Home Sepakbola FIFA world cup 2026 Aturan Kelayakan Sepak Bola dan Dampaknya di Piala Dunia
FIFA world cup 2026

Aturan Kelayakan Sepak Bola dan Dampaknya di Piala Dunia

Share
Share

Performa Mengesankan Timnas Maroko dan Cape Verde di Piala Dunia

ATLANTA, 17 Juni – Pertandingan pertama Piala Dunia menunjukkan performa mengesankan dari Maroko yang berhasil menghadapi Brasil, serta hasil imbang mengejutkan yang diraih Cape Verde melawan Spanyol. Kedua tim ini mengandalkan penguatan pemain dari komunitas diaspora di Eropa untuk memperkuat skuad mereka.

Semua 11 pemain starter Maroko lahir di luar negeri dan berkembang melalui klub-klub Eropa, kecuali kiper Yassine Bounou yang lahir di Kanada tetapi dibesarkan di Maroko.

Banyak negara Afrika dalam dua dekade terakhir memanfaatkan komunitas migran di Eropa untuk menemukan pemain dan secara drastis meningkatkan daya saing mereka. Cape Verde, yang memiliki populasi sekitar 600.000, menjadi contoh nyata dengan mengandalkan pemain yang lahir atau dibesarkan di Eropa untuk mencapai kualifikasi Piala Dunia, padahal lebih dari dua dekade yang lalu mereka belum pernah mengikuti kualifikasi.

Perubahan Aturan FIFA dan Pengaruhnya

Perubahan besar dalam sepak bola dunia dipicu oleh migrasi global, perubahan aturan kelayakan FIFA, dan pengintaian agresif terhadap bakat diaspora. Semua pemain yang berpartisipasi di Piala Dunia harus menjadi warga negara negara yang mereka wakili, dan ada pemeriksaan paspor fisik. Untuk mencegah praktik konversi kewarganegaraan yang hanya bertujuan memperkuat skuad, pemain harus telah tinggal di negara tersebut selama lima tahun atau memiliki orang tua atau kakek-nenek yang lahir di sana.

Kelayakan dan Sejarah

Pada awal Piala Dunia, tidak ada aturan mengenai kelayakan. Luis Monti pernah bermain untuk Argentina pada turnamen pertama di tahun 1930 dan empat tahun kemudian untuk Italia setelah pindah untuk bergabung dengan Juventus. FIA kemudian menetapkan kebijakan ketat di mana pemain yang telah bermain dalam pertandingan internasional pada tingkat apa pun terikat pada negara tersebut tanpa pengecualian.

Baca juga:  PD 2026: Tim Asia Calon Kuda Hitam Wajib Intip!

Pengaruh Federasi Sepak Bola Afrika Utara

Federasi sepak bola Afrika Utara mendorong perubahan aturan, menginginkan kebebasan bagi pemain untuk memilih kewarganegaraan sepak bola mereka. “Kami merasa tidak adil bahwa pemain berkulit Afrika dipilih untuk tim junior negara Eropa namun tidak mendapat kesempatan di tingkat internasional. Kami mengusulkan kebebasan dan hak bagi mereka,” ujar Mohamed Raouraoua, mantan presiden federasi sepak bola Aljazair.

FIFA mengubah statutnya pada tahun 2003, memperbolehkan pemain untuk mengalihkan karir internasional mereka asalkan dapat membuktikan kelayakan untuk kewarganegaraan ganda dan belum bermain di tingkat internasional senior. Awalnya, akan ada batasan usia 21 tahun untuk berganti, tetapi belakangan FIFA memperbolehkan pemain di atas usia tersebut untuk mencari kewarganegaraan baru dalam level internasional.

Siapa yang Pertama?

Bek Antar Yahia menjadi orang pertama yang memanfaatkan aturan baru ini, dengan debutnya di tim U-23 Aljazair dalam kualifikasi Olimpiade pada Januari 2004. Debut seniornya terjadi dua minggu setelahnya, setelah sebelumnya menjadi pemain internasional Prancis U-20.

Siapa Saja yang Mengikuti?

Pemain seperti Pierre-Emerick Aubameyang dan Frederic Kanoute, yang sebelumnya tampil untuk tim junior Prancis, telah beralih dan menjadi pemenang Penghargaan Pemain Terbaik Afrika. Kapten Senegal, Kalidou Koulibaly, telah mengoleksi lebih dari 100 caps setelah memilih berseragam negara asalnya setelah bermain untuk Prancis di tingkat U-20. Ada juga fenomena serupa di luar Afrika, seperti Declan Rice, yang sebelumnya diakui di semua level oleh Irlandia, beralih untuk mewakili Inggris dan menjadi pilar di lini tengah.

Dampak di Piala Dunia

Piala Dunia kali ini dihadiri oleh 289 pemain, hampir 25% dari total peserta di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, yang mewakili negara yang bukan tempat mereka dilahirkan. Banyak dari mereka melakukan perubahan kewarganegaraan dan kini berkesempatan tampil di pentas terbesar sepak bola. Salah satu contohnya adalah remaja Ibrahim Mbaye, yang mencetak gol untuk Senegal melawan Prancis, kurang dari setahun setelah terakhir kali bermain untuk Prancis di level junior.

Baca juga:  Prairie Village menyambut hangat tim nasional sepak bola Inggris!

(WC/GN)
sumber : www.straitstimes.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Cara Live Streaming Uzbekistan vs Kolombia: FIFA World Cup 2026!

Saksikan live streaming Uzbekistan vs Kolombia di FIFA World Cup 2026! Ikuti...

Saksikan Pertunjukan Cahaya Spektakuler FIFA 2026 di Reunion Tower!

Saksikan keajaiban pertunjukan cahaya spektakuler FIFA 2026 di Reunion Tower! Acara ini...

Uzbekistan: Langkah Selfie Menuju Piala Dunia!

Uzbekistan memanfaatkan momen selfie untuk memeriahkan semangat mendukung tim nasional menuju Piala...

Jadwal, Hasil, dan Tabel Grup Piala Dunia 2026: Semua yang Perlu Kamu Tahu!

Persiapkan diri untuk Piala Dunia 2026! Temukan jadwal pertandingan, hasil terbaru, dan...