Haiti Lolos ke Piala Dunia 2026, Allan Saint-Maximin Tegaskan Tak Akan Bergabung
Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara yang akan datang, dengan format 48 tim yang diperluas, siap menjadi tontonan utama di kalender sepak bola pria tahun depan. Turnamen ini menjanjikan sensasi tersendiri dengan kehadiran debutan dan kembalinya negara-negara seperti Skotlandia, Austria, serta Norwegia setelah 28 tahun absen.
Sebanyak 42 tim telah mengamankan tempat mereka di putaran final, menyisakan enam slot yang masih diperebutkan melalui jalur play-off antarkonfederasi dan UEFA.
Kejutan dari CONCACAF: Haiti Kembali ke Panggung Dunia
Salah satu negara yang mungkin pada awalnya hanya berharap lolos melalui jalur play-off, namun justru tampil melampaui ekspektasi, adalah tim CONCACAF, Haiti. Negara kepulauan ini berhasil kembali ke Piala Dunia FIFA untuk penampilan kedua mereka, dan yang pertama dalam lebih dari 50 tahun, setelah berhasil memuncaki grup kualifikasi mereka.
Meskipun tergabung dalam grup yang berisi Honduras dan Kosta Rika, dua negara yang telah berpartisipasi di turnamen edisi-edisi sebelumnya, Haiti sukses mengamankan posisi teratas dan satu tempat di putaran final.
Skuad Haiti saat ini diperkuat oleh beberapa nama yang bermain di Eropa, seperti Hannes Delcroix dari Burnley dan Jean-Ricner Bellegarde dari Wolverhampton Wanderers, serta pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas, Duckens Nazon, yang sebelumnya bermain untuk Coventry City dan Oldham Athletic.
Allan Saint-Maximin Absen, Rumor Keterlibatan Ditepis
Namun, nama bintang yang hampir dipastikan akan menjadi magnet perhatian adalah mantan winger Newcastle United, Allan Saint-Maximin, jika saja pemain asal Prancis ini tidak menepis kemungkinan panggilan untuk membela Haiti.
Menurut laporan media Spanyol, Marca, ayah Saint-Maximin disebut berdarah Haiti, yang berarti pemain berusia 28 tahun itu akan memenuhi syarat untuk dipanggil melalui garis keturunannya.
Akan tetapi, penyerang yang kini bermain untuk Club America di Liga MX Meksiko itu telah membantah rumor tersebut, menyatakan bahwa ia tidak memenuhi syarat dan tidak akan pergi ke Piala Dunia — kecuali ia menerima panggilan yang tidak mungkin dari timnas Prancis.
Klarifikasi Langsung dari Saint-Maximin
Melalui akun X pribadinya, Saint-Maximin memberikan pernyataan resmi terkait kabar ini:
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada rakyat Haiti dan tim nasional atas kualifikasi bersejarah ini,” tulis Saint-Maximin. “Ini adalah momen penting, dan saya tulus bahagia untuk Haiti.”
“Saya melihat beberapa orang membuat koneksi, mungkin karena saya Guadeloupe dan Guyana. Tapi yang jelas, tidak ada pendekatan dan tidak ada proyek mengenai tim nasional Haiti.”
“Hormat total kepada para pemain Haiti yang telah mendapatkan tempat mereka di Piala Dunia ini. Mereka berjuang untuk kualifikasi ini, dan penting untuk tidak mengaitkan mereka dengan rumor.”
“Kuatkan mereka untuk Piala Dunia,” tambahnya.
Saint-Maximin dengan tegas merujuk pada dua negara Karibia yang berbeda, Guadeloupe dan Guyana, sebagai asal usul keluarganya, sekaligus membantah rumor bahwa ia mungkin akan tampil di turnamen musim panas mendatang dengan seragam biru-putih Haiti. Pernyataan ini memastikan bahwa Haiti akan menghadapi tantangan Piala Dunia 2026 tanpa kehadiran bintang yang pernah menjadi idola di Tyneside tersebut, namun dengan semangat para pemain yang telah berjuang keras untuk meraih kualifikasi bersejarah ini.
(WC/GN)
sumber : www.fourfourtwo.com
Leave a comment