Lakers Hadapi Offseason Penting Menuju Musim 2026-27

Manajer umum Lakers, Rob Pelinka, saat konferensi pers di bulan Juni 2024.
Los Angeles Lakers akan menghadapi offseason yang bisa jadi sangat menentukan, yang berpotensi membentuk arah franchise untuk tahun-tahun mendatang.
Ada banyak pertanyaan yang harus dijawab sebelum musim 2026-27 dimulai, namun dua prioritas utama dalam roster tetap mencolok: menambah pemain sayap yang berkualitas dan memperkuat frontcourt.
Evaluasi Opsi Menarik untuk Frontcourt Sebelum NBA Draft
Mencari sayap yang terbukti mampu bergabung dalam starting lineup bersama Luka Doncic, Austin Reaves, dan kemungkinan LeBron James, jika ia kembali, adalah langkah yang mungkin memerlukan biaya tinggi. Oleh karena itu, penambahan sayap yang signifikan diharapkan datang melalui pasar perdagangan.
Sementara untuk memperdalam frontcourt, Lakers bisa memanfaatkan NBA Draft yang akan berlangsung pada 23 dan 24 Juni, di mana mereka saat ini memiliki pilihan keseluruhan ke-25.
Dalam beberapa minggu terakhir, Lakers telah terhubung dengan berbagai prospek draft. Namun, organisasi ini tampaknya memperhatikan dengan seksama satu opsi frontcourt yang menarik.
Menurut Rookie Wire, Lakers diperkirakan akan melakukan workout terhadap sebanyak 22 prospek sebelum draft, termasuk forward dari Arizona, Koa Peat.
Koa Peat Menawarkan Produksi tetapi Memiliki Pertanyaan
Dalam 36 pertandingan musim ini, Peat mencatat rata-rata 14,1 poin, 5,6 rebound, 2,6 assist, dan hampir satu block per pertandingan dengan akurasi 52,8% dari lapangan.
Dia memainkan peran penting dalam perjalanan Arizona menuju Final Four, mencetak 21 poin dengan akurasi 8 dari 11 tembakan dalam kemenangan di Sweet 16 melawan Arkansas, dan menambah 20 poin, tujuh rebound, serta tiga assist saat mengalahkan Purdue di Final Four.
Meski memiliki fisik yang kuat, pemain berusia 19 tahun ini mencatat hanya 23 steal dan 25 block, yang membuat beberapa pengamat mempertanyakan kapasitas bertahannya.
O’Connor juga menyebutkan kekhawatiran terkait fleksibilitas ofensif Peat. “Masalahnya adalah dia tidak benar-benar melakukan tembakan, tidak bisa menciptakan peluang untuk dirinya sendiri tanpa bantuan, dan tidak akan mengejutkan siapa pun sebagai atlet vertikal,” tuturnya.
Shooting perimeter-nya masih perlu banyak perbaikan, dengan hanya 20 percobaan tiga angka yang dilakukan sepanjang musim 2025-26 dan berhasil memasukkan tujuh tembakan untuk persentase 35,0%.
Shooting free throw juga menjadi area yang perlu diperhatikan, dengan hanya 101 dari 162 tembakan yang berhasil, menghasilkan persentase 62,3%.
Keputusan Lakers untuk mempertahankan pilihan ke-25 atau memasukkan opsi tersebut dalam perdagangan untuk talenta yang sudah terbukti menjadi salah satu pertanyaan terbesar yang dihadapi organisasi. Jika Rob Pelinka dan kantor depan Lakers yang baru memutuskan untuk melanjutkan pilihan itu, beberapa prospek menjanjikan akan tersedia dalam jangkauan mereka, dan Peat bisa menjadi salah satu yang paling menarik.
(BA/GN)
sumber : heavy.com
Leave a comment