Home Sepakbola Inggris Premier League Chris Richards buat rekor baru passing Piala Dunia!
Premier League

Chris Richards buat rekor baru passing Piala Dunia!

Share
Share

Rekor Pass Sempurna Chris Richards di Piala Dunia

Dalam penampilan gemilang timnas Amerika Serikat, yang dipenuhi rotasi tajam, dribble menjelajahi, dan serangan cepat, sosok yang paling tidak mencolok justru mencetak rekor pribadi di Piala Dunia. Bek tengah Chris Richards berhasil menyelesaikan 84 operan dalam kemenangan 4-1 melawan Paraguay di Los Angeles pada hari Jumat, menjadi yang terbanyak oleh seorang pemain tanpa kesalahan dalam sebuah pertandingan Piala Dunia sejak catatan dimulai pada 1966.

Sebuah Tradisi Baru di Piala Dunia

Mencetak rekor ini mulai menjadi tradisi di Piala Dunia. Richards mengalahkan bek Inggris John Stones, yang menyelesaikan 71 operan tanpa kesalahan melawan Prancis di perempat final 2022. Sebelumnya, Stones juga merebut rekor dari Miranda, bek Brasil, yang mencatatkan 59 operan di fase grup Piala Dunia 2018. Dengan demikian, angka ini terus meningkat dalam tiga turnamen berturut-turut.

Tetapi, apakah akurasi operan sempurna benar-benar sebuah prestasi? Hal ini bergantung pada sudut pandang. Bagi sebagian orang, ini mencerminkan ketenangan dan kontrol seorang pemain saat menguasai bola, sementara bagi yang lain, hal ini bisa menunjukkan gaya yang terlalu hati-hati.

Perspektif yang Berbeda

Pemain kreatif Prancis dan Manchester City, Rayan Cherki, mengungkapkan pandangannya. Ia berpendapat, “Bermain dalam sebuah pertandingan sempurna dengan 99 persen operan berhasil memang bagus, tetapi memiliki lima atau enam momen brilian jauh lebih berarti,” ujar Cherki dalam wawancaranya dengan media Prancis, L’Equipe.

Peta operan Richards melawan Paraguay menunjukkan dominasi operan ke samping yang mungkin tidak akan memperoleh persetujuan Cherki. Pemain berusia 26 tahun ini, yang juga bermain untuk Crystal Palace di Premier League, hanya mengarahkan 17,9 persen operannya ke depan dan hanya mencoba satu bola panjang.

Baca juga:  Callum Hudson-Odoi absen di akhir musim setelah operasi kaki.

Jalannya Pertandingan

Dari kick-off, terlihat jelas bahwa niat timnas AS adalah mengurung Paraguay. Mereka mengirimkan bola ke luar lapangan di wilayah lawan untuk segera melakukan tekanan intens. Sementara itu, Paraguay memilih untuk bertahan, mundur ke setengah lapangan mereka, dan mencoba memanfaatkan peluang serangan balik.

Dinamik taktis ini membuat AS menguasai 65 persen penguasaan bola dan mengadopsi formasi 3-2-5 saat menguasai bola, di mana Richards ditemani pasangan bek tengah Tim Ream di sisi kiri dan bek kanan Alex Freeman yang berperan sebagai bek tengah ketiga di sisi seberang.

Dari 84 operan Richards, 55 di antaranya langsung ditujukan kepada satu di antara kedua pemain tersebut, sebagian besar dilakukan tanpa tekanan dari Paraguay.

Statistik Pertandingan

Penguasaan wilayah yang sangat dominan—54 sentuhan Paraguay di area serangan sangat jauh dibandingkan dengan 264 sentuhan yang dicatat Amerika—juga berarti Richards jarang perlu melakukan operan di area yang padat atau setelah berusaha merebut bola yang diperebutkan.

Momen awal gol pembuka merupakan contoh langka di mana ia terlibat dalam permainan yang penuh risiko. Ia berhasil mengumpulkan bola kedua dari duel Ream, berbalik dengan tenang dari tekanan, dan menemukan Freeman, yang kemudian memulai rangkaian serangan hingga menghasilkan gol bunuh diri Damian Bobadilla di menit ketujuh.

Tetapi tidak semua operan yang dimainkan Richards merupakan umpan aman. Ia juga berhasil mengalirkan bola melalui lini tengah Paraguay yang padat untuk menemukan Malik Tillman yang bebas di lingkaran tengah. Di lain waktu, ia juga memberikan operan tepat ke depan untuk Weston McKennie.

Kualitas Permainan

Yang lebih mengesankan, Richards masuk ke pertandingan ini dengan keraguan fisik, setelah absen di pertandingan persahabatan melawan Jerman seminggu sebelumnya. Namun, tidak ada tanda-tanda kurangnya kewaspadaan dalam permainannya. Hal ini juga menunjukkan fleksibilitas taktis Richards, yang dikenal dengan gaya bermain langsung di tingkat klub bersama Palace. Ia mencatatkan akurasi pass 84 persen di Premier League musim lalu, namun dengan mudah beradaptasi dengan pendekatan yang lebih mengutamakan penguasaan bola yang diterapkan oleh pelatih timnas AS, Mauricio Pochettino.

Baca juga:  Rugby India meluncurkan edisi kedua Rugby Premier League di Hyderabad!

Walaupun banyak operan yang terlihat sederhana, menyelesaikan 84 operan tanpa kesalahan bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata. Jika setiap operan memiliki 99 persen peluang untuk berhasil, probabilitas untuk menyelesaikan semuanya tetap hanya 43 persen.

Johan Cruyff, legenda sepak bola Belanda, pernah mengatakan, “Bermain sepak bola itu sangat sederhana, tetapi memainkan sepak bola dengan sederhana adalah hal tersulit.” Pernyataan ini mencerminkan mengapa penampilan tenang Richards malam itu begitu mengesankan.

(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Tottenham Umumkan 13 Kesepakatan Musim Panas, Dua Transaksi Sudah Tuntas!

Tottenham Hotspur mengumumkan 13 kesepakatan transfer musim panas, dengan dua transaksi utama...

Alvaro Arbeloa Siap Tembus Premier League!

Alvaro Arbeloa menyatakan kesiapan untuk kembali ke Premier League, berambisi tampil impresif...

Barang-barang pemain tim nasional Inggris: apa saja yang mereka bawa?

Pemain tim nasional Inggris membawa barang penting seperti perlengkapan olahraga, pakaian nyaman,...

Perubahan Aturan Premier League 2026-27: Waktu Istirahat dan Substitusi Ditambah!

Premier League 2026-27 akan menerapkan perubahan signifikan dengan penambahan waktu istirahat dan...