Published:
TP Mazembe vs ASEC Mimosas: Sang Juara Bertahan Hadapi Debutan Ambitius di Liga Champions Wanita CAF
Juara bertahan TP Mazembe akan menghadapi debutan ASEC Mimosas pada hari Minggu dalam pertandingan fase grup yang mempertemukan pengalaman melawan ambisi segar. Laga ini dijadwalkan kick off pukul 20.00 WIB di Suez Canal Stadium.
Tim asal Kongo, yang meraih mahkota juara di Maroko tahun lalu setelah mengalahkan AS FAR 1-0, akan memulai upaya mempertahankan gelar mereka melawan klub Pantai Gading yang tampil perdana di level ini dan sangat ingin membuktikan tempatnya di antara tim elite Afrika.
Penggemar sepak bola di Indonesia dapat menyaksikan pertandingan Liga Champions Wanita CAF ini melalui kanal YouTube resmi CAF (CAFTV) atau platform streaming olahraga lainnya yang mungkin memiliki hak siar pada saat pertandingan berlangsung.
Mazembe Bertekad Tampil Layaknya Juara
Dengan status juara yang disandang, Mazembe sadar jalan mereka kali ini akan lebih terjal. Pelatih kepala Lamia Boumehdi tetap tenang jelang pertandingan.
“Kami sangat senang bisa kembali di Liga Champions Wanita CAF. Tujuannya adalah untuk mewakili sepak bola Afrika dengan baik dan menunjukkan citra kuat dari pekerjaan kami,” kata Boumehdi.
Pelatih asal Maroko itu – wanita pertama yang memimpin klub Kongo meraih gelar kontinental – juga memperingatkan agar tidak lengah.
“Edisi ini akan lebih sulit. Semua orang mempersiapkan diri untuk menghadapi kami karena kami adalah juara bertahan,” tambahnya.
Gelandang Marlène Kasaj, pencetak gol kemenangan di final tahun lalu di El Jadida, memandang tantangan ini sebagai pembuktian, bukan hanya mempertahankan gelar.
“Setiap tim datang ke sini untuk menjadi juara. Tidak ada yang mudah, tapi kami siap memberikan segalanya untuk melangkah sejauh mungkin,” ujarnya.
Mazembe memasuki kampanye ini dengan skuad yang solid dan sebagian besar tidak berubah, serta ritme hasil positif, setelah tidak terkalahkan dalam delapan pertandingan kompetitif terakhir mereka. Kepercayaan diri dan disiplin tetap menjadi kunci bagi tim yang ditempa oleh kebiasaan kemenangan.
ASEC Mimosas Incar Kejutan
Di sisi lain, ASEC Mimosas menyambut debut mereka dengan kerendahan hati tetapi dengan tujuan yang jelas. Tim wanita dari klub legendaris Abidjan ini membawa harapan Pantai Gading ke Liga Champions Wanita CAF pertama mereka.
Pelatih kepala Siaka “Gigi” Traoré menjelaskan kesempatan ini dengan lugas.
“Merupakan suatu kehormatan besar berada di sini dan mewakili Pantai Gading di level ini. Kami tahu akan sulit, tetapi kami datang dengan motivasi untuk memberikan yang terbaik,” katanya.
Traoré ingin para pemainnya bermain tanpa beban ekspektasi melawan sang juara.
“Melawan TP Mazembe, kami bukan favorit. Itu membuat kami bisa bermain dengan bebas. Kami akan menampilkan sepak bola kami tanpa beban,” ujarnya, sebelum menambahkan penanda untuk laga pembuka: “Pertandingan pertama kami sudah menjadi final bagi kami. Hasil yang baik pada hari Minggu bisa mengubah segalanya dan memicu kampanye kami.”
Kapten Erika Gnougnoué, jantung tim, menggemakan sentimen serupa.
“Tidak ada tekanan. Ini adalah pengalaman pertama, level yang baru kami temukan. Kami akan menerapkan semua yang telah diajarkan pelatih kepada kami,” katanya.
Duel Gaya Bermain
Di atas kertas, ini adalah kontes dengan cetak biru yang kontras. Mazembe mengandalkan pressing tinggi dan umpan langsung kepada Kasaj, sementara ASEC lebih menyukai kesabaran dan transisi tajam. Bagi juara bertahan, pengingat Boumehdi sederhana.
“Menang sekali itu bagus. Mengonfirmasikannya bahkan lebih baik,” pungkasnya.
Dengan sang juara mengejar otoritas dan para debutan merangkul kebebasan, laga hari kedua di Ismailia menawarkan ujian kematangan awal bagi satu tim dan baptisan api bagi tim lainnya. Pertandingan ini diprediksi akan menjadi tontonan menarik bagi para pecinta sepak bola wanita di seluruh Afrika.
(LC/GN)
sumber : www.cafonline.com
Leave a comment