Niko Kovac Tertekan di Borussia Dortmund: Rentetan Hasil Buruk Memicu Kegelisahan
Banyak pihak memperkirakan kunjungan ke Manchester City akan menjadi ujian terberat Borussia Dortmund musim ini. Namun, kekalahan telak 4-1 yang mereka derita di tangan skuad asuhan Pep Guardiola jelas berada di luar dugaan. Hasil tersebut langsung memicu gelombang kekecewaan di kalangan internal klub.
Beberapa hari berselang, situasi semakin memburuk saat Dortmund membuang keunggulan di menit-menit akhir pertandingan tandang kontra Hamburg. Kejadian ini menambah daftar panjang kegelisahan di sekitar klub. Bahkan, bisik-bisik ketidakpuasan terhadap kinerja Niko Kovac mulai terdengar.
Niko Kovac di Bawah Tekanan Berat Borussia Dortmund
Rentetan hasil ini menjadi indikasi periode sulit bagi Die Borussen, julukan untuk klub berjuluk Hitam Kuning. Meski sebagian pihak meyakini ini hanya masalah sementara, Dortmund bukan kali pertama menghadapi situasi serupa. Sebelumnya, klub pernah mengalaminya bersama Edin Terzic dan Nuri Sahin.
Saat ditangani Terzic, Dortmund nyaris menorehkan sejarah dengan memenangkan liga domestik dan bahkan mencapai final Liga Champions setahun kemudian. Namun, di tengah pencapaian luar biasa itu, hasil yang inkonsisten akhirnya menjadi penyebab ia lengser.
Nuri Sahin juga memulai perannya sebagai pelatih di BVB dengan cukup baik. Akan tetapi, serangkaian hasil minor yang menumpuk belakangan membuat posisinya tak tertolong dan membuka jalan bagi kedatangan Kovac.
Kini, Kovac wajib berhati-hati agar performa tim tidak semakin merosot dan memicu krisis yang lebih besar di klub.
Kritik utama yang dialamatkan kepada Kovac adalah kecenderungan tim untuk tidak tampil menyerang secara penuh dan selalu mengincar kemenangan mutlak. Ada kesan kehati-hatian berlebihan dalam pendekatan taktik tim di setiap pertandingan, sebuah filosofi yang kurang disukai mayoritas penggemar klub.
Untuk menjaga kepercayaan manajemen dan kebahagiaan para suporter, tim tidak hanya dituntut meraih hasil positif, tetapi juga menyuguhkan permainan sepak bola yang atraktif.
Lars Ricken, Direktur Pelaksana klub, sempat menyatakan bahwa padatnya jadwal pertandingan tandang menjadi salah satu penyebab kesulitan yang dihadapi tim. Namun, para penggemar jelas menuntut lebih banyak dari tim, melihat performa yang mereka tunjukkan dalam beberapa laga terakhir.
(SA/GN)
sumber : bvbbuzz.com
Leave a comment