Pembaruan Kebijakan Istirahat Hidrasi UEFA untuk Euro 2028
UEFA tidak akan menjadikan istirahat hidrasi sebagai praktik wajib di Euro 2028, mengingat sejumlah kritik yang muncul terhadap kebijakan tersebut selama Piala Dunia 2026.
Menimbang Praktik Istirahat Hidrasi
Praktik istirahat hidrasi terlihat logis untuk menjaga keselamatan pemain di bawah terik panas musim panas di Amerika Utara. Namun, jeda tiga menit di tengah setiap babak, yang secara efektif membagi pertandingan sepak bola menjadi empat kuarter, telah memicu lebih banyak iklan di Piala Dunia yang sudah dipandang lebih mengutamakan pendapatan daripada prestasi olahraga.
Kompetisi Iklan yang Meningkat
Selama jeda, penyiar diperbolehkan untuk memutus siaran langsung dan menampilkan iklan, meskipun hal ini merupakan keputusan masing-masing penyiar. Ada aturan ketat yang membatasi durasi iklan maksimal 130 detik, dan penyiar FOX melanggar aturan tersebut di pertandingan pembuka, meskipun mereka dapat menjelaskan alasannya.
Kritik atas Kebijakan Wajib
Banyak yang mempertanyakan mengapa jeda hidrasi harus menjadi bagian wajib dari setiap pertandingan, meskipun kondisi cuaca dapat dikelola dengan baik, seperti di AT&T Stadium yang memiliki atap dan sistem pengatur udara. FIFA berargumen bahwa kebijakan ini diperlukan untuk menjaga integritas dan konsistensi di seluruh turnamen, meskipun suhu 70°F jelas berbeda dari 95°F.
Kebijakan UEFA untuk Penilaian Jeda Hidrasi
UEFA menetapkan bahwa jeda untuk mengambil cairan akan dipertimbangkan berdasarkan situasi jika suhu tinggi diharapkan. Dalam situasi tersebut, delegasi pertandingan harus menilai kondisi menggunakan alat pengukur suhu digital yang dikenal sebagai Wet Bulb Globe Temperature (WBGT), dengan ambang batas 32°C WBGT/35°C (90°F WBGT/95°F) untuk memicu jeda hidrasi wajib. WBGT adalah metode yang dianggap paling akurat dalam mengukur risiko stres panas saat berolahraga di luar ruangan.
Ini tercantum dalam kebijakan standar dan seorang juru bicara UEFA menyatakan bahwa tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan ini untuk Liga Champions ataupun Kejuaraan Eropa berikutnya pada tahun 2028.
Protes dari Para Penggemar
Tidak sedikit penggemar yang meluapkan ketidakpuasan dengan bersorak boo saat wasit mengisyaratkan dimulainya jeda hidrasi di Piala Dunia kali ini, termasuk pada pertandingan antara Inggris melawan Kroasia dan Irak versus Norwegia. Pertandingan Inggris berlangsung di Stadion AT&T yang berpendingin udara, sedangkan suhu saat itu hampir tidak mencapai 70°F.
Dampak Terhadap Pertandingan
Berdasarkan frustrasi penggemar akan lamanya jeda, pola dan momentum permainan pun turut berubah. Setelah jeda di pertandingan pembuka antara Meksiko dan Afrika Selatan, intensitas permainan mengalami penurunan. Irak juga kehilangan momentum dalam pertandingan melawan Norwegia setelah jeda hidrasi, yang akhirnya berujung pada gol cepat bagi lawan dan kekalahan telak.
Tidak semua pemain juga tampak menyukai praktik ini. Bek Belanda, Virgil van Dijk, menganggap jeda itu “sangat menarik” namun mengkritik penggunaan waktu tersebut untuk menampilkan iklan televisi. Dia mengungkapkan, “Jika memang sangat panas, maka baik untuk menerapkan jeda, tetapi harus dilihat dari segi setiap pertandingan secara terpisah.”
(LC/GN)
sumber : www.si.com
Leave a comment