Jelang Piala Dunia 2026: Bakal Calon Wali Kota New York Soroti Kebijakan Imigrasi Trump
Kurang dari setahun menjelang gelaran akbar FIFA World Cup 2026, Zohran Mamdani, kandidat terdepan dalam pemilihan wali kota New York City, mengeluarkan peringatan keras. Ia menyatakan bahwa kebijakan imigrasi Donald Trump berpotensi mengubah salah satu ajang olahraga terbesar di dunia itu menjadi momen yang menakutkan bagi imigran maupun pengunjung.
Dalam wawancara dengan The Athletic, Mamdani, yang menjanjikan bus gratis bagi warga New York jika ia terpilih, menyampaikan keyakinannya bahwa ancaman presiden terhadap kampanyenya, serta sikap imigrasi yang lebih luas, dapat menciptakan lingkungan intimidasi di sekitar turnamen. Kota New York-New Jersey sendiri akan menjadi tuan rumah delapan pertandingan di MetLife Stadium.
Kekhawatiran Ancaman Kebijakan Imigrasi
“Saya pikir ancamannya tidak terhindarkan,” kata Mamdani. “Pertanyaannya adalah bagaimana kita menanggapinya. Kita telah melihat kebijakan presiden ini tidak hanya membahayakan kemampuan siapa pun yang ingin merencanakan kunjungan ke kota ini, tetapi juga membuat banyak orang mempertanyakan apakah mereka akan aman di kota tersebut, khususnya terkait dengan ICE (Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai AS).” Pernyataan ini muncul setelah ICE menghabiskan jutaan dolar pembayar pajak untuk iklan yang menargetkan NFL.
“Piala Dunia ini adalah momen di mana kita menyambut dunia. Namun, banyak yang menghubungi saya untuk bertanya apakah akan ada agen ICE di luar stadion atau, ‘Apakah saya harus selalu membawa dokumen saya?’ Ini adalah jenis kondisi yang sedang diciptakan presiden saat ini di New York City dan di seluruh negeri ini,” tambah Mamdani.
Komentar Mamdani ini muncul di tengah kampanye luasnya untuk mengaitkan keterjangkauan dan aksesibilitas dengan Piala Dunia musim panas mendatang.
Visi Mamdani untuk Piala Dunia dan Inklusivitas
Politisi berusia 34 tahun dari Partai Demokrat ini, yang memimpin jajak pendapat dalam pemilihan wali kota mendatang, telah lama memposisikan dirinya sebagai penggemar sepak bola seumur hidup sekaligus kritikus terhadap komersialisasi olahraga yang semakin meningkat.
Pada bulan September, ia meluncurkan petisi berjudul “Game Over Greed,” yang menyerukan FIFA untuk mengakhiri model penetapan harga dinamisnya, membatasi harga penjualan kembali tiket, dan menyediakan 15 persen tiket untuk penduduk lokal dengan harga terjangkau. “Kebijakan semacam ini dari FIFA mengancam akan membuat orang-orang yang menjadikan permainan ini begitu istimewa tidak mampu mengaksesnya,” ujarnya.
Namun, peringatan terbarunya melampaui masalah ekonomi. Mamdani menyatakan keprihatinan bahwa retorika dan prioritas penegakan imigrasi Trump dapat menghalangi penggemar internasional, bahkan keluarga imigran lokal, untuk menghadiri acara Piala Dunia.
Komitmen Menyambut Dunia
Mamdani, yang menggambarkan dirinya sebagai seorang sosialis demokrat, telah berulang kali menantang struktur kekuasaan korporat maupun politik. Lahir di Uganda dan dibesarkan di New York setelah berimigrasi saat kecil, ia mengatakan kampanyenya mencerminkan komitmennya untuk menciptakan kota yang “menyambut dunia.”
“Saya mencalonkan diri untuk memimpin kota ini untuk menjelaskan bahwa ini adalah kota yang bukan hanya milik dunia, di mana 40 persen dari kita lahir di luar negara ini, termasuk saya sendiri, tetapi juga kota yang menyambut dunia,” kata Mamdani kepada The Athletic. “Kita perlu melakukan segala daya kita untuk memperjelas pesan itu kepada setiap orang.”
Pernyataan Mamdani ini menyoroti potensi gesekan antara politik nasional dan semangat inklusif dari acara olahraga global. Mengingat New York adalah salah satu kota paling beragam di dunia, bagaimana pesan penyambutan itu diterapkan pada 2026 akan menjadi perhatian utama bagi banyak pihak.
(WC/GN)
sumber : www.the-express.com
Leave a comment