Wasit Somalia Omar Artan Ditunjuk Memimpin Pertandingan UEFA Super Cup
Wasit asal Somalia, Omar Artan, yang sebelumnya dilarang masuk ke Amerika Serikat untuk Piala Dunia, kini terpilih untuk memimpin pertandingan bergengsi UEFA Super Cup pada bulan Agustus. UEFA mengumumkan bahwa Artan akan menjadi wasit dalam laga yang mempertemukan juara Liga Champions, Paris Saint-Germain, dan juara Liga Europa, Aston Villa, pada tanggal 12 Agustus di Salzburg, Austria.
Pernyataan UEFA
Presiden UEFA, Aleksander Čeferin, menyatakan bahwa sepak bola adalah alat untuk mempertemukan orang-orang. Ia ingin menunjukkan penghormatan kepada Omar dan keterampilan kepemimpinannya yang luar biasa.
Kembali ke Somalia
Setelah ditolak masuk ke Miami dan diinterogasi selama 11 jam oleh pihak berwenang AS, Omar Artan mendapatkan sambutan meriah saat kembali ke Somalia. Dia dipulangkan ke Turki setelah pihak AS mengklaim bahwa ia memiliki hubungan dengan organisasi teroris, meskipun tanpa bukti yang jelas.
Kritik atas Kebijakan Imigrasi AS
Perlakuan terhadap Artan memicu kekhawatiran tentang kebijakan imigrasi AS terkait Piala Dunia, yang mendapat kritik dari pejabat tinggi hak asasi manusia PBB baru-baru ini.
Tanggapan FIFA dan UEFA
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa FIFA tidak bisa mencegah kejadian yang dialami Artan dan mengakui bahwa mereka tidak memiliki kekuasaan untuk mengatur pemerintah atau aparat keamanan. Artan, yang berusia 34 tahun, telah dinyatakan sebagai wasit terbaik di Afrika musim lalu dan turut serta dalam pertandingan final Liga Champions Afrika bulan lalu.
Penghormatan dan Kesempatan untuk Afrika
Čeferin juga menjelaskan bahwa UEFA bekerja sama dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika dan presiden Patrice Motsepe untuk mencapai keputusan ini. Motsepe menilai bahwa pengangkatan Artan merupakan kebanggaan bagi Somalia dan seluruh benua Afrika. Ia menambahkan bahwa ini adalah kehormatan besar bagi Artan serta wasit dari Afrika, dan menjadi contoh nyata bagaimana sepak bola bisa menyatukan orang dari berbagai belahan dunia.
Omar Artan kini menjadi sorotan, bukan hanya sebagai wasit berprestasi, tetapi juga sebagai simbol solidaritas serta harapan bagi para wasit dan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
(LC/GN)
sumber : www.1news.co.nz
Leave a comment