Ironi Awal Musim Houston Rockets
Awal musim yang mengejutkan bagi Houston Rockets dengan catatan 11-4, meskipun mereka mengalami kekalahan dari Denver Nuggets pada Jumat lalu. Pertandingan yang seru itu memperlihatkan kesulitan Rockets bangkit setelah kehilangan angka di kuarter pertama dengan selisih 12 poin. Namun, statistik menunjukkan bahwa Rockets memiliki serangan terbaik di NBA, dengan rata-rata 124.4 poin per 100 penguasaan bola saat memasuki aksi hari Senin.
Perubahan Pendekatan Serangan
Ironisnya, tim yang dikenal dengan “Moreyball” saat era James Harden kini justru mengambil sejumlah tembakan terburuk di liga. Dulu, Harden dikenal hanya mengambil tembakan dari tiga angka atau di dekat ring, mengabaikan area di antara keduanya. Kini, Rockets terbalik dari pendekatan tersebut.
Saat memasuki minggu ini, Houston mengambil 42 persen tembakan dari zona antara lingkaran charge dan garis 3 poin, angka tertinggi di liga. Mereka menjadi tim dengan serangan teratas sekalipun berada di posisi terakhir dalam frekuensi tembakan 3 poin, dengan hanya sepertiga tembakan berasal dari jarak jauh. Akibatnya, Rockets menempati urutan ke-26 dalam persentase tembakan 2 poin di NBA.
Mengapa Serangan Mereka Efisien?
Jika Rockets tidak banyak mengambil tembakan 3 poin dan kurang efektif dalam menembak 2 poin, bagaimana mereka bisa menjadi tim dengan serangan terbaik? Rahasianya terletak pada strategi “matematika baru” yang mereka adopsi. Rockets berhasil menciptakan lebih banyak peluang tembakan dibandingkan lawan mereka, memungkinkan tim ini bertahan meskipun memiliki efisiensi tembakan yang lebih rendah.
Meskipun Rockets tidak selalu menghasilkan peluang yang baik pada tembakan pertama, mereka menciptakan banyak peluang dengan memanfaatkan rebound ofensif. Rockets berada di peringkat ke-13 dalam serangan setengah lapangan, namun mereka mendapatkan lebih banyak peluang berkat pekerjaan keras di papan. Terlepas dari ketidakmampuan mereka dalam rebound putback yang hanya menduduki peringkat ke-20, mereka mampu mencetak 0.328 poin dari setiap tembakan yang gagal—lebih dari dua kali lipat tim lainnya.
Jalan Pertandingan dan Poin Penting
Di laga melawan Nuggets, Rockets kalah dalam hal persentase tembakan efisien (0.637 berbanding 0.535), yang biasanya berujung pada kekalahan telak. Namun, mereka hanya kalah tiga poin berkat tambahan tujuh rebound ofensif dan sejumlah penguasaan bola tambahan dari foul bola lepas.
Statistik Rebound
Rockets kembali menerapkan tradisi rebound ofensif yang kuat. Meski merekrut pemain berbakat seperti Steven Adams yang berhasil mendapatkan 26.5 persen dari rebound ofensif, mereka juga memiliki pemain lain dengan presentase di atas 5 persen, menjadikan mereka ancaman di lapangan. Ini semua terjadi dalam konteks liga yang semakin mengutamakan penguasaan bola sebagai penentu keberhasilan.
Kondisi Tim-Tim Lain
Namun tidak semua tim mampu beradaptasi. Washington Wizards, misalnya, berada di posisi sulit dengan persentase tembakan yang tidak jauh dari rata-rata, tetapi memiliki tingkat turnover yang tinggi dan rebound ofensif yang buruk, menempatkan mereka di posisi ke-28 dalam urusan serangan.
Begitu juga dengan tim lain seperti Atlanta, Miami, Dallas, dan Milwaukee yang menghadapi masalah serupa. Terlepas dari kesulitan itu, tim-tim ini tetap berjuang dalam efisiensi tembakan.
Konsekuensi di Liga
Meskipun efisiensi melakukan tembakan tetap penting, kebangkitan strategi penguasaan bola menandai perubahan besar dalam gaya permainan selama dua dekade terakhir. Rockets telah memanfaatkan rebound ofensif dengan sangat baik, dan setelah menambah ukuran tim mereka, kini memiliki angka rebound ofensif 38.5 persen yang sangat mengesankan.
Pandangan Terakhir
Dalam minggu terakhir sebelum penutupan kompetisi grup, beberapa pertandingan penting akan tersaji. Tim-tim seperti Raptors, Clippers, dan Lakers berjuang untuk menentukan posisi terbaik mereka ke fase selanjutnya. Sementara itu, persaingan di grup lain juga semakin ketat, mempersiapkan gelaran yang semakin menarik di minggu-minggu mendatang.
(BA/GN)
sumber : www.nytimes.com
Leave a comment