Arsenal Gagal Pecahkan Rekor, Ditahan Imbang Sunderland Lewat Gol Menit Akhir
Sebuah gol di masa injury time dari Brian Brobbey menggagalkan kemenangan beruntun ke-11 kami di semua kompetisi. Arsenal harus puas berbagi poin dengan Sunderland dalam laga penuh drama di Stadium of Light.
Upaya kami untuk mencatat rekor baru klub berupa sembilan clean sheet berturut-turut berakhir ketika Dan Ballard membawa tuan rumah unggul. Namun, setelah jeda, permainan kami jauh lebih baik dan Bukayo Saka berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-54.
Dengan waktu tersisa seperempat jam, Trossard membawa kami unggul lewat sepakan kerasnya yang brilian, yang sepertinya sudah cukup untuk memperpanjang catatan kemenangan. Namun, gol Brobbey pada menit ke-93 berhasil membuat The Black Cats kembali menyamakan kedudukan, membuat dua poin melayang dari genggaman kami.
Babak Pertama: Kejutan dari Tuan Rumah
Tiga puluh menit pertama berjalan cukup tenang, tidak terbantu oleh beberapa penghentian laga akibat cedera yang mencegah kedua tim membangun momentum. Kami baru mencatatkan tembakan pertama di laga ini pada menit ke-15 ketika tendangan bebas Declan Rice berhasil ditepis Robin Roefs. Setelah kesalahan Enzo Le Fee memberikan kami penguasaan bola di sepertiga akhir, Ebere Eze menyia-nyiakan peluang bagus dengan tendangan melengkung yang melebar di atas mistar.
Namun, The Black Cats memasuki pertandingan ini dengan rekor tak terkalahkan dalam lima laga kandang terakhir mereka musim ini, dan semangat mereka terasa tinggi. Wilson Isador sempat membuat lini pertahanan kami khawatir pada menit ke-28 saat ia menyusup di belakang dan melepaskan tembakan yang melebar jauh. Delapan menit berselang, tuan rumah akhirnya memimpin.
Roefs melepaskan tendangan bebas panjang ke area penalti menuju Ballard, yang kemudian mengarahkan bola kepada Nordi Mukiele. Mukiele berhasil mengontrolnya dan mengembalikannya ke jalur sang bek. Lulusan Hale End itu pun menjadi pemain pertama dalam 13 setengah jam pertandingan yang mampu membobol pertahanan kami, saat ia melesakkan bola melewati David Raya.
Kami memiliki peluang besar untuk menyamakan kedudukan selama sembilan menit stoppage time. Bukayo Saka mengoper bola ke jalur William Saliba yang tidak terkawal dari jarak sekitar 10 yard, namun pemain Prancis itu gagal memaksimalkan peluang dengan tendangan volinya yang melambung. Di akhir babak pertama, Mukiele berada dalam posisi yang sama bagusnya namun tendangannya melebar dan mengenai jaring samping, menjadi kelegaan bagi kami setelah 45 menit pembuka yang mengecewakan.
Kebangkitan di Babak Kedua
Tiga kekalahan Liga Primer kami sebelumnya melawan Sunderland semuanya terjadi di laga tandang, dan semuanya dengan skor 1-0. Jika kami ingin menghindari nasib serupa kali ini, kami membutuhkan reaksi di babak kedua, dan kami mendapatkannya.
Beberapa menit setelah kick off babak kedua, Martin Zubimendi melepaskan tembakan lurus ke arah Roefs sebelum Saka melepaskan tembakan melebar dari tiang jauh. Namun pada menit ke-54, sang winger akhirnya tepat sasaran dan membawa kami menyamakan kedudukan.
Le Fee sekali lagi kehilangan penguasaan bola karena direbut Rice, yang kemudian memberikannya kepada Eze. Eze lalu meneruskan bola dengan umpan sempurna kepada Mikel Merino. Merino memberikan umpan terukur kepada Saka, yang memiliki waktu untuk menenangkan diri sebelum melepaskan tembakan keras melewati Roefs di tiang dekat, mencetak gol ketiganya dalam empat pertandingan.
Momentum bergeser secara masif ke arah kami dan kami terus terlihat mengancam, menekan Sunderland di sepertiga akhir mereka. Umpan terobosan Leandro Trossard menemukan Zubimendi di dalam kotak penalti, namun ia hanya bisa mengarahkannya melebar. Tak lama kemudian, Eze menerima bola dengan dada dan melepaskan tendangan voli ke arah Roefs. Zubimendi kemudian membentur mistar gawang ketika tinjuan kiper jatuh tepat kepadanya di tepi area penalti.
