Perdebatan Seputar Keberhasilan Danny Green dan Lakers di NBA 2020
Keberhasilan Danny Green dan Los Angeles Lakers dalam meraih gelar juara NBA 2020 menjadi salah satu topik yang paling banyak diperbincangkan dalam sejarah liga. Gelar ini diraih di tengah pandemi COVID-19, saat turnamen dilangsungkan di The Bubble, Orlando.
Tantangan di The Bubble
Green dan para penggemar tim berpendapat bahwa memenangkan gelar di dalam kondisi yang tidak biasa tersebut jauh lebih sulit. Namun, ada juga pandangan yang mengatakan bahwa tidak adanya perjalanan jauh menjadikan jalannya permainan menjadi lebih mudah. Pada hari Minggu, Green mengungkapkan pendapatnya, menyatakan bahwa itu adalah “gelar yang jauh lebih sulit” dibandingkan yang pernah ia raih sebelumnya.
“Itu adalah gelar juara yang paling sulit saya peroleh. Kami adalah tim yang ikonik dan legendaris. Saya rasa kami tetap akan menang meskipun bukan di dalam bubble,” kata Green.
Respon Penggemar
Reaksi dari penggemar terbagi dalam kolom komentar. Beberapa mengaku skeptis terhadap pendapat Green.
- “Saya janji, kalian tidak akan menang jika bukan di dalam bubble,” tulis salah satu penggemar.
- “Orang-orang masih berani menyebutnya sebagai ‘cincin Mickey Mouse’,” komentar lainnya.
- “Lupakan, Lakers dihadapkan pada tekanan Kobe, isolasi di bubble, tidak ada dukungan dari penonton, dan LeBron yang bermain seperti setiap pertandingan adalah playoff,” tulis seorang pengguna.
- “Tanpa bubble, LBJ dan AD tidak akan sepenuhnya sehat untuk playoff dan akan tersingkir di putaran pertama,” ungkap fans lainnya.
- “Mereka memiliki jeda 4 bulan untuk kembali bugar,” komentar lain menekankan hal yang sama.
- “Tanpa perjalanan jauh, saya rasa James membayar Green untuk mengatakannya,” sindir penggemar lainnya.
Karisma Danny Green di NBA
Danny Green memulai karirnya di NBA sebagai pilihan ke-49 di putaran kedua oleh Cleveland Cavaliers pada tahun 2009. Selama 15 musim, ia membela Cavaliers, San Antonio Spurs, Philadelphia 76ers, Toronto Raptors, Memphis Grizzlies, dan Lakers. Pemain berposisi swingman dengan tinggi 6 kaki 6 inci ini mengumumkan pensiunnya pada 10 Oktober 2024.
Green dikenal sebagai seorang shooter andal dengan tembakan tiga poin. Ia berhasil mencetak 1.577 tembakan dari luar garis tiga poin dengan akurasi 40,0%. Di akhir karirnya, ia berhasil meraih gelar juara di tiga NBA Finals dan terpilih sebagai anggota All-Defensive Second-Team pada tahun 2017. Gelar juara ia raih bersama Spurs, Raptors, dan Lakers.
Dampak Gelar NBA 2020
Keberhasilan Los Angeles Lakers di NBA 2020 tetap menjadi sorotan, baik dari fans maupun pengamat bola basket. Meskipun ada banyak pro dan kontra mengenai tantangan yang dihadapi, kontribusi Green dan rekan-rekannya di lapangan tidak dapat dipandang sebelah mata. Gelar ini tidak hanya menjadi pencapaian bagi mereka, tapi juga mengingatkan pada ketahanan dan semangat juang dalam situasi yang tidak biasa.
(BA/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment