Home Olahraga Lainnya Spartan Boxing Phoenix Krisis! Dana Hibah Kering!
Olahraga Lainnya

Spartan Boxing Phoenix Krisis! Dana Hibah Kering!

Share
Spartan Boxing Phoenix Krisis! Dana Hibah Kering!
Share

Spartan Boxing, Klub Nirlaba untuk Masa Depan Remaja, Terancam Tutup Akibat Krisis Dana

Phoenix, Arizona – Klub tinju nirlaba Spartan Boxing, yang telah menjadi rumah kedua bagi ratusan remaja dan dewasa di Phoenix, kini berada di ambang penutupan. Keterlambatan dan minimnya dukungan hibah (grant) menjadi penyebab utama krisis finansial yang mengancam kelangsungan operasi klub ini.

Bagi Neeka Quigley, seorang remaja 16 tahun yang telah berlatih di Spartan selama tujuh tahun, klub ini adalah penopang hidup. “Tinju membuat saya tetap membumi dan menjauhkan saya dari masalah. Ini menempatkan saya di jalur yang benar,” ujar Quigley saat sesi latihan pekan lalu. “Ini adalah komunitas yang sangat baik, rasanya seperti keluarga.”

Dampak Nyata dan Misi Mulia

Spartan Boxing didirikan oleh Troy Wohosky, direktur eksekutif sekaligus pelatih kepala, pada tahun 2012. Tujuannya sederhana namun mulia: menciptakan tempat yang aman dan positif bagi kaum muda di Phoenix. Melalui tinju, pembinaan, dan bimbingan belajar, organisasi ini berupaya membangun rasa percaya diri, tujuan hidup, dan kebanggaan pada anggotanya.

Saat ini, Spartan Boxing memiliki sekitar 330 anggota, dengan lebih dari 200 di antaranya datang secara rutin. Mike Wulff, Presiden dewan Spartan, menjelaskan bahwa gym ini buka dari pukul 06.00 hingga 09.00 pagi dan pukul 15.00 hingga 20.00 malam, Senin hingga Jumat, serta pada waktu-waktu khusus lainnya. Setiap hari kerja, tujuh kelas tinju ditawarkan, termasuk tiga sesi di pagi hari, dan semua kelas bersifat “drop-in” atau tidak perlu pendaftaran khusus.

Kelas untuk anak-anak, biasanya berusia 5 hingga 12 tahun, diadakan setiap sore hari kerja dan dibimbing oleh Adriana Harrison, seorang mahasiswa kesehatan dan olahraga dari Southern Oregon University. Sesi latihan anak-anak sering diawali dengan pemanasan seperti lompat tali atau memukul samsak, dilanjutkan dengan latihan terencana, dan diakhiri dengan lari cepat di Welch Street di bawah pengawasan orang tua.

Adriana Harrison, yang baru setahun mengenal tinju, mengaku langsung jatuh cinta pada olahraga ini. “Ini adalah sesuatu yang kemajuannya bisa langsung terlihat,” kata Harrison, sebuah aspek yang juga menarik bagi murid-murid mudanya.

Baca juga:  Lohr & Stadter Sabet Gelar Akademik Terbaik Liga!

Program ini juga membawa dampak positif bagi Sebastian Bryant, 6 tahun, yang didiagnosis ADHD dan autisme. Ibunya, Sade Bryant, mengatakan bahwa tinju membantu Sebastian menyalurkan energinya dan menjaga kestabilannya. “Ini membantunya mengeluarkan energi. Ini membantunya tetap teratur,” tutur Sade saat membantu Sebastian mempersiapkan tangannya sebelum latihan.

Tantangan Finansial dan Upaya Bertahan

Ancaman penutupan ini muncul karena dukungan hibah yang biasanya menjadi sumber pendapatan utama klub tidak lagi tersedia. Mike Wulff mengungkapkan bahwa biasanya Spartan Boxing berhasil mendapatkan 10 hingga 12 hibah per tahun dari berbagai yayasan lokal. Namun, tahun ini baru satu hibah yang cair, itu pun dengan jumlah yang dikurangi, dan ada kemungkinan satu lagi akan menyusul.

Padahal, biaya operasional bulanan klub mencapai sekitar $10.000 (sekitar Rp155 juta), meliputi utilitas, sewa, peralatan, dan gaji personel. Sebagian besar biaya tersebut tahun lalu ditutup dari hibah. Wulff memperkirakan operasional klub hanya bisa bertahan hingga Januari mendatang.

