Raya Mengaku Hati “Patah” Usai Kekalahan di Final Liga Champions
David Raya mengungkapkan bahwa kekalahan Arsenal di final Liga Champions membuatnya merasa “hancur di dalam”. Pengakuan ini disampaikan saat ia berada di kamp Piala Dunia Spanyol di Chattanooga, Tennessee, di mana ia bersaing dengan Unai Simon dan Joan Garcia untuk posisi kiper utama tim nasional. Komentar ini muncul dalam wawancara terbaru dengan Sid Lowe dari The Guardian, yang dipublikasikan pada hari Sabtu.
Raya menggambarkan perasaan emosionalnya dari kekalahan pahit di Budapest hingga pawai trofi Liga Premier Arsenal, menyatakan bahwa kegagalan di final sangat menyakitkan karena tim asuhan Mikel Arteta telah begitu dekat untuk mengakhiri penantian mereka akan kejayaan Eropa.
Mengubah Rasa Sakit Menjadi Perspektif di Piala Dunia
Kiper berusia 30 tahun ini mengatakan bahwa melihat para pendukung di Emirates membantunya mendapatkan perspektif kembali setelah malam yang brutal itu. Kemenangan Arsenal di Liga Premier dan kemajuan yang jelas di Liga Champions memberinya alasan untuk percaya bahwa mereka bisa bangkit lebih kuat di musim depan.
Situasi Raya di tim nasional menambah lapisan lain. Ia tidak menjadi starter dalam pertandingan pembuka melawan Cape Verde meskipun baru saja meraih Golden Glove ketiga dan membantu Arsenal meraih gelar Liga Premier. Namun, ia menegaskan bahwa persaingan di antara para kiper adalah hal yang sehat.
Bagi para penggemar Arsenal, wawancara ini menjadi pengingat tentang betapa sentralnya posisi Raya di tim asuhan Arteta. Reaksinya terhadap kekecewaan klub dan ketidakpastian di tingkat internasional menunjukkan bahwa ia masih membawa rasa sakit tersebut, tetapi juga sudah memandangnya sebagai bahan bakar untuk langkah selanjutnya.
(LC/GN)
sumber : readarsenal.com
Leave a comment