Jobe Bellingham: Mengukir Kisah Sendiri di Borussia Dortmund
Ketika Jobe Bellingham tiba di Borussia Dortmund, ia membawa beban ekspektasi yang sangat tinggi. Sebelumnya, ia hanya bermain di Championship, divisi kedua Liga Inggris. Namun, Dortmund seolah-olah mengharapkan sebuah pengulangan sejarah sukses yang pernah diukir sang kakak.
Kontra Ekspektasi dan Jejak Kakak
Borussia Dortmund mengeluarkan dana transfer yang hampir sama untuk Jobe seperti yang mereka bayarkan untuk Jude Bellingham pada tahun 2020. Jude, pada usia 17 tahun, dianggap sebagai talenta generasi setelah hanya satu musim penuh bersama Birmingham City. Kisah suksesnya bersama Dortmund selama tiga tahun merupakan win-win solution bagi semua pihak. Ia dengan cepat memantapkan dirinya sebagai salah satu gelandang paling menjanjikan di Bundesliga, dan akhirnya hengkang ke Real Madrid dengan biaya transfer yang memecahkan rekor.
Sementara itu, Jobe—meskipun berbakat—menghabiskan beberapa tahun di Birmingham dan Sunderland. Ia membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai level bermain di Dortmund. Oleh karena itu, harapan yang terlalu tinggi pada bulan Agustus lalu mungkin kurang realistis, apalagi setelah penampilan-penampilan cemerlang kakaknya, Jude Bellingham, di ajang sebesar Club World Cup. Penurunannya terjadi dengan cepat, namun begitu pula potensinya untuk bangkit.
Kebangkitan Perlahan di Lapangan
Dalam pertandingan-pertandingan setelah kekalahan dari Bayern Munich, Jobe Bellingham mulai menunjukkan performa yang semakin mengesankan. Meski masih berstatus pemain pengganti di Bundesliga, kontribusinya mulai terasa.
Ia bermain penuh selama 120 menit melawan Eintracht Frankfurt di ajang Piala Jerman, DFB Pokal, di mana Dortmund berhasil melaju ke babak berikutnya setelah melalui adu penalti di kandang lawan. Bahkan usahanya saat melawan Augsburg di Bundesliga pada hari Jumat juga tidak luput dari perhatian. Kala itu, Dortmund berusaha mempertahankan keunggulan 1-0, dan Jobe Bellingham memastikan untuk menggagalkan beberapa upaya serangan Augsburg.
“Saya yakin segalanya berjalan lebih cepat dari yang saya bayangkan, karena anak ini benar-benar memiliki banyak kualitas,” kata Kovac setelah pertandingan hari Jumat itu.
Potensi di Lini Tengah
Ada kemungkinan besar bahwa seiring berjalannya waktu, Jobe Bellingham akan menjadi starter reguler di lini tengah Dortmund. Performa Sabitzer sebagai playmaker belum terlalu menonjol. Sementara itu, Gross, yang dihormati dan selalu bisa diandalkan—seperti yang bisa dibuktikan oleh para penggemar Brighton—sudah berusia 34 tahun dan tidak bisa bermain dengan intensitas penuh di setiap pertandingan.
Dortmund mungkin tidak akan mendapatkan kisah “dongeng” seperti yang terjadi pada Jude. Namun, dengan kesabaran dan dukungan, Jobe Bellingham yang lebih muda memiliki potensi besar untuk menulis kisah suksesnya sendiri di Signal Iduna Park.
(SA/GN)
sumber : www.bbc.com
Leave a comment