Reaksi Charles Barkley Usai Comeback Knicks Atas Spurs di Final NBA
Setelah New York Knicks berhasil membalikkan keadaan dan mengalahkan San Antonio Spurs dengan skor 115-111 dalam Game 4 NBA Finals 2026, analis ESPN Inside the NBA, Charles Barkley, melontarkan kritik pedas terhadap Spurs. Barkley menyebut San Antonio sebagai “tim basket paling bodoh dalam sejarah peradaban” setelah kebangkitan yang mengejutkan tersebut.
Kritikan Pedas Barkley
“Kami menyaksikan tim basket yang paling bodoh dalam sejarah peradaban!” kata Barkley dalam acara Inside the NBA pada Rabu malam. “Mereka memiliki keunggulan 25 poin, tetapi malah mengambil delapan tembakan tiga poin berturut-turut. Itu adalah permainan yang sangat buruk dalam pengelolaan dan kelakuan bodoh.”
Barkley menambahkan, “Saat kamu membuang keunggulan 29 poin, tim lawan harus membantu kamu. San Antonio Spurs membantu New York Knicks memenangkan pertandingan ini dengan melakukan beberapa hal paling bodoh yang pernah saya lihat di lapangan basket.”
Klarifikasi dari Barkley
Beberapa saat sebelum acara NBA Tip-Off pada Sabtu malam menjelang Game 5 di San Antonio, Barkley memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pernyataannya.
Charles Barkley: “Saya mendapatkan beberapa panggilan dari pelatih NBA, dan saya ingin jelas. Sangat jelas. Jadi, ketika saya mengatakan itu adalah permainan yang sangat bodoh malam itu, saya berbicara tentang pemain (Spurs). Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak berbicara tentang pelatih (Mitch) Johnson.”
Barkley melanjutkan, “Saya ingin mendukungnya, karena dia adalah pelatih kulit hitam. Kita tidak punya banyak pelatih kepala kulit hitam di NBA. Jadi, saya ingin menegaskan itu… Ini adalah pemain yang melakukan kesalahan bodoh.”
Analisis yang dikemukakan oleh Kenny Smith, rekan Barkley di Inside the NBA, mempertanyakan lebih jauh mengenai komentar tersebut. “Apa yang kamu maksudkan, bukan pelatih yang ada hubungannya, hanya pemain? Jelaskan,” kata Kenny.
Barkley menjelaskan, “Pelatih, menurut saya, hanya bisa melakukan satu hal yang berbeda yaitu memanggil timeout. Tetapi dia tidak menembak itu seperti De’Aaron Fox… Dia tidak menggambar sembilan rencana tiga poin berturut-turut… Pemain yang melakukan kesalahan bodoh, bukan pelatih.”
Pendapat O’Neal
Shaquille O’Neal, juga analis Inside the NBA, menambahkan, “Pekerjaan pelatih, bagi saya, adalah memberikan disiplin. Dan timnya tidak memiliki disiplin.”
Barkley kembali menekankan, “Saya hanya ingin menegaskan bahwa saya berbicara tentang para pemain. Saya tidak ingin mengkritik pelatih kulit hitam muda. Kita perlu lebih banyak pelatih kulit hitam muda di NBA. Tetapi ada beberapa pemain yang melakukan kesalahan bodoh. Jadi, jika pelatih Johnson merasa tersinggung dengan komentar saya, saya ingin meminta maaf kepadanya.”
Refleksi atas Komentar Barkley
Menarik juga bahwa beberapa pelatih NBA merasa perlu menghubungi Barkley mengenai komentar tersebut, dan ia memilih untuk memberikan klarifikasi. Barkley dikenal sebagai sosok yang jarang mundur dari pendapatnya atau peduli dengan kritik, jadi untuk mengambil waktu menjelaskan maksudnya menunjukkan rasa hormatnya kepada Johnson dan juga kepada pelatih NBA lainnya.
Namun, ketika sebuah tim membuang keunggulan 29 poin di Final NBA, hal itu tetap memicu pertanyaan terhadap kepemimpinan pelatih, setidaknya untuk pertandingan tersebut.
(BA/GN)
sumber : awfulannouncing.com
Leave a comment