Kaki Alaverdi Ramazanov Patah Mengerikan dalam 27 Detik di ONE Friday Fights 134
Bintang Rusia, Alaverdi Ramazanov, harus menelan pil pahit setelah mengalami patah tulang kaki yang mengerikan hanya 27 detik memasuki pertarungan Muay Thai kelas bulu melawan Elies Abdelali di ONE Friday Fights 134 yang digelar di Lumpinee Stadium, Bangkok.
Jalannya Insiden Mengerikan
Mantan juara kickboxing kelas bantam ONE Championship itu, yang menggunakan posisi southpaw di Lumpinee Stadium, melancarkan tendangan ke betis (calf kick) dengan kaki kirinya. Petarung asal Prancis, Abdelali, berhasil menahan tendangan tersebut dengan tulang kering kaki kanan depannya, dan kaki bagian bawah Ramazanov tampak patah saat benturan.
Ketika petarung berusia 30 tahun itu menapakkan kakinya kembali ke kanvas, pergelangan kakinya langsung menyerah. Komentator Brian McGrath segera menyebutnya sebagai “patah tulang terbuka” saat Ramazanov terjatuh ke tali ring sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.
Wasit langsung menghentikan pertarungan, memberikan Abdelali kemenangan TKO dalam laga internasional yang menjadi sorotan tersebut.
Abdelali sempat mengangkat tangannya sebentar sebelum kembali ke sudutnya, bertanya kepada timnya, “Apa yang terjadi?” – baru menyadari parahnya cedera beberapa saat kemudian. Ia membungkuk hormat ke arah Ramazanov sebelum tim medis menyerbu untuk menangani petarung Rusia yang tergeletak.
Pelatih Ramazanov, Mehdi Zatout, naik ke ring untuk membantu anak didiknya, yang tetap terbaring di kanvas selama beberapa menit sebelum akhirnya ditandu keluar dari Lumpinee Stadium.
Gelombang Dukungan dan Reaksi
Venum Training Camp, tempat Ramazanov berlatih di Pattaya, segera mengunggah pembaruan tak lama setelah insiden tersebut:
“Alaverdi sayangnya mengalami patah kaki dalam pertarungan malam ini. Di masa sulit ini, mari kita bersatu memberinya kekuatan dan dukungan. Cepat sembuh, juara – seluruh komunitas bersamamu.”
Abdelali menyampaikan kepada Bangkok Post:
“Saya berharap dia pulih dengan baik. Kemenangan ini terasa pahit bagi saya. Saya berharap bisa memberikan [Ramazanov] lebih. Kita akan bertemu lagi segera.”
Pesan dukungan pun mengalir dari seluruh komunitas ONE Championship. “Mengerikan. Doa dan dukungan untuk Alaverdi,” kata Doug Malagon, yang berada di bilik komentar bersama McGrath.
Konteks dan Dampak
Tendangan betis (calf kick) telah menjadi senjata yang semakin populer dalam Muay Thai setelah adopsi luasnya di MMA – sebuah tren yang telah menghasilkan beberapa kasus patah kaki tingkat tinggi dalam beberapa tahun terakhir, termasuk mantan juara UFC Chris Weidman dan Conor McGregor.
Bintang Muay Thai Inggris dari ONE, Liam Harrison, menulis di X (sebelumnya Twitter):
“Saya tahu tidak akan lama sebelum seseorang mengalami patah tulang kering saat mencoba melakukan calf kick.”
Bagi Abdelali, ini menandai kemenangan kedua berturut-turut di ONE Friday Fights, setelah kemenangan split decision atas PTT Apichit Farm pada bulan Juni.
Namun, bagi Ramazanov – yang dikenal sebagai “The Babyface Killer” – insiden ini membuka jalan panjang dan tidak pasti menuju pemulihan. Cedera ini diyakini sebagai patah kaki besar pertama yang terkait dengan tendangan betis dalam sejarah ONE Championship, sebuah pukulan telak yang akan menuntut kekuatan mental dan fisik luar biasa dalam proses penyembuhannya.
(OL/GN)
sumber : www.bangkokpost.com
Leave a comment