Home Basket NBA Kevin Young: Kontroversi NCAA soal Pemain G League dan Masa Depan Basket
NBA

Kevin Young: Kontroversi NCAA soal Pemain G League dan Masa Depan Basket

Share
Share

Kevin Young dan Menghadapi Perubahan di Dunia Basket Universitas

Kevin Young, pelatih baru program basket BYU, baru-baru ini mendapat pertanyaan yang menarik, terutama dengan adanya perkembangan kontroversial dalam dunia basket. Ia ditanya tentang perbedaan antara melatih di tingkat perguruan tinggi dengan di NBA, di mana ia sebelumnya berkarier bersama Philadelphia 76ers dan Phoenix Suns.

Jawabannya: “Tidak begitu berbeda.”

Perekrutan yang Menarik

Baru-baru ini, seolah memvalidasi jawabannya, BYU berhasil merekrut Abdullah Ahmed, seorang pemain besar yang sebelumnya bermain di Westchester, afiliasi G League dari New York Knicks. Namun, tak semua pelatih di dunia perguruan tinggi senang dengan perkembangan ini. Beberapa pelatih terkenal seperti Bill Self dan Tom Izzo mengungkapkan ketidakpuasan mereka. Mereka yang berpegang pada tradisi mengeluh tentang apa yang terjadi dalam dunia basket perguruan tinggi sekarang, sementara program-program seperti BYU memanfaatkan aturan baru NCAA yang memungkinkan perekrutan semacam ini.

Pandangan Tentang Aturan NCAA

Para penentang kemungkinan mempertanyakan langkah NCAA yang mengizinkan pemain profesional masuk ke dunia basket perguruan tinggi. Mereka berargumen bahwa dengan adanya pembayaran NIL dan portal transfer yang semakin longgar, situasinya sudah cukup rumit, tanpa perlu menambah pemain berpengalaman dari liga profesional.

Namun, Young menganggap bahwa menandatangani seorang pusat berusia 22 tahun dari liga minor tidak berbeda dengan merekrut pemain dari Eropa. Contohnya, ketika BYU merekrut Egor Demin, yang sebelumnya bermain di organisasi Real Madrid, serta Mihailo Boskovic dari Serbia. Jika pemain-pemain tersebut bisa berpartisipasi dalam kompetisi perguruan tinggi, mengapa tidak dengan Ahmed yang memiliki tinggi 6 kaki 10 inci dan berasal dari Mesir?

Komitmen dan Perbedaan Pandangan

BYU memang membutuhkan seorang pusat, dan Ahmed memilih untuk bermain di bawah arahan Young. Young menegaskan bahwa G League tidak sama dengan NBA. “Jika kamu memiliki kontrak NBA, barulah kamu dianggap pemain NBA. Jika tidak, apa bedanya?” ujarnya.

Baca juga:  Panduan Menonton NBA League Pass: Pekan 3 yang Seru!

Dia juga memberikan pendapat bahwa jika pemain profesional dari Eropa bisa bermain untuk tim perguruan tinggi, maka pemain G League juga harus diizinkan.

Respons Terhadap Perubahan

Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak pelatih yang lebih suka mempertahankan status quo dan menginginkan kontrol lebih besar tanpa harus bersaing dengan liga profesional. Namun, realitasnya, perubahan ini sudah terjadi dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Young siap membantu pemain muda yang bisa berkontribusi bagi timnya. Argumentasi tentang menjaga batasan antara pemain NBA dan pemain dari liga profesional lainnya makin melemah, mengingat keduanya sama-sama mendapatkan imbalan.

Young menyampaikan bahwa jika masalahnya adalah memungkinkan pemain dengan kontrak NBA, maka mereka layak dinyatakan tidak memenuhi syarat. Sebaliknya, pemain dari liga lain yang memenuhi syarat akademis bisa bergabung dengan tim perguruan tinggi.

Keseimbangan di Dunia Basket Perguruan Tinggi

Beberapa tradisionalis mungkin merasa sudah cukup dengan semua perubahan ini, tetapi kenyataannya, banyak pemain perguruan tinggi yang sudah lama mendapat imbalan, baik secara langsung maupun tidak. Basket perguruan tinggi telah menjadi arena yang selalu mampu bertahan.

Young dengan tepat menegaskan bahwa meskipun NBA dan dunia perguruan tinggi berbeda, kehadiran pemain profesional dalam kompetisi ini semakin mendekatkan kedua ranah tersebut: “Tidak begitu berbeda.”

(BA/GN)
sumber : www.sltrib.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Kendrick Perkins: ‘Sarapan bareng Beyoncé’ alasan untuk tutup ide trade Curry ke Hornets.

Kendrick Perkins menyebut "sarapan bareng Beyoncé" sebagai alasan lucu untuk membatalkan spekulasi...

Game 4 memberikan Sean Sweeney pengalaman seru bersama Orlando Magic!

Game 4 menghadirkan momen mendebarkan bagi Sean Sweeney bersama Orlando Magic, memperlihatkan...

Taylor Swift hadir di MSG untuk NBA Finals Game 4!

Taylor Swift mencuri perhatian di Madison Square Garden saat NBA Finals Game...

Pelatih Louisville Pat Kelsey bersinar di NBA Players Association Top 100 Camp!

Pelatih Louisville, Pat Kelsey, menunjukkan kepiawaiannya di NBA Players Association Top 100...