pelatih yang gagasan sepak bolanya sejalan dengan arah klub.

Pada Februari 2025, direktur umum Dennis te Kloese menggambarkan Van Persie sebagai “ikon sejati klub” yang mengenal Feyenoord dengan baik dan memahami apa yang dibutuhkan untuk meraih hasil. Klub kemudian menekankan karier bermainnya di tingkat internasional, visi sepak bola menyerang, intensitas, dan hasrat untuk mengembangkan pemain. René Hake dibawa sebagai asisten pelatih, seorang pelatih berpengalaman dari beberapa klub Belanda dan juga pernah berada di staf pelatih Manchester United. Pada periode yang sama, Pascal Bosschaart, yang sebelumnya memimpin tim setelah kepergian Brian Priske, dikembalikan ke posisi pelatih under-21 Feyenoord. Proyek ini memiliki titik awal yang jelas: menggabungkan identitas klub, pengembangan pemain, dan ambisi kompetitif setelah perubahan pelatih.

Kepergian Ini Memuat Perubahan Lebih Besar di Sektor Olahraga

Kepergian Van Persie tidak terjadi secara terpisah. Feyenoord sebelumnya telah mengumumkan penunjukan Dévy Rigaux sebagai direktur teknik yang baru pada 26 Mei 2026, dan pejabat Belgia tersebut resmi mulai bekerja di Rotterdam pada 1 Juni. Klub menyatakan bahwa Rigaux datang dari Club Brugge, di mana ia terlibat dalam kebijakan teknis, pemilihan staf kepelatihan, transfer, dan pemeliharaan filosofi sepak bola klub. Ketua dewan pengawas Toon van Bodegom menggambarkan Rigaux sebagai salah satu direktur teknik yang paling dihormati di sepak bola Eropa dan menyoroti kemampuannya melihat bakat. Dalam pengumuman klub, Rigaux dibawa masuk untuk lebih mengarahkan kebijakan teknis Feyenoord dan membangun kesuksesan olahraga.

Baca juga:  Menyusuri Tim Arsenal di Final Liga Champions 20 Tahun Lalu

Perubahan pelatih segera setelah kedatangan direktur teknik baru menunjukkan bahwa klub ingin menyelaraskan staf pelatih dengan kepemimpinan olahraga yang baru. Ini adalah proses umum dalam organisasi sepak bola yang ingin memiliki hierarki pengambilan keputusan yang lebih jelas dan model kerja yang dikenali, namun juga mengandung risiko karena terjadi menjelang jendela transfer dan musim baru. Menurut pengumuman klub, perubahan ini juga mempengaruhi sebagian staf: pelatih kiper Jyri Nieminen akan meninggalkan klub pada 1 Juli setelah tiga musim, sementara Said Bakkati sebelumnya diumumkan sebagai asisten pelatih untuk musim 2026/2027. Dengan kepergian Van Persie, masih terbuka bagaimana keputusan staf yang telah diumumkan sebelumnya akan sesuai dengan rencana penggantinya. Feyenoord harus segera menyelesaikan tidak hanya nama pelatih kepala, tetapi juga struktur seluruh tim pelatih.

Pengganti Menghadapi Tim dengan Kewajiban Eropa dan Ekspektasi Tinggi

Klub menyatakan bahwa mereka berharap untuk mengumumkan pelatih baru dalam beberapa minggu ke depan, yang menyisakan waktu relatif sedikit untuk ketidakpastian yang lama. Pelatih baru akan mengambil alih tim yang finis kedua di Eredivisie dan berhasil berpartisipasi di UEFA Champions League. Ini berarti penggantinya diharapkan dapat beradaptasi dengan cepat terhadap skuat yang ada, mengevaluasi kebutuhan di jendela transfer, dan mempersiapkan tim untuk ritme pertandingan domestik dan Eropa. Dalam beberapa tahun terakhir, Feyenoord telah membangun kembali statusnya sebagai penantang reguler untuk tempat di Eropa, sehingga keputusan kepelatihan tidak hanya diukur dari stabilisasi jangka pendek. Staf pelatih baru diharapkan dapat mengurangi kesenjangan dengan PSV, mempertahankan keunggulan atas rival lainnya, sambil tetap cukup kompetitif di Liga Champions.

Dengan kepergian ini, Van Persie menutup babak pertama dalam karier kepelatihannya di klub yang memiliki keterikatan pribadi dan profesional yang kuat. Kembali di Februari 2025 disambut sebagai upaya untuk menerjemahkan identitas klub menjadi sebuah proyek kepelatihan, namun berakhir sebelum kontraknya berakhir. Feyenoord mengucapkan selamat tinggal dengan nada yang pantas pada pengumumannya, menekankan upaya dan kualifikasi Liga Champions yang dicapai, tetapi juga jelas menunjukkan bahwa analisis internal mendukung perlunya perubahan. Dalam sepak bola, keputusan semacam ini sering kali meninggalkan kesan ganda: hasil yang dapat dibela dan penilaian perkembangan yang menuntun dewan untuk mengakhiri kerja sama. Dalam hal ini, penilaian tersebut menunjukkan bahwa musim baru harus dimulai dengan pelatih yang berbeda.

Sumber:
– Feyenoord – pengumuman resmi terkait kepergian Robin van Persie dari posisi pelatih kepala (tautan)
– Feyenoord – pengumuman resmi mengenai penunjukan Robin van Persie sebagai pelatih kepala pada Februari 2025 (tautan)
– Feyenoord – pengumuman resmi mengenai penunjukan Dévy Rigaux sebagai direktur teknik (tautan)
– VriendenLoterij Eredivisie – tabel resmi kejuaraan Belanda musim 2025/2026 (tautan)
– Feyenoord – pengumuman resmi terkait kepergian Brian Priske dan konteks perubahan pelatih (tautan)
– Feyenoord – pengumuman resmi mengenai kepergian pelatih kiper Jyri Nieminen (tautan)
– Feyenoord – pengumuman resmi mengenai kembalinya Said Bakkati ke tim pelatih (tautan)

(LC/GN)
sumber : karlobag.eu

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Belajar dari Arsenal: Kesempurnaan Bukan Tujuan, Fokus pada Perbaikan!

Belajar dari Arsenal menunjukkan bahwa kesempurnaan bukanlah tujuan utama, melainkan fokus pada...

Jadwal Crystal Palace di UEFA Europa League 26/27 Sudah Dirilis!

Jadwal Crystal Palace di UEFA Europa League 2026/27 telah resmi dirilis, menandai...

Forest Robinson, Penggemar Australia, Kejutan di Final Liga Champions Bersama Xavi Hernández!

Forest Robinson, penggemar Australia, terkejut saat melihat idolanya, Xavi Hernández, meraih kemenangan...

LCFC: Perjalanan Epic Menuju Perempat Final Liga Champions!

LCFC mencatat sejarah luar biasa dengan mencapai perempat final Liga Champions, mengalahkan...