Courtois Tanggapi Insiden El Clasico: Puji Lamine Yamal dan Akui Rivalitas Perlu ‘Api’
Para pemain FC Barcelona dan Real Madrid terlibat dalam adu argumen panas pada menit-menit akhir pertandingan dan setelah peluit panjang dibunyikan di El Clasico pertama musim ini, bulan lalu. Laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Los Merengues di Santiago Bernabeu itu memang memiliki tensi lebih tinggi, menyusul komentar Lamine Yamal yang ditujukan kepada tim asuhan Xabi Alonso. Yamal sebelumnya berkelakar bahwa Real Madrid ‘kerap mencuri dan banyak mengeluh’.
Dani Carvajal dan Lamine Yamal sempat terlibat pertengkaran sengit di akhir pertandingan, sebelum akhirnya Thibaut Courtois ikut campur dan situasi memanas dengan banyak pemain lain turut bergabung.
Courtois Tak Ada Masalah dengan Lamine
Kini, Thibaut Courtois, kiper Real Madrid, berbagi pandangannya tentang insiden tersebut dalam sebuah wawancara dengan COPE. Courtois menegaskan bahwa ia tidak memiliki masalah pribadi dengan Lamine Yamal dan bahkan mendukung sang winger muda untuk mencapai kejayaan di Barcelona.
"Bagi saya, Lamine adalah pemain hebat dan akan menjadi pemain yang akan menandai sebuah era di Barça, saya pikir begitu. Tapi yah, pada akhirnya dia berbicara dengan cara tertentu, dia sedikit memanaskan suasana pertandingan dan jelas media langsung menanggapinya," kata Courtois.

"Carva atau Huijsen ada di tim nasional dan saya pikir tidak ada masalah sama sekali dengan Lamine. Ini adalah sesuatu yang hanya terjadi di lapangan dan tidak berlanjut di luar lapangan," tambah Courtois. "Jika saya melihat Lamine di restoran besok, saya akan menyapanya. Saya tidak berpikir ada masalah antara Lamine dan saya," kiper asal Belgia itu mengakui.
Komentar Yamal Jadi Motivasi Real Madrid
Mengenai komentar itu sendiri, bintang veteran Real Madrid tersebut menegaskan bahwa Los Merengues menggunakannya sebagai motivasi, terutama setelah kalah di semua pertemuan Clasico musim lalu.
"Ketika kami merasa sangat intens dan penuh adrenalin, terkadang kami mengatakan hal-hal yang kemudian kami sesali, ‘Yah, itu tidak perlu.’ Tapi saya pikir begitulah Clasico," ujar Courtois.
"Terkadang kami juga membutuhkan atmosfer seperti itu, dan saya pikir setelah tahun lalu ketika kami kalah empat kali, kami juga membutuhkan percikan api dari rival lagi, dan kami harus mengejar mereka karena bahkan ketika mereka menang, mereka tidak menunjukkan rasa hormat kepada kami," pungkasnya.
Pernyataan Courtois ini menunjukkan bahwa tensi tinggi dalam El Clasico seringkali hanya terjadi di lapangan. Rivalitas tetap hidup, namun tidak selalu berarti permusuhan di luar pertandingan. Komentar Lamine Yamal, meski sempat memicu ketegangan, justru berhasil memompa semangat Real Madrid untuk meraih kemenangan penting di kandang mereka.
(SA/GN)
sumber : barcauniversal.com
Leave a comment