Manchester City Pesta Gol ke Gawang Dortmund di Liga Champions: Foden Gemilang, Konsistensi Masih Jadi PR
Manchester City berhasil mengalahkan Borussia Dortmund dalam performa menyerang yang brilian di Stadion Etihad pada ajang UEFA Liga Champions. Tim asuhan Pep Guardiola menunjukkan ketajaman di lini depan, meraih kemenangan penting di kandang sendiri.
Kemenangan Gemilang di Etihad
Para penyerang City tampil dalam kondisi paling tajam saat Phil Foden mencetak dua gol, Erling Haaland kembali menjebol gawang, dan Rayan Cherki mengantongi gol pertamanya di Liga Champions. Borussia Dortmund sempat membalas satu gol melalui Waldemar Anton sebelum upaya Cherki menambah keunggulan City.
Kemenangan ini membawa Manchester City naik ke posisi keempat di fase grup Liga Champions, berada di belakang Bayern Munich, Arsenal, dan Inter Milan. Selanjutnya, City akan menghadapi laga blockbuster Premier League mereka melawan Liverpool pada Minggu, 9 November 2025, pukul 23.30 WIB, yang bisa disaksikan secara langsung melalui platform Vidio.
Foden Temukan Kembali Sentuhannya
Dengan dua gol khasnya melawan Dortmund, dapat dikatakan bahwa Phil Foden kembali ke performa terbaiknya. Setelah musim yang kurang memuaskan tahun lalu, Foden memulai musim ini dengan lebih tajam. Ia menjaga bola dengan lebih baik dan lebih sering berada di antara garis pertahanan lawan di tepi kotak penalti – area di mana ia paling berbahaya.
Kedua golnya, yang merupakan tendangan kaki kiri luar biasa ke sudut bawah gawang, membantu City meraih kemenangan meyakinkan. Performa impresif ini juga membuatnya mendapatkan pujian dari manajer Inggris, Thomas Tuchel, setelah ia dipanggil kembali ke skuad The Three Lions. City sedang membangun tim untuk bersaing musim ini dan seterusnya, dan Foden akan menjadi jantung dari kekuatan mereka.
Konsistensi Sepanjang 90 Menit Masih Jadi Masalah
City sempat mendominasi, namun pada akhirnya, mereka menunjukkan tanda-tanda kegugupan. Dortmund terus menekan, membalas satu gol dan hampir mencetak gol lainnya dalam banyak kesempatan. Kiper Gianluigi Donnarumma melakukan beberapa penyelamatan bagus, termasuk tekel sempurna dua inci berturut-turut untuk merebut bola di luar kotak penaltinya.
Akhirnya, Pep Guardiola memasukkan Ruben Dias dan menempatkannya di tengah formasi lima bek, yang berhasil memperbaiki keadaan. Meskipun seharusnya tidak sampai pada tahap itu; City berada dalam kendali penuh dan tim seharusnya bisa menambah keunggulan mereka, bukannya justru melindungi keunggulan tipis. Ada penurunan performa yang signifikan, dan ini mengingatkan pada pertandingan Feyenoord musim lalu. Melawan tim yang lebih baik seperti Liverpool akhir pekan ini, The Blues bisa saja mendapat hukuman. Oleh karena itu, mereka benar-benar perlu meningkatkan elemen permainan ini.
Peningkatan Performa Pemain Sayap
Pertanda positif dari pertandingan tersebut adalah penampilan Jeremy Doku dan Savinho di babak pertama. Keduanya sempat tampil frustasi di awal pertandingan, namun mereka akhirnya bangkit menjelang akhir babak pertama.
Savinho menemukan banyak ruang di sisi kanan City, dan berperan dalam gol kedua dengan melaju ke garis depan dan mengarahkan bola melintasi gawang, yang kemudian disambar Haaland hanya beberapa detik kemudian. Doku juga memberikan assist kepada Savinho, dengan gerakan meliuk dan umpan silang kaki kiri rendah yang menjadi ciri khas Haaland untuk mencetak gol.
Keduanya memang kesulitan dalam menghasilkan sentuhan akhir selama berada di City, namun saat melawan Dortmund, mereka jauh lebih baik. Savinho khususnya harus menjadi lebih konsisten dan memperbaiki sikapnya (ia mendapat kartu kuning karena berdebat dengan asisten wasit saat pertandingan masih berlangsung). Namun, ini adalah tanda-tanda positif yang kita lihat dari dua pemain sayap muda City.
(SA/GN)
sumber : bitterandblue.sbnation.com
Leave a comment