Home Sepakbola Champions League Michael Essien nostalgia masa kejayaannya di Stamford Bridge!
Champions League

Michael Essien nostalgia masa kejayaannya di Stamford Bridge!

Share
Share

Mengenang Karier Legendaris Michael Essien di Chelsea

Dengan persiapan Ghana menghadapi Panama di ajang Piala Dunia FIFA 2026, tak dapat dipisahkan bagi para pendukung Chelsea untuk mengingat Michael Essien, sosok legendaris bagi klub dan negaranya. Mari kita telusuri kembali perjalanan Essien di Chelsea melalui pandangannya sendiri.

Kesepakatan Panjang untuk Bergabung

Pada musim panas 2005, Chelsea baru saja meraih gelar juara Premier League untuk pertama kalinya dengan sangat meyakinkan. Namun, mereka tidak berencana untuk berhenti di situ. Hernan Crespo kembali dari masa pinjaman di AC Milan setelah mencetak dua gol di final UEFA Champions League melawan Liverpool, sementara Shaun Wright-Phillips, salah satu prospek muda paling menjanjikan di Inggris, juga bergabung.

Tapi, yang menjadi fokus utama Chelsea saat itu adalah mencari gelandang baru, dan satu nama yang ada dalam daftar adalah Michael Essien. Nama Essien mungkin belum dikenal luas di Inggris, selain bahwa dia merupakan pilar penting di Lyon, klub yang pada saat itu mendominasi liga Prancis. Dalam dua musim terakhir, dia membantu Lyon meraih gelar Ligue 1 secara beruntun, dan pada musim kedua dia dinobatkan sebagai pemain terbaik di Prancis.

Kisah Awal di Stamford Bridge

“Itu terjadi 20 tahun yang lalu,” ujar Essien. “Didier [Drogba] menghubungi Florent [Malouda] untuk memberi tahu bahwa Jose [Mourinho] ingin berbicara dengan saya. Kebetulan saya sedang di sebuah acara barbekyu dengan Malouda, yang merupakan rekan setim saya di Lyon, dan dari situlah segalanya dimulai.”

Namun, pemilik Lyon memiliki penilaian tersendiri dan enggan melepasnya, sehingga terjadilah proses transfer yang panjang. “Saya tetap profesional, tidak ingin memaksa, tetapi akhirnya kesepakatan tercapai,” tambahnya. Transfer yang berlangsung selama musim panas itu akhirnya mencapai kesepakatan dengan biaya rekor klub sebelum musim baru dimulai, membuka jalan bagi perjalanan sembilan tahun yang penuh cinta di Chelsea.

Baca juga:  Rasakan kembali gol, statistik, dan update Premier League!

Hubungan yang Erat dengan Pendukung

“Saya sangat menikmati waktu di klub ini,” kata Essien. “Saya memenangkan banyak trofi, dan itu sangat berarti bagi saya. Hubungan saya dengan pemilik, manajemen, staf, dan penggemar adalah yang terpenting.”

Ia mencatat bahwa interaksinya dengan pendukung sangat positif. “Saya berharap mereka memiliki kenangan baik tentang saya, karena saya selalu berusaha yang terbaik untuk mereka. Di manapun saya berada, saya masih memiliki hubungan baik dengan penggemar Chelsea.”

Kecocokan yang Ideal

Essien merasa cepat beradaptasi di Chelsea, bermain di tengah-tengah Frank Lampard dan Claude Makelele. Dia merupakan sosok yang kuat, atletis, dan memiliki kemampuan teknis yang sering kali diabaikan.

“Melihat kembali, saya pikir itu sangat cocok,” ujarnya. “Saya mengejutkan beberapa orang dengan kemampuan saya. Banyak pendukung di luar Prancis yang belum mengenal saya, tapi begitu mereka melihat saya bermain, mereka mulai menyukai saya.”

Kisah Sukses di Pertandingan

Di akhir musim pertama, Chelsea berhasil mempertahankan gelar Premier League dengan kemenangan 3-0 melawan Manchester United. Essien terabadikan dalam foto legendari, duduk di depan trofi sambil memandangnya dengan gelora dan kekaguman.

“Saya ingat dengan baik. Itu adalah momen yang penuh kegembiraan,” kenangnya.

Essien menunjukkan kualitas hebatnya di berbagai posisi, dari menjadi bek tengah hingga bermain di posisi bek kanan. Ia berperan penting dalam penampilan Chelsea di final FA Cup dan juga di final Champions League.

Gol yang Mengesankan

Essien mencetak 25 gol dari 256 penampilan, dengan dua di antaranya mendapatkan penghargaan Goal of the Season. “Saya sering ditanya tentang mana yang lebih baik dan saya akan mengatakan gol melawan Arsenal, karena itu menjaga rekor tidak terkalahkan kami di kandang,” jelasnya. “Gol Barcelona juga spesial, tapi saya harus mengakui gol Arsenal lebih berarti.”

Baca juga:  PSG Tampil Mengecewakan di Piala Dunia: Rangkuman Rabu yang Suram

Perjuangan Melawan Cedera

Meski begitu, akhir kariernya di Chelsea tidak lepas dari masalah cedera yang membuatnya tidak bisa tampil maksimal. Namun, dia tetap merasakan kebahagiaan saat Chelsea meraih gelar Champions League pada musim 2011/12.

“Akhirnya bisa memenangkan trofi itu setelah berusaha bertahun-tahun sangat berarti bagi saya. Apalagi bagi para pemain yang pernah merasakan kegagalan di final sebelumnya,” ungkapnya.

Pindah ke Real Madrid dan Karier Selanjutnya

Essien melanjutkan kariernya dengan masa pinjaman di Real Madrid sebelum berpindah ke AC Milan. Ia terus bermain selama enam tahun lagi sebelum beralih ke dunia kepelatihan di Nordsjaelland, Denmark, yang masih dijalaninya hingga kini.

Namun, momen di Stamford Bridge lah yang mengukuhkan posisinya sebagai legenda Chelsea dan Ghana, di mana ia meraih banyak trofi dalam tim yang penuh dengan bintang ini.

(LC/GN)
sumber : www.chelseafc.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

William Saliba sudah move on dari kekalahan final Liga Champions Arsenal.

William Saliba kini fokus pada masa depan Arsenal setelah kekalahan di final...

Perbaikan Wasit: Bikin Pertandingan Piala Dunia Lebih Mengalir!

Perbaikan wasit di Piala Dunia diharapkan mampu menghadirkan permainan yang lebih lancar...

Real Madrid bantah rumor minati Michael Olise dari Bayern Munich.

Real Madrid menegaskan bahwa mereka tidak tertarik untuk merekrut Michael Olise dari...

Arsenal Ungkap Jadwal Liga Champions 2026/27, Satu Periode Sangat Menantang!

Arsenal telah mengungkap jadwal Liga Champions 2026/27, yang menampilkan periode menantang dengan...