Pulisic Jadi Pahlawan, AC Milan Tundukkan Inter di Derby Panas
Jalannya Pertandingan
Inter Milan memulai laga dengan ambisius, langsung menguasai bola dan berupaya menciptakan ancaman. Mike Maignan sudah diuji pada menit keempat, menunjukkan kelasnya dengan menepis sundulan berbahaya dari Marcus Thuram. Pada menit ke-15, sepakan Dimarco sempat diblok sebelum Sučić mencoba peruntungannya dari skema sepak pojok.
AC Milan berusaha membalas. Pada menit ke-16, umpan silang Bartesaghi meluncur ke dalam kotak enam meter tanpa sentuhan berarti. Fofana sempat mencoba spekulasi dari jarak jauh di menit ke-25. Tuan rumah nyaris membuka keunggulan di menit ke-27 ketika sundulan Acerbi dari sepak pojok Çalhanoğlu membentur tiang gawang, membuat suporter Inter menahan napas.
Peluang emas kembali didapatkan Inter pada menit ke-37. Kali ini Lautaro Martínez yang mengancam, namun usahanya berhasil ditepis Maignan dan kembali membentur tiang. Rossoneri mulai menemukan ritme menyerang jelang akhir babak pertama. Saelemaekers melepaskan tembakan yang tidak akurat di menit ke-41, disusul oleh Pulisic yang tendangannya melebar tipis di menit ke-44.
Babak kedua dimulai, Nerazzurri kembali tampil menekan. Pada menit ke-50, Pavlović berhasil menggagalkan peluang Barella, dan semenit kemudian, Maignan kembali melakukan penyelamatan penting untuk menahan sepakan Thuram.
Momen yang ditunggu AC Milan tiba di menit ke-54. Melalui serangan balik cepat, Saelemaekers menerima bola dan melepaskan tembakan ke arah gawang yang ditepis Sommer. Bola muntah langsung disambar Christian Pulisic yang dengan tenang menyarangkannya ke gawang, membawa AC Milan unggul 1-0.
Inter tidak menyerah. Di menit ke-59, sepakan Bastoni melambung di atas mistar. Fofana sempat menguji Sommer dengan tendangan jarak jauh di menit ke-68. Drama terjadi di menit ke-74. Setelah tinjauan VAR, Pavlović dinyatakan melanggar Thuram di dalam kotak penalti, membuat wasit menunjuk titik putih. Hakan Çalhanoğlu maju sebagai algojo, namun Maignan menebak arah yang tepat dan melakukan penyelamatan brilian, menjaga keunggulan AC Milan.
Tuan rumah semakin gencar menekan di menit-menit akhir pertandingan. Akanji nyaris menyamakan kedudukan di menit ke-81, sementara usaha Diouf di menit ke-88 berhasil diamankan. Bonny menyia-nyiakan peluang besar di menit ke-89, gagal mengkonversi kesempatan emas dari posisi strategis. Peluit panjang berbunyi, Inter 0-1 AC Milan.
Statistik Kunci Pertandingan
INTER 0-1 AC MILAN
INTER (3-5-2): Sommer; Akanji, Acerbi (85′ Diouf), Bastoni; C. Augusto, Barella (85′ Esposito), Çalhanoğlu (78′ Zieliński), Sučić, Dimarco; Thuram, L. Martínez (66′ Bonny). Cadangan: Calligaris, J. Martínez; Alexiou, Bisseck, Cocchi, De Vrij; Frattesi, L. Henrique. Pelatih: Chivu.
AC MILAN (3-5-2): Maignan; Tomori, Gabbia, Pavlović; Saelemaekers, Fofana (78′ Ricci), Modrić, Rabiot, Bartesaghi; Pulisic (78′ Nkunku), Leão (86′ Loftus-Cheek). Cadangan: Pittarella, Terracciano; De Winter, Estupiñan, Odogu; Jashari. Pelatih: Allegri.
- Wasit: Sozza dari Seregno.
- Gol: 54′ Pulisic (M).
- Kartu Kuning: 45’+2 Leão (M), 61′ Çalhanoğlu (I), 72′ Pavlović (M).
- Catatan Penting: Penalti Çalhanoğlu digagalkan Maignan (74′).
Dampak Hasil Derby
Kemenangan tipis 1-0 di derby ini menjadi suntikan moral berharga bagi AC Milan. Hasil ini menunjukkan ketangguhan lini belakang dan kecekatan dalam memanfaatkan peluang, terutama dengan performa gemilang Mike Maignan di bawah mistar. Bagi Inter, kekalahan di kandang sendiri dari rival abadi tentu menjadi pil pahit yang harus segera diatasi untuk menjaga momentum di kompetisi.
(SA/GN)
sumber : www.acmilan.com
Leave a comment