Tom Aspinall Siap Hadapi Ciryl Gane untuk Perebutan Gelar Juara Kelas Berat UFC di Paris September Nanti
Juara kelas berat UFC, Tom Aspinall, telah menyatakan kesiapannya untuk meladeni tantangan petarung asal Prancis, Ciryl Gane, dalam laga perebutan gelar juara tak terbantahkan di Paris pada bulan September mendatang.
Kesiapan Aspinall dan Gelar Interim Gane
Aspinall sendiri saat ini tengah dalam masa pemulihan dari cedera mata. Ia menyaksikan langsung saat Gane berhasil mengungguli Alex Pereira dan meraih gelar juara kelas berat interim pada gelaran UFC Freedom 250 yang berlangsung hari Minggu di White House.
Meski tidak secara spesifik menyebut nama Aspinall pasca kemenangannya, Gane (36 tahun) telah menegaskan bahwa ia siap untuk pertandingan ulang. Menanggapi hal tersebut, petarung asal Inggris ini pun langsung menyerukan agar pertarungan tersebut digelar di tanah Prancis.
“Paris di bulan September? Saya akan melakukannya,” ujar Aspinall. “Saya akan ke Paris. Beri tahu saya. Saya akan ada di sana.”
Sejarah Persaingan dan Kontroversi
Pertemuan pertama antara kedua petarung pada bulan Oktober tahun lalu berakhir sebagai *no contest*. Penyebabnya adalah *eye pokes* berulang dari Gane yang membuat Aspinall tidak dapat melanjutkan pertarungan.
Aspinall kemudian harus menjalani operasi pada bulan Februari setelah mengalami kerusakan pada kedua matanya. Pada bulan Mei, ia mengabarkan bahwa ia sudah kembali berlatih tanpa kontak.
Sebelumnya, Aspinall pernah menyebut Gane sebagai “curang” setelah insiden tersebut. Kini, ia kembali mengkritik penggunaan sikut oleh Gane dalam kemenangannya atas Pereira.
Kontroversi Sikut Ilegal di UFC Freedom 250
Dalam pertarungan melawan Pereira, Gane menjatuhkan sang lawan dengan pukulan tangan kiri sebelum terlihat melancarkan sikut ke bagian belakang kepala petarung Brasil itu. Aksi tersebut merupakan pelanggaran dalam aturan MMA, namun wasit Herb Dean tidak memberikan teguran.
Kemenangan *stoppage* di ronde kedua pada acara yang bertepatan dengan ulang tahun ke-80 Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu sekaligus mengakhiri harapan Pereira untuk menjadi juara tiga divisi pertama dalam sejarah UFC.
“Sikut-sikut itu terlihat sedikit ilegal,” kata Aspinall (33 tahun). “Terlihat sangat ilegal. Ada apa ini? Menjatuhkannya dengan sebuah jab dan dia sekarang mengayun-ayunkan pukulan berusaha untuk menghabisinya. Dia terlihat bagus. Saya harus menonton ulang pertarungan itu. Terlihat banyak sikut ilegal terjadi. Pukulan-pukulan ilegal, tapi secara umum dia tampil bagus.”
Menuju Unifikasi Gelar di Paris
Jika pertarungan ini benar-benar terwujud, laga antara Tom Aspinall dan Ciryl Gane akan menjadi salah satu pertarungan kelas berat paling ditunggu-tunggu dalam kalender UFC. Pertemuan ini tidak hanya akan menyatukan gelar juara tak terbantahkan dan interim, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Aspinall untuk membalas dendam atas insiden *eye pokes* di pertemuan pertama mereka. Lokasi di Paris juga akan memberikan nuansa istimewa bagi Gane yang merupakan petarung tuan rumah. Detail lebih lanjut mengenai tanggal pasti dan platform siaran resmi untuk wilayah Indonesia akan diumumkan menyusul.
(OL/GN)
sumber : www.bbc.co.uk
Leave a comment