Analisis Musim Savinho di Manchester City
Savinho memiliki dua cerita yang berbeda dalam musimnya bersama Manchester City. Di Premier League dan UEFA Champions League, ia sering terlihat seperti pemain yang belum menemukan tempatnya dalam sistem Pep Guardiola.
Namun, di kompetisi domestik, ia tampil jauh lebih baik; lebih percaya diri, lebih langsung, dan yang terpenting, lebih produktif. Tentu saja, konteks dari setiap kompetisi perlu diperhatikan.
Kinerja di Premier League
Di Premier League, 17 dari 24 penampilan Savinho terjadi dari bangku cadangan, dan ia hanya bermain selama 821 menit. Di Champions League, dari tujuh penampilannya, tiga di antaranya sebagai pemain pengganti, dengan total 369 menit bermain. Minimnya kesempatan bermain secara reguler menghalangi pemain menyerang untuk membangun ritme dan kepercayaan diri, sesuatu yang jarang ia dapatkan di liga.
Statistik dari kompetisi Eropa cukup menarik. Savinho mencatat tingkat keberhasilan dribble sebesar 61.5%, melampaui 83% pemain lainnya, sedangkan tingkat keberhasilan duel 58% menempatkannya di atas 88% rekan-rekannya. Ini adalah statistik seorang winger yang mampu memberikan masalah signifikan bagi pertahanan lawan.
Namun, masalah muncul pada hasil akhir. Walaupun sering mengalahkan bek lawan, Savinho hanya mencatat satu assist dan delapan peluang sepanjang musim. Meskipun angka dribble-nya menunjukkan ia mampu membawa bola ke area berbahaya, hasil akhir sering kali tidak terlihat. Satu gol dari 20 tembakan dan satu assist mencerminkan musim liga yang tak mampu berkembang dengan baik.
Kinerja di Kompetisi Piala
Di FA Cup, hampir semua metriknya menunjukkan peningkatan. Savinho rata-rata mencetak 0.65 gol per 90 menit, menyelesaikan 3.88 dribble sukses per 90 menit, dan memenangkan hampir 10 duel per pertandingan. Pengaruhnya di lapangan sangat terlihat. Ia lebih banyak terlibat dalam permainan dan mencatat jumlah sentuhan yang tinggi di kotak penalti lawan.
“Penampilan luar biasa Savinho melawan Sunderland memberikan banyak menit bermain,” ujar Pep Guardiola.
Walaupun ukuran sampel masih kecil, tren ini sulit diabaikan. Apakah ini akibat kepercayaan diri, keterkenalan yang lebih baik dengan rekan-rekannya, atau hanya tingkat kekuatan lawan yang berpengaruh, yang jelas Savinho tampil lebih mendekati ekspektasi Manchester City saat merekrutnya.
Pola serupa muncul di Carabao Cup. Dua gol dari dua penampilan mengantar Savinho mencatat rata-rata 1.04 gol per 90 menit. Tingkat keberhasilan dribble-nya mencapai puncaknya di 4.68 per pertandingan, sementara keterlibatannya dalam penguasaan bola semakin meningkat. Secara defensif, ia juga menunjukkan peningkatan, dengan rata-rata 1.56 tackle per 90 menit.
Pertanyaan Besar untuk Manchester City
Meskipun kinerja di dua kompetisi piala tersebut tidak memberikan cukup data untuk kesimpulan definitif, bersama-sama mereka menimbulkan pertanyaan menarik. Versi manakah dari Savinho yang sebenarnya? Pemain yang kesulitan menterjemahkan penguasaan menjadi produktivitas di Premier League, atau winger yang dominan di pertandingan piala?
Laporan tentang ketertarikan Tottenham dengan tawaran sekitar £60 juta menambah dilema bagi Manchester City. Talenta Savinho jelas terlihat. Di usianya yang baru 22 tahun, ia memiliki kemampuan teknis, akselerasi, dan kemampuan menggiring bola yang tidak dapat diajarkan dengan mudah. Namun, apa yang belum terbukti adalah kemampuannya untuk consistently menerapkannya di level tertinggi.
Tottenham melanjutkan diskusi untuk transfer Savinho dari Manchester City.
Dengan Antoine Semenyo bergabung dan Jeremy Doku sudah menjadi salah satu dribbler paling eksplosif di Premier League, persaingan untuk posisi semakin ketat. Kesempatan bermain mungkin semakin terbatas, tetapi kesempatan untuk berkembang juga bisa terpengaruh.
Manchester City kini dihadapkan pada pilihan yang sulit. Menjual Savinho kini berisiko melihat winger berbakat tersebut memenuhi potensinya di klub lain. Namun, jika tetap mempertahankannya, mereka mungkin harus menunggu lagi untuk melihat janji tersebut berubah menjadi pengaruh yang nyata.
Statistik menunjukkan bahwa kedua kemungkinan tersebut masih bisa terjadi. Ketidakpastian inilah yang menjadikan masa depan Savinho salah satu subplot yang paling menarik dalam musim panas Manchester City.
(LC/GN)
sumber : sports.yahoo.com
Leave a comment