Home Sepakbola Liga Lainnya Harry Kane pilih jadi Giroud daripada samai Messi & Mbappe!
Liga Lainnya

Harry Kane pilih jadi Giroud daripada samai Messi & Mbappe!

Share
Share

Kane dan Strategi Serangan Timnas Inggris di Piala Dunia

Pelatih Thomas Tuchel dianggap telah merumuskan strategi serangan di Piala Dunia yang berfokus pada Harry Kane. Para penyerang lain dipilih untuk melengkapi peran penting dari pemain berusia 32 tahun ini, khususnya saat menyerang. Taktik ini terbukti sangat efektif saat melawan Kroasia, di mana pemain-pemain seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, dan Marcus Rashford mampu mendukung kapten tim dengan baik.

Kepintaran Bermain Kane

Ketika ditanya mengenai kecenderungan Kane untuk bergerak mencari ruang, mantan pemain Inggris, Mills, memberi tanggapan: “Hal ini memang sudah menjadi kebiasaan. Harry Kane bukanlah pemain yang dikenal cepat, namun dia memiliki kecerdasan yang tinggi dalam permainan.” Mills menekankan bahwa Kane seringkali berperan bukan hanya sebagai penyerang utama, tetapi juga berfungsi sebagai penyokong serangan, memungkinkan ruang untuk pemain lain.

Pentingnya Dukungan Pemain Lain

Dari sudut pandang taktik, keberadaan pemain seperti Bellingham dan Saka sangat vital. Mereka mampu berlari ke belakang pertahanan lawan dan menciptakan peluang. “Rashford dan Anthony Gordon juga memiliki peran yang sama untuk meregangkan permainan,” lanjut Mills. Ketika hal ini dilakukan, Kane bisa lebih bebas bergerak dan membantu tim dalam mencetak gol.

Kekhawatiran Terhadap Cedera Kane

Mills juga menyoroti satu kekhawatiran, yaitu ketergantungan Inggris pada Kane sebagai pusat serangan. “Jika sesuatu terjadi pada Harry, kita akan mulai berpikir mengenai langkah selanjutnya,” ujarnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan Kane dalam tim. Dalam konteks Piala Dunia yang kompetitif, kehilangan pemain kunci seperti Kane tentu akan menjadi tantangan besar.

Dampak Terhadap Tim

Dengan strategi yang dibangun di sekitar Kane, Timnas Inggris diharapkan bisa memaksimalkan potensi serangan mereka. Namun, tekanan untuk menjaga kebugaran dan kesehatan sang kapten menjadi lebih besar. Semoga pelatih dan tim bisa menemukan cara untuk menghadapi tantangan ini dan tetap tampil optimal di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Baca juga:  Kompany: Bayern Kelas! Libas Situasi Sulit & PSG Sekaligus.

(SA/GN)
sumber : www.goal.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Transfer El Mala dari Dortmund Bikin Kepala Buzzer di Köln Bergetar!

Transfer El Mala dari Dortmund mengguncang dunia sepak bola Jerman, membuat para...

Portugal tetap fokus meski kritik terhadap Ronaldo ramai di Piala Dunia.

Meski mendapatkan kritik tajam terkait performanya, Ronaldo dan tim Portugal tetap menunjukkan...

Roberto Martinez jadi pelatih Al-Nassr, kemungkinan reuni dengan Cristiano Ronaldo!

Roberto Martinez resmi menjadi pelatih Al-Nassr, membuka peluang reuni dengan Cristiano Ronaldo....

Ismael Saibari rampungkan tes medis sebelum bergabung dengan Bayern Munich.

Ismael Saibari telah menyelesaikan tes medisnya dengan sukses, menandai langkah penting sebelum...