Kondisi Terkini Joshua Kimmich dan Bayern Munich
Joshua Kimmich semakin menjadi sorotan di Jerman, terutama setelah beberapa kegagalan yang dialami timnas. Meskipun kemampuannya di lapangan tak dapat diragukan, sikap kerasnya dan beberapa insiden di masa lalu memperburuk citranya di mata penggemar. Banyak yang menilai Kimmich sebagai simbol dari ‘generasi pecundang’ di sepak bola Jerman. Penampilan pertamanya di turnamen besar adalah pada Kejuaraan Eropa 2016, di mana Jerman mencapai semifinal, namun ia hanya tampil sekali. Di Piala Dunia 2018, Jerman terpaksa pulang lebih awal dari babak grup, menciptakan kesan negatif yang terus membayangi karirnya.
Kegagalan di Turnamen Internasional
Turnamen Euro 2021 juga berakhir buruk, dengan Piala Dunia 2022 yang mengikuti mengulang kekecewaan serupa. Dalam Piala Eropa 2024, Jerman tersingkir di perempat final, menambah deretan kegagalan yang membuat Kimmich menjadi sasaran kritik dari para penggemar. Tentu saja, situasi ini tidak mudah bagi seorang atlet yang merasa terjebak dalam narasi tersebut.
Dukungan Bayern Munich yang Memudar
Selama masa-masa sulit ini, Bayern Munich merupakan satu-satunya dukungan yang diharapkan Kimmich. Presiden kehormatan Uli Hoeneß sering menyampaikan dukungan publik untuknya. Namun, situasi berubah ketika Thomas Tuchel menjabat sebagai pelatih kepala pada 2023. Ketidakcocokan antara Tuchel dan Kimmich memperburuk keadaan, membuat kritik semakin berkembang dan dukungan dari klub tampak berkurang drastis.
Situasi Kontrak dan Masa Depan Kimmich
Kimmich menghadapi ketidakpastian ketika kontraknya berakhir pada 2025 dan solusi mengenai pembaruan belum jelas. Dalam wawancara dengan ZDF, Kimmich menyampaikan kekhawatirannya. “Dukungan klub bukanlah apa yang saya harapkan,” katanya. Diskusi mengenai perpanjangan kontrak sempat terhenti, membuatnya tidak merasa dihargai. Bahkan, saat berbicara dengan anggota dewan baru Max Eberl, Kimmich mendapat kesan bahwa klub terbuka untuk melepasnya jika ada penawaran yang tepat.
Peluang Bergabung dengan Paris Saint-Germain
Memasuki tahun 2025, Kimmich mulai mendapatkan tawaran dari klub-klub lain, termasuk Paris Saint-Germain yang dinilai sangat serius. “Paris menunjukkan komitmen yang kuat kepada saya. Saya berbicara dengan direktur olahraga dan pelatih mereka, dan memberikan kesan yang sangat mendalam,” ujarnya. Meski tawaran finansial sangat menarik, Kimmich mengaku tak ingin uang menjadi satu-satunya faktor dalam keputusan kariernya.
Kembali ke Bayern dan Dukungan Vincent Kompany
Pada akhirnya, Kimmich memilih untuk memperpanjang kontraknya di Bayern hingga 2029. Pelatih baru Vincent Kompany memiliki peran besar dalam perubahan ini. “Saya merasa sangat dipercaya. Memperpanjang kontrak saya di Bayern adalah keputusan yang tepat,” kata Kimmich. Sejak kedatangan Kompany, Kimmich telah kembali ke peran sentral di lini tengah dan sempat mengenakan ban kapten buat Bayern Munich, menunjukkan kebangkitan kariernya.
Kondisi Kimmich memberi harapan baru, khususnya menjelang Piala Dunia 2026, di mana ia diharapkan memimpin timnas Jerman. Dengan meningkatnya kepercayaan diri, Kimmich bertekad untuk membawa timnya meraih kesuksesan di pentas internasional mendatang.
(SA/GN)
sumber : www.bavarianfootballworks.com
Leave a comment