Lachlan Giles Siap Guncang ONE Championship, Hadapi Marcelo Garcia dalam Duel Impian
Salah satu pemikir paling brilian di Brazilian Jiu-Jitsu, Lachlan Giles, akhirnya akan melakoni debut promosionalnya di ONE Fight Night 38: Andrade vs. Baatarkhuu.
Ajang tersebut, yang akan disiarkan pada Jumat, 5 Desember dalam jam tayang utama Amerika Serikat, akan menampilkan ikon grappling Australia ini berhadapan dengan BJJ GOAT Marcelo Garcia dalam pertarungan submission grappling impian kelas ringan di Bangkok, Thailand.
Giles memiliki perpaduan unik antara inovasi teknis, keunggulan dalam mengajar, dan kesuksesan kompetitif yang telah menjadikannya salah satu sosok paling dihormati di era modern submission grappling.
Pendekatan sistematis atlet berusia 39 tahun ini terhadap kuncian kaki telah merevolusi permainan, dan kemampuannya menciptakan “keajaiban” dari posisi punggung tak tertandingi.
Sebelum Giles membuat penampilan pertamanya di ONE Championship, berikut adalah tiga hal yang wajib Anda ketahui tentang pionir grappling Australia ini.
#1 Lachlan Giles: Si “Pembunuh Raksasa”
Giles mendapatkan status legendarisnya dan julukan “Pembunuh Raksasa” di Kejuaraan Dunia ADCC 2019 dengan salah satu penampilan paling berkesan dalam sejarah grappling.
Bertanding hanya dengan berat 77 kilogram, ia memasuki divisi absolute dan melakukan hal yang tak terduga. Meskipun kalah bobot sekitar 20 kilogram di setiap pertarungan, atlet asal Melbourne ini menundukkan tiga raksasa.
Penaklukannya termasuk Kaynan Duarte, yang baru saja memenangkan emas di divisi super heavyweight, serta Patrick Gaudio dan Mahamed Aly, yang semuanya menyerah pada kuncian heel hook andalannya.
Giles hanya kalah dari juara bertahan Gordon Ryan di semifinal, namun medali perunggu yang inspiratif ini menandai pertama kalinya seorang kompetitor 77 kilogram mencapai podium divisi absolute sejak 2007.
Performa “David-melawan-Goliath” dari atlet Australia ini memukau dunia grappling dan membuktikan bahwa teknik benar-benar mengalahkan ukuran.
Di tahun yang sama pada Kinektic Invitational 1, Giles memberikan penampilan menakjubkan lainnya.
Dalam format lima lawan lima yang unik, ia sendirian menyapu bersih seluruh tim lawan, menundukkan kelima lawannya satu per satu.
#2 Doktor Fisioterapi di Matras Jiu-Jitsu
Di luar prestasi atletiknya, Giles membawa kredensial akademis yang serius ke atas matras.
Sarjana Australia ini meraih gelar Sarjana Fisioterapi dari La Trobe University pada tahun 2008, dan ia kembali ke universitas tersebut untuk mengejar gelar PhD di bidang Fisioterapi pada tahun 2016.
Penelitian doktoral Giles mengkaji pendekatan inovatif untuk rehabilitasi nyeri lutut patellofemoral.
Atlet multi-talenta ini entah bagaimana menyeimbangkan perannya sebagai pelatih kepala di gym-nya sendiri, Absolute MMA, dengan menjalankan praktik pribadi yang sukses di Physio Lab Melbourne.
Karier fisioterapis grappler ini meliputi posisi bergengsi dengan Tim Judo Australia di Australian Institute of Sport dan dengan Melbourne City Football Club.
Kombinasi unik antara pemahaman ilmiah dan pengalaman grappling praktis ini memberikan Giles keunggulan yang hanya dimiliki sedikit kompetitor.
Pemahaman kuatnya tentang anatomi manusia, terutama bagian bawah tubuh, memungkinkannya menganalisis setiap detail dari kuncian kakinya yang rumit.
Berbekal pengetahuan untuk menyembuhkan, Giles juga memahami titik-titik rentan tubuh, menjadikannya spesialis kuncian kaki yang paling ditakuti.
#3 Mentor dari Bintang Grappling Craig Jones
Dampak Giles pada Brazilian Jiu-Jitsu melampaui kesuksesan kompetitifnya sendiri.
Salah satu nama terbesar di submission grappling saat ini, Craig Jones, hanyalah salah satu dari banyak atlet Australia yang ia bantu kembangkan.
Jones pindah dari Adelaide ke Melbourne saat masih sabuk ungu khusus untuk berlatih di bawah bimbingan Giles di Absolute MMA.
Di bawah bimbingan mentornya, Jones mengembangkan permainan kuncian kaki mematikan yang menjadi fondasi kesuksesannya. Dan pada tahun 2016, Giles menganugerahkan sabuk hitam pertamanya kepada muridnya yang paling berhak.
Pengaruhnya menyebar ke seluruh kancah olahraga pertarungan Australia, menghasilkan generasi grappler elit yang kini berkompetisi di level tertinggi.
Giles menjabat sebagai pelatih kepala untuk Tim Australasia di Craig Jones Invitational 2 pada Agustus 2025, membawa karier melatihnya mencapai titik puncak.
Kini, di ONE Fight Night 38 pada 5 Desember, Giles mendapatkan kesempatan untuk memamerkan pendekatan inovatifnya melawan salah satu master paling fundamental dalam olahraga ini, di mana teknik klasik Garcia berhadapan dengan perang kuncian kaki modern.
Bentrokan antara keahlian fundamental Garcia dan inovasi modern Giles menjanjikan pertarungan tak terlupakan yang menampilkan “seni lembut” di level tertinggi.
(OL/GN)
sumber : www.onefc.com
Leave a comment