Micky van de Ven Kritik Tajam Performa Oranje
Pemain belakang tim nasional Belanda, Micky van de Ven, tidak ragu melontarkan kritik pedas terhadap penampilan timnya saat menghadapi Polandia di Warsawa. Dalam pertandingan tersebut, Oranje tertinggal lebih dulu setelah Jakub Kaminski mencetak gol pada menit ke-43. Namun, Belanda berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui Memphis Depay yang menyambar bola rebound setelah sundulan Donyell Malen berhasil ditepis.
Meski menguasai 58% bola, Belanda kesulitan menciptakan peluang berarti. Hal ini terlihat dari statistik tembakan, di mana Polandia melepaskan 14 tembakan berbanding enam milik Belanda. Van de Ven menyatakan bahwa ia dan rekan-rekan setimnya bermain terlalu lambat dalam membangun serangan.
Evaluasi Jujur Van de Ven
“Saya pikir kami bermain dengan tempo yang terlalu lambat,” ujar Van de Ven. “Hanya ada sedikit lari ke dalam (deep runs) dan sedikit momen di mana kami menciptakan sesuatu.”
Komentar tersebut menyoroti kurangnya dinamika dan kreativitas dalam permainan Belanda, yang gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola mereka menjadi ancaman nyata di depan gawang lawan.
Fleksibilitas Posisi di Tim Nasional
Meskipun sebagian besar karier klubnya dihabiskan sebagai bek tengah, Van de Ven, yang dikenal memiliki kecepatan tinggi, seringkali dimainkan sebagai bek kiri di bawah asuhan pelatih Ronald Koeman. Dalam pertandingan melawan Polandia, Jurrien Timber dari Arsenal mendapatkan tempat di jantung pertahanan bersama Virgil van Dijk.
Kehadiran Nathan Ake, Mathis de Ligt, dan Jan Paul van Hecke yang memulai pertandingan dari bangku cadangan menunjukkan betapa kaya dan dalam skuad Belanda di posisi bek tengah. Dengan begitu banyak pilihan berkualitas, Van de Ven merasa nyaman untuk bermain sebagai bek kiri.
“Sejauh yang saya tahu, saya dianggap sebagai bek kiri,” katanya.
Dampak dan Konteks Skuad
Kritik dari Van de Ven ini menjadi sorotan penting bagi Koeman dan staf pelatih untuk segera melakukan perbaikan, terutama dalam aspek tempo permainan dan kreativitas serangan. Kedalaman skuad di lini belakang memang menjadi kekuatan Belanda, memberikan Koeman banyak opsi. Namun, tantangannya adalah menemukan kombinasi terbaik yang bisa mengoptimalkan potensi para pemain dan menciptakan permainan yang lebih efektif. Fleksibilitas pemain seperti Van de Ven juga krusial dalam memberikan solusi taktis di berbagai situasi pertandingan, memastikan bahwa Oranje siap menghadapi berbagai lawan di kompetisi mendatang.
(LC/GN)
sumber : www.goal.com
Leave a comment