Menghadapi situasi sulit ini, Spartan Boxing telah mengambil beberapa langkah adaptasi. Mereka menutup bangunan kedua yang sebelumnya digunakan sebagai ruang kebugaran dan calon kantor. Pada 8 November lalu, klub juga mengadakan “garage sale” untuk menjual peralatan beban.

Selain itu, biaya keanggotaan dasar dinaikkan dari $40 menjadi $50 per bulan. Klub juga menawarkan keanggotaan keluarga, dan anggota dapat menggunakan gym kapan pun mereka mau. Sparta juga aktif mencari peluang hibah baru. Tammie Henriksen, bendahara klub, yang awalnya menangani sebagian besar penulisan hibah, kini turut dibantu oleh Wulff.

Spartan Boxing hanya memiliki dua karyawan paruh waktu: Troy Wohosky yang merangkap sebagai direktur dan pelatih kepala sekaligus petugas kebersihan, serta Christen Wulff sebagai direktur operasional. Sementara itu, para pelatih lainnya mendapatkan bayaran untuk jasa mereka.

Sekitar sepertiga anak-anak di klub menerima beasiswa yang didukung oleh hibah. Namun, ketiadaan dana kini membuat program beasiswa ini menjadi sorotan. “Kami ingin anak-anak datang untuk berlatih tinju. Kami ingin sekali menawarkan banyak beasiswa,” kata Wulff.

Baca juga:  NN Group gabung jadi partner pendiri!

Lebih dari Sekadar Pukulan

Program Spartan Boxing dirancang tidak hanya untuk melatih fisik, tetapi juga untuk membimbing kaum muda, mengajarkan disiplin, dan bahkan menyediakan bimbingan belajar. Semua remaja memiliki daftar periksa untuk memastikan mereka tetap berada di jalur yang benar, termasuk meninjau rapor mereka.

“Ada banyak hal lain yang kami lakukan bersama mereka, membangun hubungan dan rasa saling percaya,” jelas Wulff. “Bagi sebagian anak muda ini, mungkin tidak ada orang lain yang peduli pada mereka, untuk memperhatikan mereka.”

Demi keamanan anggota, klub memiliki pedoman ketat. Pertandingan tinju tidak diizinkan sampai seseorang berusia 8 tahun, dan sparring hanya boleh dilakukan di bawah pengawasan pelatih.

Profil keanggotaan Spartan cukup beragam, sekitar 60% adalah laki-laki dan 40% perempuan, dengan usia anggota termuda 5 tahun hingga tertua 70 tahun. Sekitar setengah dari anggota berusia di bawah 18 tahun. Para pendatang baru bahkan dapat mencoba kelas secara gratis selama seminggu sebelum mendaftar.

Di awal Desember, jajaran kepemimpinan Spartan akan mengadakan pertemuan dengan semua kelas untuk bersikap transparan mengenai situasi klub. Pada saat itu, mereka berharap sudah memiliki gambaran yang lebih jelas tentang masa depan.

“Kami melihat beberapa hal baik, beberapa donasi mulai berdatangan. Komunitas benar-benar mendukung penjualan kami,” kata Wulff. “Iuran kami juga telah meningkat.”

Selain tinju, Spartan juga menawarkan pelatihan mixed martial arts (MMA) dengan biaya tambahan, lengkap dengan ring oktagon di area gym.

Bagi mereka yang ingin mengetahui lebih lanjut atau memberikan dukungan, Spartan Boxing berlokasi di 729 Welch St. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh dengan menghubungi 458 302-6908 atau mengirim email ke Christen.spartanboxing@gmail.com. Krisis ini menjadi pengingat akan pentingnya dukungan komunitas bagi organisasi nirlaba yang berjuang untuk membentuk masa depan generasi muda.

(OL/GN)
sumber : rv-times.com

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Articles

Bongkar Rahasia AVR Programming 2026: 5 Pertanyaan Wajib Tahu!

Bongkar rahasia AVR Programming 2026! Dapatkan jawaban 5 pertanyaan wajib ini untuk...

Whittaker vs Suarez: Duel Sengit! Hasil Live Tiap Ronde!

Duel sengit Whittaker vs Suarez kini hadir! Ikuti hasil live tiap ronde...

Carlos Ulberg Menang UFC 327, tapi Cedera ACL Robek.

Carlos Ulberg raih kemenangan di UFC 327! Sayangnya, momen bahagia itu diwarnai...

UBL: Tinju Indonesia Siap Gempur Dunia!

Tinju Indonesia bertekad gempur ring dunia! Para petinju siap berlaga di kancah...