Pada menit ke-74, kami mendapatkan keunggulan yang layak kami dapatkan berkat penampilan di babak kedua. Zubimendi menemukan Trossard yang berhadapan dengan Noah Sadiki. Setelah beberapa kali gerakan mengecoh, bek kanan itu memberikan ruang yang diinginkan Trossard, dan ia melepaskan tembakan kencang yang melesat ke sudut atas gawang, membuat para Gooners yang hadir di stadion bersorak kegirangan.
Drama di Menit Akhir
Sama seperti kunjungan kami sebelumnya ke utara-timur di Newcastle United, kami berhasil bangkit dari ketertinggalan untuk memimpin, namun kali ini masih banyak waktu yang harus dilalui. Raya melakukan penyelamatan gemilang dengan menjulurkan badannya untuk mencegah Brobbey mencetak gol, meskipun tayangan ulang menunjukkan pemain Belanda itu berada dalam posisi offside, sebelum tujuh menit tambahan waktu diumumkan.
Dan di menit ketiga injury time, tuan rumah berhasil menyamakan kedudukan. Raya, Gabriel, dan Brobbey semuanya berusaha menjangkau umpan Ballard, dan pemain Sunderland itu berhasil menyontek bola ke dalam gawang untuk menyamakan skor timnya.
Namun, hanya sepotong permainan brilian lainnya dari Ballard yang membuat timnya meraih satu poin. Kami terus menekan untuk kembali memimpin, dan Roefs melakukan penyelamatan hebat untuk menggagalkan upaya Riccardo Calafiori. Tepat ketika bola jatuh dengan baik bagi Merino untuk menyapu ke gawang, bek tengah Sunderland itu dengan berani menempatkan badannya untuk meredam bahaya dan menjaga skor tetap imbang.
Statistik Menarik Laga
- Gol penyeimbang Brian Brobbey adalah gol pertama yang mengubah hasil pertandingan yang kami kebobolan di menit ke-90 Liga Primer sejak September 2024, ketika John Stones mencetak gol untuk menjadikan skor 2-2 bagi Manchester City.
- Sunderland telah mencetak lebih banyak gol di menit ke-90 daripada tim lain di Liga Primer musim ini (5, termasuk waktu tambahan), dengan tiga dari gol-gol ini mengubah hasil pertandingan menjadi menguntungkan mereka (2 kemenangan, 1 hasil imbang).
- Gol pembuka Dan Ballard – selain menjadi tembakan pertama Sunderland yang tepat sasaran – adalah gol pertama yang kami kebobolan dalam 812 menit di semua kompetisi, sejak gol Nick Woltemade untuk Newcastle pada September.
- Kami gagal mengalahkan tim promosi di pertandingan Liga Primer untuk pertama kalinya sejak Mei 2023 (kalah 0-1 vs Nottingham Forest), mengakhiri 14 kemenangan beruntun melawan tim-tim tersebut.
- Leandro Trossard mencetak gol Liga Primer pertamanya dari luar kotak penalti untuk kami. Itu adalah gol pertamanya dari jarak jauh secara keseluruhan di kompetisi sejak Desember 2021 (untuk Brighton vs Brentford), mengakhiri rentetan 33 gol berturut-turut yang dicetak dari dalam kotak penalti.
- Kami kebobolan lebih dari satu gol dalam pertandingan untuk pertama kalinya musim ini di semua kompetisi, dengan 40% dari total gol yang kami kebobolan berasal dari pertandingan melawan Sunderland hari ini (2 dari 5).
- Gol penyeimbang Bukayo Saka adalah gol Liga Primer pertamanya di luar London sejak April 2024, ketika ia mencetak gol melawan Brighton & Hove Albion di Amex Stadium.
Agenda Berikutnya untuk The Gunners
Setelah hasil imbang ini, kami kini akan memasuki jeda internasional terakhir tahun 2025. Tim akan kembali siap menghadapi derby London utara pertama musim ini melawan Tottenham Hotspur pada hari Minggu, 23 November 2025, yang diperkirakan akan kick off pada pukul 23.30 WIB dan bisa disaksikan melalui Vidio atau SCTV.
Tiga hari kemudian, kami akan menghadapi Bayern Munich di kandang dalam laga Liga Champions, pada hari Kamis, 27 November 2025 dini hari pukul 03.00 WIB, yang biasanya disiarkan di SCTV, Vidio, atau Champions TV. Pertandingan besar terus berlanjut saat kami kemudian menghadapi Chelsea di Stamford Bridge pada hari Minggu, 30 November 2025, juga diperkirakan kick off pada pukul 23.30 WIB dan bisa ditonton di Vidio atau SCTV. Tiga laga berat menanti untuk kembali membawa tim ke jalur kemenangan.
(LC/GN)
sumber : www.arsenal.com
Leave a comment