Kegembiraan atas kemenangan debut di MotoGP Phillip Island pekan lalu harus berbanding terbalik bagi Raul Fernandez. Rider Trackhouse Aprilia itu bahkan tak mampu meraih satu pun poin di Sirkuit Sepang, Malaysia, yang digelar seminggu setelahnya.
Fernandez memang sudah memperkirakan akhir pekan yang sulit dengan RS-GP miliknya di Malaysia. Ia mengawali balapan dari posisi ke-15 saat kualifikasi, finis di urutan ke-13 pada Sprint Race, sebelum akhirnya terjatuh dari posisi ke-14 pada pertengahan balapan utama (Grand Prix).
Fluktuasi Emosi Raul Fernandez: Dari Puncak Podium ke Gagal Finis
“Perasaan datang dari kemenangan pertama saya dan kemudian DNF (Did Not Finish) itu cukup aneh,” kata Fernandez, menggambarkan kontras emosional yang ekstrem.
“Namun, itu adalah bagian dari pekerjaan.”
Pembalap asal Spanyol ini juga menyoroti sifat dinamis MotoGP yang penuh kejutan.
“Anda lihat MotoGP: Seminggu yang lalu, Honda mengalami banyak masalah dan sekarang Mir kembali meraih podium,” lanjutnya.
“Itu berarti MotoGP adalah olahraga yang fantastis, karena Anda melihat banyak pembalap berbeda dan banyak merek berbeda berjuang untuk podium. Itu menyenangkan.”
Fernandez sendiri adalah salah satu dari tujuh pembalap berbeda yang berhasil memenangkan Grand Prix musim ini, dan termasuk di antara 13 pembalap dari lima pabrikan berbeda yang naik podium pada hari Minggu.
Evaluasi Tur Asia yang Positif
Meskipun Sepang berakhir dengan kekecewaan, Fernandez memilih untuk melihat empat seri balapan di Asia secara keseluruhan.
“Pekan lalu saya meraih kemenangan pertama saya, tapi juga di Mandalika dan Jepang kami cukup kuat,” ujarnya.
“Bagi saya, keseimbangan tur Asia cukup positif. Tentu saja, balapan ini tidak membantu untuk menjaga jalur kompetitif kami, tapi kami tahu bahwa trek seperti ini bisa datang.”
Akui Kesalahan Pilihan Ban
Ia tidak memungkiri bahwa Sirkuit Sepang memang menjadi salah satu trek yang paling tidak cocok untuknya dan tim. Fernandez juga mengakui ada kesalahan dalam pengambilan keputusan yang ia buat.
“Tapi kami tidak bisa hanya melihat balapan ini, karena kami tahu itu adalah salah satu trek terburuk bagi kami.
“Juga, itu adalah kesalahan saya, karena saya memilih ban depan medium. Jadi itu adalah konsekuensi dari mencoba sesuatu yang berbeda untuk menemukan solusi yang lebih baik di saat-saat terakhir.”
Penyesalan utama Fernandez adalah kehilangan kesempatan untuk setidaknya meraih beberapa poin kejuaraan, membuatnya meninggalkan Malaysia hanya empat poin di belakang Fabio Quartararo (Yamaha) dan berada di urutan kesembilan klasemen dunia.
“Jika kami bisa meraih dua, tiga, atau empat poin, itu akan positif bagi kami,” katanya.
“Bagaimanapun, kecepatannya tidak terlalu kompetitif, jadi kami perlu menganalisis dengan baik apa yang terjadi akhir pekan ini.”
Menuju Grand Prix Portugal dan Fokus Masa Depan
Meski demikian, Fernandez optimis menatap ke depan.
“Hal penting untuk masa depan adalah kami akan memiliki tiga hari pengujian [pra-musim 2026] di sini untuk mencoba menemukan sesuatu,” tambahnya.
Fernandez kini bersiap menghadapi Grand Prix Portugal akhir pekan ini dengan 146 poin, lebih dari dua kali lipat total poin yang ia raih tahun lalu, yaitu 66. Sementara itu, rekan setimnya yang berstatus rookie, Ai Ogura, berhasil finis di urutan kesepuluh pada balapan Sepang.
(SA/GN)
sumber : www.crash.net
Leave a comment