Pernyataan Kuat Stephen A. Smith Terkait LeBron James
Stephen A. Smith terus mempertahankan pandangannya tentang LeBron James. Dalam sebuah segmen di podcast ‘Ball in the Family’, analis ESPN ini menegaskan keyakinannya bahwa pencapaian karier LeBron saat ini tidak lagi berfokus pada meraih gelar juara atau MVP.
“Saya tetap pada pernyataan itu,” kata Smith. “Siapa yang tidak tahu? Anda sudah berada di tahun ke-23 dan mengumpulkan semua statistik ini, tetapi Anda tidak akan memenangkan MVP lagi dan tidak akan kembali ke Final. Jadi, Anda di sini hanya untuk mengumpulkan angka.”
Pandangan Stephen A. Tentang Lakers dan Status GOAT LeBron
Smith kemudian beralih membahas kondisi terkini Lakers dan posisi LeBron dalam perdebatan sebagai pemain terbaik sepanjang masa (GOAT). Ia menolak anggapan bahwa tim ini merupakan kontender nyata dan menyatakan bahwa apa pun yang dilakukan LeBron sekarang tidak akan mempengaruhi status GOAT-nya.
“Kami tidak melihat Lakers sebagai tim juara. Anda tidak mungkin mengalahkan Oklahoma City atau Denver. Pahami ini: itu tidak memberikan status GOAT. Anda tidak akan mendapatkannya. Michael Jordan adalah GOAT saya, tanpa diragukan. Saya telah mengatakannya sejak dia pensiun, dan tidak ada satu orang pun yang bisa mengubah pikiran saya.”
Sorotan Terhadap Momen Buruk LeBron
Smith juga mengingat salah satu titik terendah dalam karier LeBron, yaitu kehampaan di Final NBA 2011 melawan Dallas Mavericks, sebagai alasan utama mengapa perdebatan GOAT sudah selesai baginya.
“Itu adalah kuarter keempat dari empat pertandingan berturut-turut di NBA Finals. Pemain terbaik di dunia hanya mencetak empat poin atau kurang dalam kuarter keempat, sementara dijaga oleh JJ Barea dan Jason Terry. Ini tidak ada diskusi lagi. Semua orang bisa mengalami per permainan buruk, tetapi ketika pikiran Anda tidak fokus, Anda memberikan keuntungan besar bagi lawan.”
Sejarah dan Pandangan Terus Menerus
Stephen A. Smith memiliki sejarah panjang yang penuh perdebatan dengan LeBron, yang mencapai puncaknya saat LeBron menghadapi Smith tentang komentarnya mengenai Bronny. Sejak saat itu, Stephen A. dalam banyak kesempatan mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap legenda NBA ini, dan tidak mengherankan jika ia skeptis terhadap klaim GOAT LeBron, meskipun argumennya cukup kuat. Baginya, karier LeBron lebih banyak berkaitan dengan angka statistik yang terakumulasi selama bertahun-tahun.
Pergunakan konteks lain dari perdebatan GOAT yang telah ada sejak lama; saat ini, LeBron James sudah meraih empat gelar juara, empat penghargaan MVP, dan menjadi pencetak poin terbanyak sepanjang sejarah NBA. Akan tetapi, bagi para kritikusnya, kebangkitan LeBron terkadang terhalang oleh kekurangan dalam kariernya, terutama saat final 2011 melawan Mavericks yang sangat mempengaruhi warisannya, di mana ia mencetak rata-rata 17,8 poin, 7,2 rebound, dan 6,8 assist selama seri tersebut.
Jika dibandingkan dengan catatan Michael Jordan yang sempurna di Final dengan rekor 6-0, jelas bahwa argumen GOAT LeBron masih harus diperjuangkan. Terlepas dari persetujuan atau penolakan Stephen A., perdebatan mengenai warisan LeBron tidak akan segera mereda. Setiap pencapaian baru menambah berat terhadap rekam jejaknya, tetapi kegagalan di Final 2011 tetap menjadi noda yang selalu diingat oleh para kritiknya. Satu hal yang jelas: warisan LeBron masih terus ditulis.
(BA/GN)
sumber : fadeawayworld.net
Leave a comment