Sejarah dan Proses Transfer di Liga Primer
Dalam dunia sepak bola, pemindahan pemain menjadi salah satu aspek yang menarik perhatian. Kami akan mengulas sejarah transfer pemain, baik di pasar musim panas maupun musim dingin, serta bagaimana proses transfer di Liga Primer berlangsung.
Apa Dasar dari Transfer Pemain?
Konsep transfer pemain mulai dikenal setelah The Football Association (FA) melegalkan profesionalisme dalam sepak bola pada tahun 1885 serta memperkenalkan sistem pendaftaran pemain. Pada masa itu, klub memiliki kekuasaan besar, terutama setelah munculnya sistem retain-and-transfer dalam Liga Sepak Bola.
Sejak musim 1893/94, klub bisa mempertahankan pendaftaran pemain tanpa batas waktu, bahkan setelah kontrak mereka berakhir, guna mencegah pemain pindah. Klub juga tidak diharuskan untuk membayar atau memainkan pemain yang mereka tolak untuk dilepas. Hal ini membuat klub mulai meminta biaya untuk transfer pendaftaran.
Namun, George Eastham memperjuangkan hak para pemain, merasa bahwa mereka memiliki “hak yang hampir tidak ada sama sekali.” Setelah Newcastle United menolak permintaannya untuk berpindah klub pada tahun 1959, ia melakukan mogok kerja hingga akhirnya dijual ke Arsenal pada tahun 1960 dengan harga £47.500.
Eastham kemudian membawa kasus ini ke Pengadilan Tinggi pada tahun 1963, dan pengadilan memutuskan bahwa sistem tersebut merupakan “pembatasan perdagangan.” Kemenangan ini menjadi tonggak untuk meningkatkan hak pemain serta kemampuan mereka untuk berpindah klub, sekaligus membentuk landasan untuk negosiasi transfer di era modern.
Reformasi besar dalam transfer kemudian terjadi dengan putusan “Bosman” pada tahun 1995, yang memungkinkan pemain untuk pindah secara gratis setelah kontrak mereka berakhir.
Apa Itu Jendela Transfer?
Sistem dua jendela transfer diperkenalkan pada musim 2002/03. Jendela ini merupakan bagian dari kesepakatan dengan Komisi Eropa mengenai sistem transfer serta stabilitas kontrak bagi pemain dan klub, sambil memungkinkan perpindahan pada waktu yang telah ditentukan, yaitu di musim panas dan musim dingin.
Sebelum itu, di Liga Premier, pemain dapat diperdagangkan sepanjang musim hingga 31 Maret. Hal ini dikhawatirkan dapat merusak integritas kompetisi, misalnya jika klub yang sedang mengejar gelar merekrut pemain dari klub yang tidak memiliki kepentingan di akhir musim.
Setiap liga dan asosiasi memiliki ruang yang terbatas untuk menentukan tanggal jendela transfer. Klub Liga Premier memilih untuk memajukan tanggal penutupan jendela musim panas 2018 dan 2019 menjadi sehari sebelum musim dimulai, demi mengurangi gangguan saat musim sudah berjalan.
FIFA menetapkan parameter untuk jendela ini, dan jika kompetisi tidak mematuhi, mereka bisa berisiko dikenakan sanksi. Klub hanya bisa membeli pemain saat jendela transfer dibuka, tetapi masih dapat menjual pemain ke klub di liga yang jendela transfernya tetap terbuka.
Bagaimana Proses Transfer Terjadi?
Ketika sebuah klub mengidentifikasi pemain yang ingin ditandatangani, dua kesepakatan utama diperlukan antara ketiga pihak yang terlibat untuk menyelesaikan transfer. Kesepakatan pertama antara klub pembeli dan penjual, dan yang kedua antara klub pembeli dan pemain.
Kesepakatan mengenai biaya transfer biasanya dicapai setelah negosiasi antara kedua klub. Dalam beberapa kasus, klausul pembelian juga dimasukkan dalam kontrak pemain, yang memudahkan negosiasi antar klub. Ketika klub menandatangani kontrak tahunan setelah sistem pendaftaran pemain FA diperkenalkan di akhir 1800-an, sekarang kesepakatan ini sering kali berupa kontrak multi-tahun.
Kontrak pemain kini umum mencakup gaji mingguan, biaya pendaftaran, dan bonus. Pembayaran hak citra serta klausul tambahan juga bisa dimasukkan. Contoh bonus termasuk pembayaran atas pencapaian terkait performa, seperti jumlah penampilan, gol, dan clean sheet.
Setelah semua pihak sepakat dengan rincian tersebut, pemain akan menyelesaikan kepindahannya, dengan syarat lulus pemeriksaan medis serta memperoleh izin kerja, jika diperlukan.
Perbedaan antara Jendela Transfer Januari dan Musim Panas
Jendela transfer musim panas berlangsung hampir tiga bulan, sementara jendela Januari hanya satu bulan. Waktu tambahan di musim panas memungkinkan klub untuk lebih mempertimbangkan keputusan mereka. Selain itu, pemain baru bisa mengikuti pramusim dengan tim baru, memudahkan adaptasi.
Namun, jendela Januari memberikan kesempatan bagi klub untuk menambah pemain jika musim tidak berjalan sesuai rencana, seperti mendukung manajer baru yang diangkat di tengah musim. Dalam konteks hukum, biasanya lebih sedikit transaksi dilakukan pada bulan Januari karena klub cenderung lebih enggan menjual pemain kunci di pertengahan musim.
Pemain yang sedang berada dalam kontrak enam bulan terakhir dari klub lain juga bisa dinegosiasikan untuk bergabung mulai 1 Januari. Berkat keputusan Bosman, hal ini memungkinkan pemain untuk bernegosiasi dengan klub asing sejak awal tahun. Salah satu contoh adalah Steve McManaman yang menjadi pemain Premier League terkenal pertama yang melakukan hal ini.
Secara tradisional, lebih sedikit kesepakatan langsung yang terjadi di bulan Januari, dengan klub enggan kehilangan pemain kunci di tengah musim. Proses integrasi pemain baru di tengah musim juga seringkali menjadi tantangan tersendiri.
Dengan perubahan aturan dan perkembangan dalam mekanisme transfer, setiap jendela transfer semakin membuka peluang baru untuk klub, pemain, serta seluruh kompetisi yang ada.
(PL/GN)
sumber : www.premierleague.com
Leave a comment