FC Cincinnati Hadapi Inter Miami di Semifinal Wilayah Timur, Rekor Kandang Kokoh Jadi Modal Utama
Setelah menyingkirkan Columbus Crew dalam seri putaran pertama best-of-three mereka, FC Cincinnati kini membidik penampilan kedua di final Wilayah Timur dalam tiga musim terakhir.
Namun, sebelum melangkah lebih jauh, tim berjuluk Oranye dan Biru ini akan menjamu Inter Miami CF yang diperkuat Lionel Messi dalam salah satu dari dua semifinal Wilayah Timur. Pertemuan pada 23 November itu akan menjadi yang ketiga musim ini antara kedua tim, dan yang kedua kalinya di Stadion TQL.
Kandang Angker bagi Inter Miami
Stadion TQL terbukti menjadi arena yang tidak ramah bagi Inter Miami saat berhadapan dengan FC Cincinnati. Selama empat pertandingan liga terakhir yang dimainkan di West End, FC Cincinnati berhasil memenangkan setiap laga yang digelar di Stadion TQL. Dalam empat pertandingan tersebut, Cincinnati unggul jauh dengan mencetak 13 gol berbanding 2 gol Miami.
Lionel Messi sendiri hanya bermain dalam salah satu pertandingan tersebut, yakni saat FCC meraih kemenangan 3-0 pada Juli lalu. Kala itu, kandidat MVP Evander mencetak dua gol yang sekaligus memecahkan rekor klub, yakni mencetak gol dalam pertandingan kelima berturut-turut.
Pada tahun 2024, lima pemain Oranye dan Biru mencetak gol dalam kemenangan telak 6-1 melawan tim Miami yang tidak diperkuat Messi. Yuya Kubo menjadi bintang dengan dua golnya. Messi tidak dapat bermain karena sedang menjalani tugas internasional bersama tim nasional Argentina dalam turnamen Copa America. Dua pertandingan lainnya dalam periode tersebut terjadi sebelum kedatangan Messi di MLS, yaitu kemenangan 1-0 pada 1 April 2023 dan kemenangan 3-1 pada 19 Maret 2022.
Satu-satunya Noda dan Performa Tandang
Meskipun FC Cincinnati meraih kesuksesan gemilang melawan Miami di kandang sendiri, ada satu hasil yang menjadi noda: kekalahan adu penalti di semifinal Piala AS Terbuka 2023. Kekalahan ini terjadi lebih dari sebulan setelah Messi pertama kali melakukan debutnya bersama Miami.
Kesuksesan Cincinnati tidak hanya terbatas di kandang. Sejak tahun 2023, FCC memiliki rekor 1 kemenangan, 2 seri, dan 1 kekalahan (1W-2D-1L) melawan Miami di Florida, termasuk hasil imbang 0-0 awal tahun ini melawan Miami yang, lagi-lagi, tanpa Messi. Saat itu, Messi dan rekan setimnya, Jordi Alba, diskors setelah keduanya tidak tampil dalam perayaan MLS All-Star awal musim panas.
Kontras Performa Kandang dan Tandang FCC
Kesuksesan FC Cincinnati di kandang melawan Inter Miami sangat kontras dengan performa keseluruhan mereka di Stadion TQL selama dua musim terakhir. Setelah mencatatkan 13 kemenangan, 2 seri, dan 2 kekalahan (13W-2D-2L) di kandang pada tahun 2023, yang menghasilkan 41 poin dalam perjalanan menuju gelar Supporters’ Shield, FCC justru meraih lebih banyak poin di laga tandang daripada di kandang dalam dua musim terakhir.
Tahun lalu, mereka mencatat 7 kemenangan, 3 seri, dan 7 kekalahan (7W-3D-7L) di kandang (24 poin), sementara meraih 35 poin di laga tandang (11W-2D-4L). Musim ini, perbedaannya tidak terlalu besar tetapi masih terlihat: Cincinnati mencetak 11 kemenangan, 2 seri, dan 4 kekalahan (11W-2D-4L) di laga tandang (35 poin) dan 9 kemenangan, 3 seri, dan 5 kekalahan (9W-3D-5L) di kandang (30 poin).
Pertandingan semifinal Wilayah Timur ini dijadwalkan kick-off pada 23 November pukul 17.00 waktu setempat, yang berarti pada 24 November pukul 05.00 WIB.
(SA/GN)
sumber : www.wlwt.com
Leave a comment