Pertumbuhan Kyshawn George Bersama Washington Wizards
Washington Wizards mungkin tidak menarik perhatian banyak orang saat melihat posisi mereka di klasemen NBA, dengan catatan 1-7 di awal musim ini. Namun, setelah menonton beberapa menit permainan mereka, banyak potensi yang terlihat dalam daftar pemain muda ini. Salah satu yang paling menonjol adalah Kyshawn George.
Penampilan Menjanjikan di Musim Ini
Pemain berusia 21 tahun ini merupakan pilihan ke-24 di NBA Draft 2024 dan kini menjadi kandidat awal untuk penghargaan Most Improved Player. Pada musim rookie-nya, George mencatatkan rata-rata 8.7 poin, 4.2 rebound, 2.5 assist, dan 1.0 steal per pertandingan dengan persentase tembakan 37.2%. Namun, kehadirannya di tim Wizards musim 2025-26 telah membuatnya berperan penting dalam menyerang.
Setelah delapan pertandingan, George berhasil mencetak rata-rata 16.8 poin, 6.8 rebound, 4.1 assist, 1.4 steal, dan 1.7 block per pertandingan dengan efisiensi tembakan 53.2%. Selain itu, ia memiliki usage rate 21.3%, yang merupakan yang tertinggi ketiga di antara starter Wizards. Ini menunjukkan betapa pentingnya perannya dalam membangun serangan, terutama dalam situasi pick-and-roll.
Peran dalam Permainan Pick-and-Roll
Kyshawn George merupakan salah satu pemain yang paling banyak digunakan sebagai ballhandler dalam situasi pick-and-roll di NBA, dengan frekuensi mencapai 41%. Tahun lalu, ia hanya digunakan kurang dari 17% dalam peran tersebut. “Sejak kecil, saya selalu bermain sebagai point guard,” kata George. “Hanya dalam beberapa tahun terakhir saya beralih ke posisi sayap, tapi kemampuan bermain sebagai point guard tetap ada.”
Dengan George memimpin permainan pick-and-roll, Wizards mencetak 1.06 poin per penguasaan bola, menempatkan mereka di urutan ke-22 antara semua ballhandler. Tim mencetak 48% dari penguasaan bola ketika George berfungsi sebagai ballhandler, dan ia berada di persentil ke-80 untuk efektivitas dalam peran itu. Pelatih Wizards, Brian Keefe, menyatakan bahwa George semakin baik dalam menekan lawan dan menggunakan tubuhnya untuk menyerang keranjang.
Kerja Keras di Musim Panas
Salah satu faktor sukses George di pick-and-roll adalah kerja kerasnya selama musim panas. “Saya berfokus pada meningkatkan kekuatan agar bisa lebih agresif,” ujarnya. Dengan tubuh yang lebih kuat, George mencatatkan hampir 10 kali percobaan serangan per pertandingan, naik dari hanya 4 serangan tahun lalu. Ia juga memiliki persentase sukses 59.3% dalam serangan tersebut, dengan hampir 64% dari total poin yang ia dapatkan berasal dari penetrasi ke dalam area kunci.
Kemajuan dalam Pengambilan Keputusan
George menyadari bahwa pengambilan keputusan saat berada di dalam area kunci adalah aspek yang perlu diperbaiki. Setelah memiliki tingkat turnover hampir 20% dalam situasi pick-and-roll tahun lalu, kini ia berhasil menurunkannya menjadi 16%. Secara umum, tingkat turnover pada saat serangan mencapai 5.3%, dibandingkan 7% di musim sebelumnya. Rata-rata assist-nya pun meloncat menjadi 20.4%, dari 13.3% tahun lalu.
“Saya bekerja keras pada pengambilan keputusan yang lebih baik saat berada di dalam cat,” tambahnya. “Saya melihat diri saya sebagai pencipta, baik untuk diri sendiri maupun tim, dan memastikan kami mendapatkan tembakan yang baik setiap kali.”
Kemampuan Menembak yang Meningkat
George juga meningkatkan kemampuan tembaknya dari luar garis tiga angka. Musim lalu, ia mengambil 5.2 tembakan tiga angka per pertandingan dengan persentase hanya 32.2%. Saat ini, ia terjun ke lapangan dengan persentase 53.8% dari tiga poin sambil tetap mencoba 5.6 tembakan per pertandingan. George menyebutkan, “Repetisi dan disiplin menjadi kunci dari peningkatan ini.”
Pertahanan yang Solid
Beralih ke sisi defensif, George memiliki rating defensif 117.7 tahun ini, sedikit lebih tinggi dari 115.5 tahun lalu. Menurut Coach Keefe, “George adalah pemain yang serba bisa, dengan lebih dari satu block dan steal per pertandingan.” Peningkatan kemampuan George dalam membaca pergerakan pemain lawan juga menjadi kunci dalam performanya di sisi defensif.
Masa Depan Tim yang Cerah
Dengan para pemain muda berpotensi seperti Alex Sarr, Bub Carrington, dan Tre Johnson, Wizards memiliki inti tim yang atletis dan menjanjikan. Dengan usia rata-rata 23.8 tahun, tim ini berkomitmen untuk mempercepat permainan dan agresif dalam bertahan.
Coach Keefe menekankan pentingnya kecepatan dalam permainan Wizards, menyatakan bahwa “Kami akan tetap menjalani gaya permainan ini karena kami percaya ini akan menghasilkan kesuksesan.” Fokus pada perkembangan adalah kunci, dan George menunjukkan komitmen untuk terus membangun kemampuannya.
Kesimpulan
Meski Wizards memiliki perjalanan panjang dalam musim ini, Kyshawn George menjanjikan harapan bagi tim. Dengan perkembangan pesat yang telah ditunjukkan, tidak ada batasan bagi potensi yang bisa dicapai oleh pemain ini dan timnya ke depan.
(BA/GN)
sumber : www.nbcsports.com
Leave a comment