Cristiano Ronaldo di Gedung Putih: Diplomasi Sepak Bola di Meja Makan Trump
Ketika sepak bola semakin mengukuhkan diri sebagai kekuatan budaya global, kehadiran bintang-bintang lapangan dalam acara-acara diplomatik tingkat tinggi menjadi pemandangan yang tak lagi asing. Hal ini kembali terlihat pada hari Selasa, saat megabintang Cristiano Ronaldo bergabung dengan Presiden AS Donald Trump dalam jamuan makan malam mewah di Gedung Putih.
Jamuan makan malam tersebut diselenggarakan untuk menghormati Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, menandai sebuah pertemuan penting di ranah politik dan olahraga internasional.
Pertemuan Diplomatik Bintang Lapangan
Kehadiran Cristiano Ronaldo di Gedung Putih bukanlah sekadar formalitas. Presiden Trump secara terang-terangan menggambarkan partisipasi sang superstar sebagai sebuah “kehormatan”, menyoroti peran penting Ronaldo yang semakin meningkat dalam lanskap sepak bola Saudi.
“Putra bungsu saya, Barron, pasti ingin bertemu dengannya,” ujar Trump dalam sambutannya, menambahkan, “Saya pikir dia (Barron) kini lebih menghormati ayahnya, hanya karena fakta bahwa saya memperkenalkan Anda.” Ungkapan ini menunjukkan betapa besar daya tarik Ronaldo, bahkan di kalangan keluarga orang nomor satu di Amerika Serikat.
Dalam jamuan makan malam tersebut, Ronaldo tak sendiri sebagai tokoh global. Ia didampingi oleh CEO Apple Tim Cook dan pendiri Tesla Elon Musk. Ronaldo terlihat duduk di barisan depan Ruang Timur, tidak jauh dari posisi Presiden Trump dan Putra Mahkota menyampaikan sambutan kepada para pejabat kedua negara.
Pertemuan ini juga menjadi kunjungan pertama Ronaldo ke AS sejak tahun 2016. Pada tahun 2018, ia membantah tuduhan pelecehan seksual yang muncul pada tahun 2009.
Simbol Pengaruh Sepak Bola Global
Selain apresiasi terhadap ikon sepak bola tersebut, Presiden Trump juga memuji penguatan hubungan antara Amerika Serikat dan Arab Saudi, menyebut kerajaan tersebut sebagai “sekutu utama non-NATO.” Pertemuan ini juga menandai kunjungan langka dan signifikan bagi Putra Mahkota Saudi, yang merupakan kunjungan pertamanya sejak periode isolasi diplomatik yang dimulai pada tahun 2018, menyusul pembunuhan jurnalis Washington Post Jamal Khashoggi oleh agen Saudi di konsulat di Istanbul.
Kehadiran Ronaldo dalam acara semacam ini menggarisbawahi bagaimana atlet-atlet top kini memiliki bobot yang setara dengan pemimpin bisnis dan politik dalam membentuk citra dan mempromosikan hubungan antarnegara.
Peran Krusial Ronaldo untuk Ambisi Saudi
Arab Saudi telah gencar mempercepat ambisi olahraga globalnya, sebuah langkah yang semakin signifikan sejak Cristiano Ronaldo membuat gebrakan dengan menandatangani kontrak bersama klub Al Nassr pada akhir tahun 2022. Kepindahan ini menjadikannya salah satu pemain sepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia, sekaligus ikon sentral dalam strategi olahraga Kerajaan.
Dengan Arab Saudi yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034, peran Ronaldo sebagai duta tidak resmi semakin menonjol. Mengutip pernyataan Ronaldo mengenai prospek Piala Dunia 2034, “Setelah apa yang saya lihat, saya lebih yakin bahwa 2034 akan menjadi Piala Dunia terbaik yang pernah ada.”
Pernyataan ini bukan hanya sekadar dukungan, melainkan juga cerminan dari keyakinan bahwa investasi besar Arab Saudi dalam olahraga, yang diwakili oleh kehadiran sosok seperti Ronaldo, akan membuahkan hasil yang gemilang di panggung dunia. Kehadiran Ronaldo di Gedung Putih menegaskan statusnya sebagai lebih dari sekadar atlet; ia adalah seorang tokoh global dengan pengaruh diplomatik yang substansial, terutama dalam konteks ambisi olahraga Saudi.
(SA/GN)
sumber : en.tempo.co
Leave a comment