Vinicius Disorot Thierry Henry Usai Real Madrid Tumbang di Anfield: Kurang Efektif di Lini Serang!
Real Madrid harus mengakui keunggulan Liverpool dalam pertandingan Liga Champions pada Selasa malam. Penampilan bintang mereka, Vinicius Jnr, mendapat sorotan tajam dari legenda sepak bola Thierry Henry, yang mengkritik kurangnya efektivitas sang pemain di sepertiga akhir lapangan.
Ini adalah pertama kalinya Real Madrid gagal mencetak gol musim ini, dan kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Los Blancos.
Dominasi Liverpool dan Frustrasi Real Madrid
Meskipun sempat terseok-seok dalam beberapa pekan terakhir, Liverpool berhasil bangkit untuk menundukkan pemuncak klasemen La Liga tersebut. Gol kemenangan dicetak oleh Alexis Mac Allister melalui sundulan kepala sesaat setelah satu jam pertandingan berjalan. Kekalahan ini menandai kedua kalinya secara berturut-turut Real Madrid takluk di Anfield.
Real Madrid tampak kesulitan menciptakan peluang. Baik Vinicius maupun Kylian Mbappe gagal mencatatkan satu pun tembakan ke arah gawang. Vinicius sendiri sedang dalam periode inkonsisten dan baru-baru ini meminta maaf setelah meluapkan kekesalannya saat diganti dalam sebuah pertandingan La Liga.
Kritik Pedas Thierry Henry terhadap Vinicius
Dalam pertandingan melawan Liverpool, Vinicius berhadapan dengan Conor Bradley, seorang bek sayap muda yang masih dalam tahap belajar meskipun menunjukkan performa menjanjikan. Thierry Henry, mantan striker Arsenal, menyatakan keheranannya melihat Vinicius tidak memberikan tekanan lebih besar kepada Bradley.
“Saya tidak memahaminya,” kata Henry kepada CBS Sports. “Anda harus bermain sesuai dengan apa yang ada di hadapan Anda, Anda harus bermain sesuai momen. Vinicius Jr menghadapi Conor Bradley selama lima hingga tujuh menit pertama, lalu dia membiarkannya bernapas. Mengapa Anda membiarkannya bernapas? Teruslah menyerang hingga dia mendapat kartu kuning, sehingga dia tidak bisa bertahan dengan cara yang sama, tapi itu tidak terjadi.”
Henry juga menyoroti situasi spesifik dalam pertandingan. “Ketika kami menyaksikan pertandingan, Vinicius Jr menerima bola dalam situasi satu-lawan-satu setelah pertarungan yang bagus di lima menit pertama melawan Conor Bradley, dan dia mengoper balik ke bek kiri untuk menerima bola lagi… dan sekarang itu menjadi situasi satu-lawan-tiga,” tambahnya.
“Kemudian dia menyerang sendirian melawan ketiga pemain tersebut, dan saya berpikir, tunggu, hitunglah. Anda punya situasi satu-lawan-satu, coba lihat apa yang bisa Anda lakukan dengan itu. Mengapa Anda mengembalikan bola sehingga kembali kepada Anda dan Anda harus menghadapi satu-lawan-tiga? Saya terkadang tidak mengerti.”
Gareth Bale Sepakat, Soroti Kebutuhan Striker Murni
Mantan bintang Real Madrid, Gareth Bale, turut mendukung pandangan Henry. Ia mempertanyakan mengapa Real Madrid tidak memanfaatkan kecepatan para pemainnya untuk merepotkan lawan, dan juga menyoroti kemungkinan bahwa ketiadaan striker nomor 9 murni menjadi penghambat.
“Saya kira itu adalah percikan yang Thierry dan saya bicarakan, bahwa kami tidak melihat Mbappe dan Vinicius di sepertiga akhir lapangan menciptakan keajaiban dan membawa Madrid kembali ke permainan,” ujar Bale. “Agak mengecewakan bahwa di sepertiga akhir itu benar-benar tidak ada kualitas seperti yang Anda harapkan dari pemain Real Madrid.”
Bale melanjutkan, “Ini membuat frustrasi, saya pikir mereka mungkin memperumit segalanya. Terkadang mereka hanya perlu mencoba menguji bek. Mereka jelas lebih cepat dari siapa pun di lapangan. Tapi saya pikir mungkin mereka tidak melakukannya karena tidak ada orang lain di dalam kotak penalti yang menunggu umpan silang. Mungkin mereka membutuhkan striker nomor sembilan yang menjadi tumpuan.”
Dampak dan Konteks
Kekalahan di Anfield dan kritik dari para legenda seperti Henry dan Bale menyoroti tantangan yang dihadapi Real Madrid, khususnya dalam hal efektivitas di lini serang. Performa Vinicius yang tidak stabil dan kurangnya penyelesaian akhir dari para penyerang utama dapat menjadi pekerjaan rumah besar bagi Carlo Ancelotti dan staf pelatihnya untuk menemukan solusi agar tim bisa kembali tampil tajam dan konsisten di sisa musim ini. Kebutuhan akan penyerang tengah murni, seperti yang diutarakan Bale, bisa menjadi topik diskusi penting di bursa transfer mendatang.
(OL/GN)
sumber : www.mirror.co.uk
- allen-iverson
- Andre Agassi
- Andrea Pirlo
- Ayrton Senna
- Casey Stoner
- Dani Pedrosa
- David Beckham
- Didier Drogba
- Floyd Mayweather
- Iker Casillas
- Jenson Button
- Kaká
- Karch Kiraly
- Kerri Walsh Jennings
- Kobe Bryant
- Larry Bird
- Legenda Amerika
- Legenda Atletik
- Legenda Basket
- Legenda Formula 1
- Legenda MotoGP
- Legenda Olahraga Dunia
- Legenda Sepak Bola
- Legenda Tenis
- Legenda Tinju
- Liverpool FC
- Magic Johnson
- Manny Pacquiao
- Maria Sharapova
- michael jordan
- Michael Phelps
- Michael Schumacher
- Mike Tyson
- Misty May-Treanor
- Muhammad Ali
- Nico Rosberg
- Pete Sampras
- Peyton Manning
- real madrid cf
- Roger Federer
- Ronaldinho
- Ronaldo Nazário
- Serena Williams
- Shaquille O'Neal
- Thierry Henry
- Tiger Woods
- Tim Duncan
- Tom Brady
- Usain Bolt
- Valentino Rossi
- Vinicius Junior
- Wayne Rooney
- Zinedine Zidane
Leave a comment