Sorotan Pekan ke-11 Serie A: Masa Depan Antonio Conte dan Lima Hal Menarik Lainnya
Berbagai perbincangan hangat muncul dari berita-berita Serie A pekan ke-11, dengan topik utama yang paling banyak disorot adalah masa depan Antonio Conte.
Napoli takluk 2-0 di Bologna, yang berarti Gli Azzurri harus kehilangan posisi puncak klasemen. Inter Milan kini memimpin liga menjelang jeda internasional bulan November. Mereka ditempel ketat oleh Roma yang memiliki poin sama dengan Nerazzurri, namun kalah selisih gol. Di pertandingan lain, Pisa akhirnya meraih kemenangan pertama mereka, Genoa dan Fiorentina berbagi poin, sementara Atalanta mendekati Raffaele Palladino.
Lima Hal Menarik dari Pekan ke-11 Serie A
Antonio Conte di Napoli Berada di Ujung Tanduk
Setelah merebut gelar juara secara luar biasa di musim 2024-25, segalanya tidak berjalan mulus bagi sang juara musim ini. Manajer Napoli berikutnya sedang dipertimbangkan setelah Antonio Conte mengkritik keras kekalahan 2-0 timnya dari Bologna.
Kondisi ini memang khas Conte, dan tampaknya transfer Serie A yang ia lakukan musim panas ini mengecewakannya. Conte bahkan dijadwalkan akan berbicara dengan jajaran manajemen klub minggu ini untuk membahas masa depannya.
Belum bisa dipastikan bagaimana pertemuan itu akan berjalan, namun potensi untuk terjadi ledakan sangat tinggi. Jika hal itu terjadi, sang juara kemungkinan besar akan mencari pelatih kepala baru untuk memimpin tim melawan Atalanta pada 22 November.
| BREAKING: Napoli directors will hold face-to-face talks with Antonio Conte in the coming hours to assess the situation and decide whether to continue together.
Both sides will review every detail of this crucial moment.
[@MatteMoretto] pic.twitter.com/3xzsTvMRAn
— CentreGoals. (@centregoals) November 10, 2025
Bologna Bisa Dianggap Kuda Hitam Scudetto
Setelah kehilangan bintang-bintang seperti Dan Ndoye dan Sam Beukema di musim panas, sulit membayangkan Bologna memiliki awal musim yang begitu hebat. Namun, itulah yang terjadi dan tim asuhan Vincenzo Italiano kini bersaing ketat dengan para elit Italia di puncak klasemen Serie A.
Kemenangan meyakinkan 2-0 mereka atas Napoli menunjukkan bahwa *Rossoblu* bukanlah tim yang bisa diremehkan. Italiano sudah merasakan manisnya kejayaan setelah memenangkan Coppa Italia musim lalu, dan ia jelas haus akan lebih banyak gelar.
Hang it in the Louvre. Nobody’s robbing this moment#WeAreOne pic.twitter.com/ytyK8yiSRS
— Bologna FC 1909 (@BolognaFC1909en) November 9, 2025
Paolo Vanoli Memiliki Banyak Pekerjaan di Fiorentina
Pekan pertandingan lain, hasil tanpa kemenangan lain untuk Fiorentina. Pelatih kepala baru Paolo Vanoli berada di *dugout* untuk pertandingan krusial melawan sesama tim yang sedang berjuang, Genoa.
Ada beberapa hal positif dari hasil imbang 2-2 tersebut, namun ada juga banyak masalah yang perlu diperbaiki. Yang pertama adalah lini pertahanan yang rapuh yang hanya mencatatkan dua *clean sheet* di Serie A sepanjang musim.
Terlalu sering musim ini *La Viola* terekspos di lini belakang. Di lini serang, ini baru kedua kalinya musim ini mereka mencetak dua gol dalam satu pertandingan liga.
Fischio finale. pic.twitter.com/HYtWpI1iDp
— ACF Fiorentina (@acffiorentina) November 9, 2025
Inter Milan Terlihat Siap untuk Gelar Juara
Statistik Inter Milan dari musim 2025-26 sangat mengindikasikan bahwa gelar Serie A bisa kembali ke San Siro. Kemenangan 2-0 *Nerazzurri* yang apik atas Lazio membuat mereka kembali ke puncak klasemen.
Meskipun persaingan poin di jajaran elit Italia sangat ketat, Inter benar-benar tampak mulai menemukan ritme mereka dan ketika itu terjadi, mereka akan sulit dihentikan.
Setelah jeda internasional, Cristian Chivu akan mengawasi *derby* Milan pertamanya sebagai pelatih kepala. Jika ia bisa memimpin timnya meraih kemenangan melawan rival sengit mereka dan pesaing gelar lainnya, itu akan menjadi peringatan keras bagi tim-tim lain di liga.
Ange-Yoan Bonny is loving life with @Inter_en #InterLazio pic.twitter.com/mA1jGHX9tG
— Lega Serie A (@SerieA_EN) November 10, 2025
Roma Kokoh di Lini Belakang
Sejak mengambil alih pada musim panas, statistik Gian Piero Gasperini bersama Roma telah membuktikan betapa lihai dan berpengalamannya pelatih berusia 67 tahun itu. Ia telah menjadikan *Giallorossi* sangat kokoh di lini pertahanan.
Bersama Arsenal, tidak ada tim yang kebobolan lebih sedikit gol dan mencatatkan *clean sheet* lebih banyak daripada Roma di lima liga top Eropa (5 gol kebobolan, 7 *clean sheet*).
Gasperini mengawasi kemenangan lain dan *clean sheet* lainnya melawan Udinese di ibu kota akhir pekan ini. Lorenzo Pellegrini dan Zeki Celik mencetak gol dalam kemenangan 2-0 tersebut, di mana ‘Gasp’ dianugerahi penghargaan Pelatih Terbaik Serie A Bulan Oktober oleh Claudio Ranieri.
Gian Piero Gasperini was awarded his Philadelphia Coach of the Month award for October by Claudio Ranieri #RomaUdinese pic.twitter.com/42zL0wNLPv
— Lega Serie A (@SerieA_EN) November 9, 2025
(SA/GN)
sumber : www.footitalia.com
Leave a comment