Harry Kane Siap Hadapi Arsenal di Emirates, Akui Nikmati Peran Baru yang Lebih Dalam
Penyerang Bayern Munich, Harry Kane, akan kembali ke London Utara pada Rabu (10/4) dini hari WIB untuk menghadapi rival lamanya, Arsenal, dalam leg pertama perempat final Liga Champions. Kane disebut-sebut berada dalam performa terbaik sepanjang kariernya, terlebih setelah ia mengambil peran yang lebih dalam di lapangan.
Kane, yang kini berusia 30 tahun, selalu menjadi pencetak gol yang konsisten. Namun, di Bayern, kapten timnas Inggris ini telah bertransformasi menjadi pemain yang lebih lengkap, memikul tugas kreatif dan defensif yang lebih banyak. Performa gemilang Kane menjadi salah satu alasan kuat di balik awal musim Bayern yang luar biasa, dengan 17 kemenangan dan satu hasil imbang dari 18 pertandingan di semua kompetisi, di mana Kane bermain di setiap laga.
Transformasi Harry Kane: Bukan Sekadar Pencetak Gol
Kane telah mencetak 15 gol dari 21 penampilannya melawan Arsenal sepanjang kariernya, dan dia mungkin menjadi kunci untuk membongkar pertahanan The Gunners yang sangat solid. Tim asuhan Mikel Arteta adalah satu-satunya tim yang belum kebobolan di Liga Champions musim ini. Di Premier League, Arsenal juga hanya kebobolan enam gol, menjadikannya rekor terbaik di lima liga top Eropa.
Musim ini, Kane sekali lagi mencatatkan angka-angka yang luar biasa dengan 24 gol dari 18 penampilan bersama Bayern dan lima gol dari lima laga untuk timnas Inggris. Namun, deretan angka ini hanya sebagian kecil dari cerita performanya musim ini.
Kane, yang selalu bersedia turun ke lini tengah, sering dimanfaatkan sebagai gelandang kreatif oleh pelatih Bayern, Thomas Tuchel. Ia kerap bermain di belakang penyerang lain seperti Nicolas Jackson atau Serge Gnabry. Perubahan posisi ini, entah disengaja atau karena kebutuhan tim setelah Jamal Musiala absen karena cedera engkel, tak hanya "membebaskan" permainannya tetapi juga membuat kapten Inggris ini menikmati sepak bolanya.
“Saya tahu saya bukan hanya seorang pencetak gol,” kata Kane setelah kemenangan 6-2 atas Freiburg pada hari Sabtu lalu. “Saya bisa memberikan dampak bagi tim dengan umpan, situasi satu lawan satu, dan meredakan tekanan dari tim.”
“Ini adalah momen di mana saya paling menikmati sepak bola saya karena saya lebih banyak terlibat. Saya suka cara kami bermain. Gaya yang sangat agresif, tanpa rasa takut.”
“Saya suka melakukan tekel, saya suka membantu tim dan memblokir tembakan serta semua bagian itu juga.”
“Jelas, saya akan dinilai dari gol, tetapi saya pikir, terutama musim ini, orang-orang juga akan menghargai beberapa hal lain yang saya lakukan.”
Bentrok Sengit: Jadwal dan Statistik Kane Kontra The Gunners
Pertandingan antara Arsenal dan Bayern Munich akan berlangsung pada Rabu, 10 April 2024, pukul 02:00 WIB. Laga ini dapat disaksikan secara langsung melalui SCTV serta layanan streaming resmi Vidio dan Champions TV.
Memori Masa Lalu dan Derby London Utara
Kane bergabung dengan Bayern pada tahun 2023 setelah meniti karier di Tottenham Hotspur, menyusul keputusan rival London utara, Arsenal, yang melepasnya saat masih kanak-kanak.
“Saya di sana selama beberapa tahun dan kemudian dilepas,” kata Kane. Namun, ia menolak untuk menjadikan penolakan itu sebagai motivasi.
“Itu semua adalah bagian dari perjalanan dalam sepak bola. Itu terjadi 20 tahun yang lalu, sudah sangat lama sekali," tambahnya. "Kami sudah melangkah jauh sejak saat itu.”
Kane sendiri pernah menghadapi Arsenal di perempat final Liga Champions musim 2023-2024, di mana ia mencetak gol penalti saat Bayern meraih kemenangan dalam dua leg.
“Ini adalah wilayah yang sangat akrab bagi saya. Bermain untuk Tottenham begitu lama, itu menambah sedikit bumbu pada pertandingan,” ujar Kane.
Kelemahan Bayern, Senjata Andalan Arsenal
Meskipun Bayern sedang dalam performa tinggi, mereka memiliki kerentanan terhadap situasi bola mati, yang kebetulan merupakan salah satu kekuatan terbesar Arsenal. Bayern telah kebobolan empat gol dalam dua pertandingan terakhir mereka, dan semuanya berasal dari situasi set-piece. Di Premier League musim ini, Arsenal telah mencetak 24 gol, di mana 10 di antaranya berasal dari bola mati.
Pelatih Bayern, Thomas Tuchel, mengakui timnya memiliki "masalah" dengan situasi bola mati. “Anda tidak bisa menyembunyikannya, semua orang melihatnya. Analis Arsenal juga akan melihatnya," kata Tuchel.
“Kami harus menunjukkan kepribadian, karakter, dan bertahan dalam situasi tersebut. Tapi saya percaya pada tim kami.”
Laga di Emirates Stadium ini diprediksi akan menjadi pertarungan sengit, dengan Kane yang berada di puncak performa dan Arsenal yang memiliki lini pertahanan kokoh serta keunggulan dalam set-piece. Peran Kane, baik sebagai pencetak gol maupun playmaker, akan menjadi kunci bagi Bayern untuk meraih hasil positif di kandang lawan.
(LC/GN)
sumber : www.channelstv.com
Leave a comment