Potensi Tindakan Hukum Pemain Terhadap Liga Premier Inggris
Liga Premier Inggris berpotensi menghadapi tindakan hukum dari pemainnya jika nantinya mereka menyetujui aturan yang menetapkan batasan gaji pada pertemuan klub mendatang. Pertemuan ini dijadwalkan berlangsung minggu depan sebelum pertemuan pemegang saham Liga Premier pada 21 November, di mana pemungutan suara mengenai ‘anchoring’ akan dilakukan.
Diskusi dengan Kapten Klub
Perwakilan dari Asosiasi Pemain Profesional (PFA) akan mengadakan pertemuan dengan kapten-klub dari liga tertinggi Inggris sebelum suara diambil. Liga berencana untuk mengganti Aturan Profitabilitas dan Keberlanjutan (PSR), yang membatasi kerugian klub hingga maksimal £105 juta selama periode tiga tahun, dengan aturan baru yang disebut ‘squad-cost rule’ (SCR). Aturan ini akan membatasi klub untuk menghabiskan tidak lebih dari 85 persen dari total pendapatan mereka untuk gaji.
Kekhawatiran PFA tentang ‘Anchoring’
Selain SCR, Liga Premier juga akan melakukan pemungutan suara mengenai ‘anchoring’, yang akan menetapkan batasan keras mengenai pengeluaran setiap tim untuk skuadnya. PFA menyatakan keprihatinan mengenai hal ini.
CEO PFA, Maheta Molango, menegaskan: “Jika langkah-langkah tersebut diterapkan, beberapa klub akan langsung melanggar aturan baru ini. Ini akan memaksa mereka untuk mengurangi pengeluaran, dan sebagai serikat pekerja pemain, hal ini berdampak pada anggota kami.”
Tantangan Hukum dan Proses Konsultasi
Molango menambahkan bahwa ada proses konsultasi yang telah ditetapkan dalam sepak bola Inggris terkait usulan semacam ini. Ia mengklaim bahwa Liga Premier belum memenuhi syarat konsultasi tersebut dan PFA telah menyatakan bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum untuk menantang aturan baru jika diterapkan.
Dalam wawancaranya dengan program Today di BBC, Molango menyampaikan: “Anda tidak bisa membatasi kemampuan seseorang untuk mencari nafkah secara sepihak karena langkah ini tidak akan bertahan dalam tantangan hukum.” Ia juga menyatakan bahwa klub-klub di dalam Liga Premier kemungkinan juga akan melawan langkah tersebut secara hukum. “Yang diuntungkan hanya para pengacara. Kami ingin membahas sepak bola, bukan biaya hukum,” tambahnya.
Tanggapan dari Liga Premier
Seorang juru bicara Liga Premier menyatakan kepada The Athletic: “Kami tidak sependapat dengan pandangan PFA terkait aturan keuangan yang diusulkan serta proses konsultasi yang telah kami lakukan dengan klub-klub dan pemangku kepentingan lainnya.”
Ia juga menegaskan bahwa PFA telah memiliki banyak kesempatan untuk memberikan umpan balik dan berkontribusi dalam merumuskan aturan baru ini sejak Maret 2024. “Tujuan Liga adalah untuk mempertahankan nilai Premier League, keseimbangan kompetitif, dan memastikan klub-klub beroperasi secara berkelanjutan secara finansial,” ujarnya.
Dampak Potensial bagi Klub dan Pemain
Langkah ini tentu akan memengaruhi dinamika finansial dan kompetitif dalam Liga Premier. Jika aturan baru diterapkan, beberapa klub mungkin harus merestrukturisasi pengeluarannya, yang bisa berdampak pada gaji dan kontrak pemain. Ini menandai momen krusial dalam sejarah Liga Premier yang sangat diperhatikan oleh semua pihak terkait.
(PL/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment